Fahri Hamzah : Prabowo Fokus Putus Rantai Ketimpangan Kaya dan Miskin

Galih Prasetyo

Jum'at, 12 Juni 2026 | 08:05 WIB
Fahri Hamzah : Prabowo Fokus Putus Rantai Ketimpangan Kaya dan Miskin
Fahri Hamzah Ditegur Keras Fadlan Muhammad soal Pajak Rumah. [Instagram]
  • Wakil Menteri Perumahan Fahri Hamzah menyatakan pemerintahan Presiden Prabowo memprioritaskan pengurangan ketimpangan ekonomi nasional secara merata bagi masyarakat.
  • Pemerintah berupaya menutup kebocoran anggaran negara yang disebabkan oleh praktik korupsi dan eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkendali.
  • Fokus kebijakan ini ditujukan untuk memutus jurang kesenjangan antara kelompok masyarakat kaya dan miskin melalui pemerataan hasil pembangunan nasional.

Suara.com - akil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadikan pengurangan ketimpangan ekonomi sebagai agenda utama.

Fokus ini diarahkan untuk memutus jurang antara kelompok masyarakat paling kaya dan paling miskin di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Fahri sebagai respons atas kritik dan keresahan publik terkait kondisi ekonomi nasional.

Fahri menekankan, pemerintah tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga memastikan hasil pembangunan dirasakan secara merata.

“Yang kedua, setelah kita punya uang dan kita mesti mulai dari sekarang, kita harus memutus rantai ketimpangan antara yang paling kaya dan sangat kaya dengan yang paling miskin dan sangat miskin. Karena gini koefisien kita juga menunjukkan hal yang sama,” ujar Fahri, Jumat (12/6/2026).

Menurut Fahri, langkah awal yang dilakukan pemerintah adalah menutup kebocoran negara yang selama ini menggerus manfaat kekayaan nasional.

Fahri menyebut praktik korupsi dan eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkendali sebagai penyebab utama ketimpangan.

“Pertama kita mengakhiri kebocoran korupsi dan perampokan sumber daya alam yang selama ini dibiarkan terjadi,” tegasnya.

Fahri menilai ketimpangan masih menjadi tantangan besar. Ia mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung stagnan dalam memperbaiki distribusi kesejahteraan.

“Pertumbuhan ekonomi kita ini flat. Jumlah orang miskinnya itu nambah atau berkurang sedikit. Jumlah kelas menengahnya juga flat. Tapi jumlah orang kayanya itu luar biasa melompat dan itu menciptakan ketimpangan,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPW Partai Gelora Riau Iskandar menilai pernyataan Fahri mencerminkan upaya pemerintah menjawab kegelisahan masyarakat terkait kesenjangan ekonomi.

Fahri menekankan bahwa keberhasilan pembangunan harus diukur dari pemerataan, bukan sekadar angka pertumbuhan.

“Yang disampaikan Bang Fahri menunjukkan bahwa pemerintah memahami persoalan mendasar yang dirasakan masyarakat. Ketika pertumbuhan ekonomi tidak diikuti pemerataan, maka akan muncul rasa tertinggal di sebagian kelompok masyarakat,” ujar Iskandar.

Ia menambahkan, kebijakan seperti pemberantasan kebocoran anggaran, penguatan hilirisasi, dan program berbasis masyarakat harus dilihat sebagai langkah memperluas manfaat pembangunan.

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan bahwa hasil pembangunan tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu.

“Demokrasi memberi ruang bagi kritik dan aspirasi masyarakat. Pada saat yang sama, pemerintah perlu terus menunjukkan bahwa pembangunan yang dilakukan benar-benar diarahkan untuk memperkecil kesenjangan dan memperkuat kelas menengah Indonesia,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ternyata Kita Salah, 19 Juta Lapangan Pekerjaan Itu untuk TNI dan Polisi

Ternyata Kita Salah, 19 Juta Lapangan Pekerjaan Itu untuk TNI dan Polisi

Your Say | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:45 WIB

Presiden Prabowo Akan 'Monitor dari Atas' Jika Dipanggil Tuhan, Emang Bisa?

Presiden Prabowo Akan 'Monitor dari Atas' Jika Dipanggil Tuhan, Emang Bisa?

Your Say | Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:15 WIB

Prabowo Mau Borong Rudal BrahMos dari India, Ekonom Ingatkan Risiko Utang Rp7 Triliun

Prabowo Mau Borong Rudal BrahMos dari India, Ekonom Ingatkan Risiko Utang Rp7 Triliun

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:19 WIB

Prabowo Perintahkan Kaji Ulang Buku Pelajaran, Tak Mau Siswa Indonesia Kalah dari Luar Negeri

Prabowo Perintahkan Kaji Ulang Buku Pelajaran, Tak Mau Siswa Indonesia Kalah dari Luar Negeri

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:15 WIB

Damaikan Timur Tengah, Prabowo Disarankan Pakai Strategi Geopolitik Bung Karno

Damaikan Timur Tengah, Prabowo Disarankan Pakai Strategi Geopolitik Bung Karno

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:02 WIB

Terkini

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:00 WIB

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:23 WIB

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:22 WIB

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:18 WIB

Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'

Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:21 WIB

Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?

Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:12 WIB

Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu

Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:56 WIB

KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa

KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:54 WIB

Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya

Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:36 WIB

Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah

Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:25 WIB