Negara Boncos Rp1 Triliun per Bulan, DPR Desak MBG Disetop Sementara

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:18 WIB
Negara Boncos Rp1 Triliun per Bulan, DPR Desak MBG Disetop Sementara
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris. [Tangkapan layar TVP]
  • Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris merespons dugaan pemborosan anggaran sebesar Rp1 triliun pada Program Makan Bergizi Gratis.
  • Charles mengusulkan penghentian sementara program selama libur sekolah untuk melakukan audit total terhadap keamanan pangan dan efisiensi anggaran pemerintah.
  • Pemerintah didesak mengutamakan keselamatan anak setelah tercatat lebih dari 40 ribu kasus keracunan makanan selama pelaksanaan program tersebut berlangsung.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, menanggapi serius pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan terkait dugaan pemborosan anggaran sebesar Rp1 triliun per bulan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menilai temuan dugaan pemborosan MBG tersebut merupakan alarm keras yang tidak boleh diabaikan oleh pemerintah.

"Pernyataan Pak Zulhas harus menjadi alarm serius bagi semua pihak. Kalau memang ada potensi pemborosan sampai Rp1 triliun per bulan, tentu ini tidak bisa dianggap sepele. Apalagi saat ini kondisi fiskal negara sedang menghadapi banyak tekanan," ujar Charles kepada wartawan, Jumat (12/6/2026).

Politisi PDI Perjuangan ini mengusulkan agar pemerintah memanfaatkan momentum libur sekolah yang akan datang untuk menghentikan sementara program MBG.

Jeda ini, menurutnya, sangat krusial untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program agar lebih objektif dan transparan.

Selama masa penghentian sementara tersebut, Charles mendesak dilakukannya audit total terhadap seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Audit tersebut mencakup aspek keamanan pangan, kualitas makanan, efisiensi anggaran, hingga transparansi dalam proses pengadaan.

Charles juga memberikan penekanan khusus pada aspek keselamatan.

Ia menyoroti data yang menunjukkan bahwa hingga kekinian sudah lebih dari 40 ribu anak menjadi korban keracunan makanan selama pelaksanaan program MBG.

"Dapur-dapur yang terbukti tidak memenuhi standar atau sudah berulang kali menyebabkan kasus keracunan tidak cukup hanya diberi teguran, tetapi harus ditutup secara permanen. Keselamatan dan kualitas layanan harus menjadi prioritas utama," tegasnya.

Lebih lanjut, Charles meminta pemerintah mengubah cara pandang dalam mengukur keberhasilan program unggulan ini.

Menurutnya, kesuksesan MBG jangan hanya dilihat dari angka serapan anggaran atau jumlah penerima manfaat semata.

"Parameter keberhasilan jangan hanya diukur dari berapa banyak penerima atau besarnya anggaran yang dibelanjakan. Yang jauh lebih penting adalah apakah program ini benar-benar memperbaiki status gizi anak secara nyata, aman dikonsumsi, serta dikelola secara efisien dan akuntabel," jelasnya.

Ia memperingatkan agar pemerintah tidak terjebak pada upaya mengejar target kuantitas namun mengabaikan kualitas dan efektivitas penggunaan uang negara.

"Jangan sampai karena mengejar target kuantitas, kita mengabaikan keamanan pangan. Program yang baik adalah program yang benar-benar memberi manfaat, bukan sekadar menghasilkan angka statistik yang besar," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MBG Watch Curiga Narasi Selamatkan Aset Motor Listrik Hanya Tutupi Proyek Bermasalah

MBG Watch Curiga Narasi Selamatkan Aset Motor Listrik Hanya Tutupi Proyek Bermasalah

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:50 WIB

Jupnas Gizi Pertanyakan Kontradiksi Data Program MBG, Padahal Dulu Pamer Capaian

Jupnas Gizi Pertanyakan Kontradiksi Data Program MBG, Padahal Dulu Pamer Capaian

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:42 WIB

Soal Dugaan Pemborosan Rp1 T di BGN, DPR Desak Audit Investigatif Ribuan Dapur MBG

Soal Dugaan Pemborosan Rp1 T di BGN, DPR Desak Audit Investigatif Ribuan Dapur MBG

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:25 WIB

6 Poin Kritis dr. Tirta di Tengah Carut-Marut Kebijakan: Dari Pertamax hingga Makan Bergizi Gratis

6 Poin Kritis dr. Tirta di Tengah Carut-Marut Kebijakan: Dari Pertamax hingga Makan Bergizi Gratis

Your Say | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:10 WIB

Purbaya Tunggu Keputusan Prabowo soal Potong Anggaran MBG

Purbaya Tunggu Keputusan Prabowo soal Potong Anggaran MBG

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:39 WIB

Program MBG Boros Rp1 T per Bulan, Pengamat: Mereka Memperhitungkan Ini untuk Investasi Pemilu 2029

Program MBG Boros Rp1 T per Bulan, Pengamat: Mereka Memperhitungkan Ini untuk Investasi Pemilu 2029

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:21 WIB

Namanya Terseret Pusaran Kasus Korupsi MBG, Kapolres Metro Bekasi Akhirnya Buka Suara

Namanya Terseret Pusaran Kasus Korupsi MBG, Kapolres Metro Bekasi Akhirnya Buka Suara

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 07:48 WIB

Terkini

Andrew Mulyono Bos Vendor Motor Listrik Jadi Tersangka Kelima Korupsi MBG, Ini Perannya

Andrew Mulyono Bos Vendor Motor Listrik Jadi Tersangka Kelima Korupsi MBG, Ini Perannya

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:27 WIB

Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam

Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:23 WIB

Bantah Klaim BEM UI, Polda Metro: Sampai Detik Ini Tak Ada Surat Pemberitahuan Demo

Bantah Klaim BEM UI, Polda Metro: Sampai Detik Ini Tak Ada Surat Pemberitahuan Demo

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:15 WIB

DEN Temukan Potensi 9 Juta Barel Tangki Minyak Menganggur, Disiapkan untuk Kondisi Krisis

DEN Temukan Potensi 9 Juta Barel Tangki Minyak Menganggur, Disiapkan untuk Kondisi Krisis

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:14 WIB

'Ada Bukti Transfer Uang'! Pengakuan Saksi dalam Kasus Suap Impor Bea Cukai

'Ada Bukti Transfer Uang'! Pengakuan Saksi dalam Kasus Suap Impor Bea Cukai

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:06 WIB

Jangan Tunggu Rakyat Menjerit! Guru Besar UMY Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan Energi Nasional

Jangan Tunggu Rakyat Menjerit! Guru Besar UMY Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan Energi Nasional

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:03 WIB

Sita Bom Molotov! Polisi Tangkap 2 Orang Diduga Ingin Tunggangi Demo Mahasiswa di Jakarta

Sita Bom Molotov! Polisi Tangkap 2 Orang Diduga Ingin Tunggangi Demo Mahasiswa di Jakarta

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:55 WIB

Pegawainya Terjaring OTT KPK, Pengawasan Internal BPK Dinilai Gagal Total

Pegawainya Terjaring OTT KPK, Pengawasan Internal BPK Dinilai Gagal Total

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:40 WIB

IKN Tidak Urgent! DPR Diminta Tolak Tambahan Anggaran Rp15,5 Triliun

IKN Tidak Urgent! DPR Diminta Tolak Tambahan Anggaran Rp15,5 Triliun

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:32 WIB

Siasat Penjual Es Teh di Demak Jadi Kedok Edarkan Sabu, Ternyata Residivis dan DPO!

Siasat Penjual Es Teh di Demak Jadi Kedok Edarkan Sabu, Ternyata Residivis dan DPO!

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:20 WIB