Diplomasi Prabowo Gagal? Malaysia Lebih Unggul Ambil Peluang Ketimbang Indonesia

Bangun Santoso

Senin, 15 Juni 2026 | 17:31 WIB
Diplomasi Prabowo Gagal? Malaysia Lebih Unggul Ambil Peluang Ketimbang Indonesia
Presiden Prabowo Subianto. [Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden]
baca 10 detik
  • Peneliti CELIOS, Muhammad Saleh, menyatakan lawatan luar negeri Presiden Prabowo belum memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat Indonesia.
  • Data menunjukkan realisasi investasi asing masih rendah dan posisi tawar geopolitik Indonesia dinilai kalah dari negara tetangga.
  • Kebijakan diplomasi pemerintah dianggap tidak efektif karena belum memperbaiki kondisi ekonomi domestik serta memicu kenaikan harga BBM.

Suara.com - Frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto terus jadi sorotan. Meski pemerintah mengklaim diplomasi internasional dilakukan untuk memperkuat posisi Indonesia dan menarik investasi, sejumlah pihak menilai hasilnya belum terlihat nyata.

Peneliti Hukum Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Muhammad Saleh, menilai intensitas lawatan luar negeri Prabowo belum berbanding lurus dengan capaian ekonomi yang dirasakan masyarakat.

"Pertama setiap agenda pemerintahan itu, kata kunci pertamanya itu harus punya dampak kepada masyarakat. Jadi misalkan kalau pemerintah klaim kunjungan keluar negeri itu mendorong investasi, tapi datanya kan sebenarnya menunjukkan sebaliknya. Misalkan kalau kita lihat angka belakangan ini, realisasi investasi asing di Indonesia itu kan justru tidak jauh lebih baik," Ujar Saleh seperti disampaikan saat Podcast Deeptalk di kantor Suara.com, Jakarta Barat, dikutip pada Senin (15/6/2026).

Menurut dia, pemerintah kerap mengklaim keberhasilan diplomasi melalui angka investasi yang besar. Namun, jika ditelaah lebih jauh, kontribusi investasi asing dinilai belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.

"Misalkan Teddy klaim bahwa ada 2.000 triliun investasi di tahun 2025 itu kan angka gabungan dari penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri. Dan kontribusi asing atau penanaman modal asing itu kan cuman 49 persen dari keseluruhan itu. Artinya proporsinya itu tidak begitu besar," ujarnya.

Tak hanya soal investasi, Saleh juga menyoroti posisi tawar Indonesia dalam dinamika geopolitik global. Ia menilai negara tetangga seperti Malaysia justru lebih mampu memanfaatkan momentum diplomasi internasional dibanding Indonesia.

"Misalkan presiden mengklaim diplomasi internasional mereka lakukan untuk memperoleh kemitraan yang jauh lebih strategis. Buktinya di dalam diplomasi kita, Malaysia justru dapat keuntungan lebih banyak misalkan dari Iran. Karena Iran tidak menutup selatnya untuk Malaysia. Karena Malaysia dianggap punya posisioning yang jauh lebih baik," katanya.

Ia menilai hubungan dagang dan diplomasi Indonesia saat ini belum memberikan keuntungan konkret bagi masyarakat. Bahkan, Indonesia disebut ikut menanggung dampak ekonomi dari konflik global yang sedang berlangsung.

"Nah saat ini kita kemitraan dagangnya nggak jelas. Di tahun 2026 awal, di bulan tanggal 19 Februari, pemerintah itu menandatangani perjanjian resiprokal dengan Amerika Serikat. Yang mana perjanjian itu banyak sekali merugikan Indonesia," ujar Saleh.

baca juga

Menurutnya, hingga saat ini belum ada dampak nyata dari berbagai kunjungan luar negeri yang dilakukan Presiden Prabowo.

"Artinya tidak ada dampak real yang konkret yang bisa dirasakan oleh masyarakat dari berbagai diplomasi kita hari ini. Dari sisi investasi asing itu tidak naik atau tidak tumbuh, kemudian kebutuhan domestik juga tidak baik, dan keberpihakan Prabowo terhadap blok tertentu itu berimbas pada naiknya harga minyak BBM bahan bakar kita hari ini," katanya.

Saleh menegaskan bahwa diplomasi internasional seharusnya menghasilkan manfaat yang dapat diukur bagi masyarakat luas.

"Tapi kan kunjungan diplomasi internasional itu harus berbanding lurus dengan capaian. Nah capaian investasi luar negeri kita kan turun, bahkan kemudian kita juga menerima imbas dari kenaikan harga minyak global. Jadi itu tidak bisa merepresentasikan kondisi faktual yang ada di lapangan," ungkapnya.

Karena itu, ia meminta pemerintah tidak hanya mengedepankan aktivitas diplomasi di luar negeri, tetapi juga mampu menunjukkan hasil konkret yang dirasakan publik di dalam negeri.

"Kalau masyarakat tidak bisa menikmati hal itu secara konkret, maka itu bisa disebut hanya semboyan," pungkasnya. (Reporter: Tsabita Aulia)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Momen Prabowo Terima Kunjungan Presiden Jerman di Istana Merdeka

Momen Prabowo Terima Kunjungan Presiden Jerman di Istana Merdeka

Foto | Senin, 15 Juni 2026 | 17:27 WIB

Sindir DPR dan Prabowo-Gibran Gagal! Mahasiswa Kirim Karangan Bunga Duka ke Senayan

Sindir DPR dan Prabowo-Gibran Gagal! Mahasiswa Kirim Karangan Bunga Duka ke Senayan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 17:22 WIB

Prabowo Dinilai Cuma 'Cebokin' Rezim Lama: 'Ada yang Happy Kalau Didemo'

Prabowo Dinilai Cuma 'Cebokin' Rezim Lama: 'Ada yang Happy Kalau Didemo'

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:59 WIB

Prabowo Dapat Skor 3 dari 10: Utang Rp9.000 T, Tapi Perjalanan Dinas Rp1,1 T

Prabowo Dapat Skor 3 dari 10: Utang Rp9.000 T, Tapi Perjalanan Dinas Rp1,1 T

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:38 WIB

CELIOS Soroti Pendamping Presiden dalam Kunjungan Luar Negeri, Dinilai Abaikan Peran Diplomat

CELIOS Soroti Pendamping Presiden dalam Kunjungan Luar Negeri, Dinilai Abaikan Peran Diplomat

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:25 WIB

Megawati: Saya Bukan Musuh Prabowo!

Megawati: Saya Bukan Musuh Prabowo!

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:17 WIB

Bahaya Konflik Kepentingan di Balik Dana Pribadi Prabowo untuk Diplomasi Luar Negeri

Bahaya Konflik Kepentingan di Balik Dana Pribadi Prabowo untuk Diplomasi Luar Negeri

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:04 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×