Apakah Harga Minyak Dunia Kembali Normal Setelah AS - Iran Damai?

Pebriansyah Ariefana

Senin, 15 Juni 2026 | 17:35 WIB
Apakah Harga Minyak Dunia Kembali Normal Setelah AS - Iran Damai?
Harga minyak dunia (Suara.com)
  • Donald Trump dituntut memenuhi janji menurunkan harga minyak setelah kesepakatan damai perang Iran.
  • Pemulihan distribusi minyak terhambat oleh ancaman ranjau laut yang ditanam Iran di Selat Hormuz.
  • Pelaku industri pelayaran global masih ragu mengirim kapal karena lonjakan biaya premi asuransi.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kini dituntut membuktikan janjinya kepada publik global. Kesepakatan damai perang Iran yang segera diteken akhir pekan ini menjadi pertaruhan atas stabilitas ekonomi dunia.

Selama ini, Trump berulang kali menegaskan bahwa harga energi akan segera merosot tajam begitu konflik selesai. Faktanya, memulihkan jalur pasokan komoditas hitam tersebut ke posisi normal tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Harga minyak mentah Brent memang sempat melandai ke bawah angka 85 dolar AS per barel. Namun, situasi di pasar berjangka menunjukkan kecemasan mendalam bahwa pemulihan total baru terjadi tahun 2031.

Ilustrasi harga minyak bertahan di atas USD 100 meskipun AS tambah pasokan minyaknya [Suara.com/HD]
Ilustrasi harga minyak bertahan di atas USD 100 meskipun AS tambah pasokan minyaknya [Suara.com/HD]

Kondisi psikologis pasar dipengaruhi oleh realitas hancurnya infrastruktur logistik pasca-perang di Timur Tengah. Harapan kembalinya harga bahan bakar murah bentrok dengan fakta lapangan yang rumit.

"Kita akan melihat seperti apa kondisi normal yang baru nanti," ujar Dan Pickering, pendiri sekaligus kepala investasi di Pickering Energy Partners dikutip dari CNN.

"Namun, kondisinya tidak akan menghasilkan bensin seharga 2,85 dolar AS lagi."

Ketika pemblokiran jalur laut dibuka resmi hari Jumat, ratusan juta barel minyak terjebak di kapal tanker. Distribusi tersebut tersendat karena Iran menanam banyak ranjau laut di sepanjang kawasan Selat Hormuz.

Donald Trump [The White House]
Donald Trump [The White House]

Kondisi tersebut memaksa kapal-kapal tanker raksasa hanya bisa melewati dua jalur navigasi yang sangat sempit. Akibatnya, terjadi penumpukan armada yang memperlambat arus keluar masuk pasokan energi secara drastis.

Nakhoda kapal harus ekstra waspada memandu jalannya armada agar tidak saling bertabrakan atau kandas. Proses pembersihan ranjau berisiko tinggi oleh Angkatan Laut AS diperkirakan memakan waktu berminggu-minggu.

Aspek lain yang memperlambat normalisasi pasokan adalah ketersediaan armada tanker yang siap muat di sekitar selat. Jumlah kapal yang bersiap di lokasi saat ini jauh lebih sedikit dari kondisi normal.

Dunia internasional juga masih mengkhawatirkan stabilitas keamanan regional jika kesepakatan damai tersebut dilanggar sepihak. Premi asuransi kapal otomatis melonjak drastis, membuat banyak perusahaan logistik enggan berspekulasi mengirim armada mereka.

"Pemilik kapal tidak akan bergerak dalam jumlah besar tanpa gencatan senjata yang kredibel dan stabil dari kedua belah pihak yang berkonflik," kata Jakob Larsen, petugas keselamatan & keamanan di BIMCO.

Ketegangan bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran sebelumnya telah melumpuhkan aktivitas ekonomi di Selat Hormuz sejak Februari lalu. Jalur strategis ini merupakan urat nadi utama yang mendistribusikan seperlima pasokan minyak dunia.

Sektor industri memproyeksikan proses pemulihan operasional pelayaran membutuhkan waktu minimal dua hingga enam bulan. Selama masalah mendasar di jalur distribusi ini belum selesai, harga energi global dipastikan tetap tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masih Perkasa, Nilai Tukar Rupiah Naik Paling Tinggi di Asia ke Level Rp17.708

Masih Perkasa, Nilai Tukar Rupiah Naik Paling Tinggi di Asia ke Level Rp17.708

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 16:27 WIB

Sejarah Panjang Program Nuklir Iran dan Ketegangan dengan Amerika Serikat dari 1967 - 2026

Sejarah Panjang Program Nuklir Iran dan Ketegangan dengan Amerika Serikat dari 1967 - 2026

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:24 WIB

Prediksi Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik

Prediksi Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 15:53 WIB

Terkini

Diplomasi Prabowo Gagal? Malaysia Lebih Unggul Ambil Peluang Ketimbang Indonesia

Diplomasi Prabowo Gagal? Malaysia Lebih Unggul Ambil Peluang Ketimbang Indonesia

News | Senin, 15 Juni 2026 | 17:31 WIB

Istana Ungkap Strategi Kembalikan Kepercayaan Publik di Tengah Dinamika Nasional

Istana Ungkap Strategi Kembalikan Kepercayaan Publik di Tengah Dinamika Nasional

News | Senin, 15 Juni 2026 | 17:23 WIB

Sindir DPR dan Prabowo-Gibran Gagal! Mahasiswa Kirim Karangan Bunga Duka ke Senayan

Sindir DPR dan Prabowo-Gibran Gagal! Mahasiswa Kirim Karangan Bunga Duka ke Senayan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 17:22 WIB

Filipina Kembali Gempa Bumi Besar 6,2 SR

Filipina Kembali Gempa Bumi Besar 6,2 SR

News | Senin, 15 Juni 2026 | 17:21 WIB

Sakit Hati Ditagih Utang, Cucu di Banyumas Bunuh Nenek dan Dibuang ke Sumur Demi Harta

Sakit Hati Ditagih Utang, Cucu di Banyumas Bunuh Nenek dan Dibuang ke Sumur Demi Harta

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:59 WIB

Prabowo Dinilai Cuma 'Cebokin' Rezim Lama: 'Ada yang Happy Kalau Didemo'

Prabowo Dinilai Cuma 'Cebokin' Rezim Lama: 'Ada yang Happy Kalau Didemo'

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:59 WIB

Investasi Rp15 Triliun Masuk Jateng, Industri Kendaraan Listrik Bakal Serap 10 Ribu Tenaga Kerja

Investasi Rp15 Triliun Masuk Jateng, Industri Kendaraan Listrik Bakal Serap 10 Ribu Tenaga Kerja

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:45 WIB

Sudewo Didakwa Terima Gratifikasi Rp2,5 Miliar, Keris Nogososro Ikut Disorot

Sudewo Didakwa Terima Gratifikasi Rp2,5 Miliar, Keris Nogososro Ikut Disorot

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:44 WIB

Bos Maktour Lagi-lagi Mangkir Pemeriksaan Korupsi, KPK Beri Respon Tegas

Bos Maktour Lagi-lagi Mangkir Pemeriksaan Korupsi, KPK Beri Respon Tegas

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:41 WIB

Prabowo Dapat Skor 3 dari 10: Utang Rp9.000 T, Tapi Perjalanan Dinas Rp1,1 T

Prabowo Dapat Skor 3 dari 10: Utang Rp9.000 T, Tapi Perjalanan Dinas Rp1,1 T

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:38 WIB