Bukan Sedotan, Penelitian Global Temukan Kemasan Makanan Jadi Penyumbang Utama Sampah Plastik Laut

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 16 Juni 2026 | 11:55 WIB
Bukan Sedotan, Penelitian Global Temukan Kemasan Makanan Jadi Penyumbang Utama Sampah Plastik Laut
Ilustrasi Sampah Plastik. (Dok. Greenpeace)
baca 10 detik
  • Peneliti internasional menganalisis 5.300 survei sampah di 112 negara dan menemukan kemasan makanan serta minuman mendominasi polusi pesisir.
  • Plastik makanan dan minuman menjadi sumber pencemar utama di 93 persen negara yang diteliti dalam studi global tersebut.
  • Para ahli menyarankan intervensi dari hulu melalui pengurangan produksi serta desain ulang kemasan guna mengatasi krisis plastik global.

Suara.com - Setiap tahun, jutaan ton plastik masuk ke laut. Selama ini, diskusi publik sering berfokus pada sedotan atau kantong plastik. Namun, penelitian global terbaru menunjukkan sumber terbesar masalah ini mungkin jauh lebih dekat dengan keseharian: kemasan makanan dan minuman.

Studi berjudul Food and beverage plastics dominate global shorelines: A harmonized rank-based assessment of usage types to guide interventions yang dipublikasikan oleh peneliti internasional menganalisis lebih dari 5.300 survei sampah pesisir di 112 negara, mewakili sekitar 86 persen populasi dunia, untuk mencari tahu jenis sampah apa yang paling sering ditemukan di garis pantai.

Hasilnya menunjukkan pola yang konsisten di hampir seluruh dunia: plastik dari sektor makanan dan minuman menjadi jenis sampah paling dominan.

Ilustrasi Sampah plastik di Dasar Laut (freepik/freepik)
Ilustrasi Sampah plastik di Dasar Laut (freepik/freepik)

Kemasan makanan, tutup botol, dan botol plastik tercatat sebagai tiga jenis sampah yang paling sering muncul di banyak negara. Secara agregat, plastik makanan dan minuman masuk tiga besar sumber pencemar di 93 persen negara yang diteliti. Temuan ini menunjukkan bahwa masalah polusi plastik bukan hanya soal pengelolaan sampah setelah dibuang, tetapi juga berkaitan dengan bagaimana produk diproduksi dan dikonsumsi.

Penelitian tersebut juga menemukan kantong plastik berada di posisi berikutnya dan menjadi salah satu jenis sampah dominan di 39 persen negara, disusul puntung rokok sebesar 38 persen, serta perlengkapan perikanan dan pelayaran sebesar 34 persen.

Yang menarik, pola ini relatif seragam meski ditemukan variasi antarwilayah. Di kawasan Asia, misalnya, kantong plastik tetap menjadi salah satu pencemar yang menonjol. Sementara di wilayah kutub, sampah yang banyak ditemukan justru terkait aktivitas pelayaran dan perikanan. Meski berbeda-beda, sektor makanan dan minuman tetap muncul sebagai kontributor utama hampir di semua kawasan.

Temuan ini memperkuat pandangan bahwa krisis plastik tidak bisa diselesaikan hanya dengan memperbaiki sistem pengelolaan sampah di hilir. Peneliti menilai intervensi perlu dimulai dari hulu: mengurangi produksi plastik sekali pakai, mendesain ulang kemasan, hingga mendorong penggunaan ulang.

Pendekatan ini juga dinilai relevan untuk pembahasan perjanjian plastik global yang saat ini terus didorong di tingkat internasional. Dengan mengetahui produk mana yang paling banyak bocor ke lingkungan, kebijakan dapat dibuat lebih spesifik dan tidak lagi menggunakan pendekatan “semua plastik adalah masalah yang sama”.

Bagi Indonesia—yang termasuk lima negara dengan populasi terbesar dan masuk dalam cakupan studi—temuan ini menjadi pengingat bahwa kebiasaan konsumsi sehari-hari memiliki kaitan langsung dengan kondisi laut. Artinya, pengurangan sampah plastik mungkin perlu dimulai bukan dari pantai, melainkan dari apa yang kita beli, konsumsi, dan buang setiap hari.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Temukan Cara Baru Daur Ulang Plastik Tanpa Pelarut, Bisakah Jadi Jawaban Krisis Sampah?

Ilmuwan Temukan Cara Baru Daur Ulang Plastik Tanpa Pelarut, Bisakah Jadi Jawaban Krisis Sampah?

News | Senin, 15 Juni 2026 | 14:19 WIB

Bukan Sekadar Ekspor Mentah: Mengapa Hilirisasi Rumput Laut Penting bagi Indonesia?

Bukan Sekadar Ekspor Mentah: Mengapa Hilirisasi Rumput Laut Penting bagi Indonesia?

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 10:33 WIB

Mengenali Sisi Maritim Indonesia di Buku Sejarah Laut Sulawesi Abad XIX

Mengenali Sisi Maritim Indonesia di Buku Sejarah Laut Sulawesi Abad XIX

Your Say | Senin, 15 Juni 2026 | 07:00 WIB

Terkini

AC Milan Hajar Inter 3-1, Derby Jadi Titik Balik Rossoneri dan Tamparan bagi Chivu

AC Milan Hajar Inter 3-1, Derby Jadi Titik Balik Rossoneri dan Tamparan bagi Chivu

Bola | Minggu, 01 November 2026 | 16:49 WIB

Mitos Self-Reward Liburan: Healing Tidak Selalu Menyelesaikan Masalah Hidup

Mitos Self-Reward Liburan: Healing Tidak Selalu Menyelesaikan Masalah Hidup

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 16:45 WIB

Pemain Ini Dianggap Biang Kerok Kekalahan Memalukan Manchester United dari Chelsea

Pemain Ini Dianggap Biang Kerok Kekalahan Memalukan Manchester United dari Chelsea

Bola | Minggu, 01 November 2026 | 16:42 WIB

Membaca Jongot: Hutan Warisan Suku Musi yang Menawarkan Harapan di Tengah Krisis Iklim

Membaca Jongot: Hutan Warisan Suku Musi yang Menawarkan Harapan di Tengah Krisis Iklim

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 16:41 WIB

5 Retinol Serum untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Atasi Kerutan dan Flek Hitam

5 Retinol Serum untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Atasi Kerutan dan Flek Hitam

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 16:21 WIB

Mengungkap Asal-usul Teror Boneka Terkutuk dalam Film The Doll Ghawiah

Mengungkap Asal-usul Teror Boneka Terkutuk dalam Film The Doll Ghawiah

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 16:15 WIB

Viva Face Tonic Boleh Dipakai Umur Berapa? Simak Hal yang Perlu Diketahui

Viva Face Tonic Boleh Dipakai Umur Berapa? Simak Hal yang Perlu Diketahui

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 16:13 WIB

Karhutla Sumsel Berulang, 43 Perusahaan Pemegang Konsesi Didorong Pulihkan Gambut, Siapa Mengawasi?

Karhutla Sumsel Berulang, 43 Perusahaan Pemegang Konsesi Didorong Pulihkan Gambut, Siapa Mengawasi?

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 16:12 WIB

Jejak Kontroversi Willie Salim: dari Rendang Hilang, Giveaway Settingan hingga Viral di Bundaran HI

Jejak Kontroversi Willie Salim: dari Rendang Hilang, Giveaway Settingan hingga Viral di Bundaran HI

Entertainment | Minggu, 01 November 2026 | 16:05 WIB

Super Gemas! 5 Lip Scrub Kemasan Jar Mungil untuk Bibir Halus dan Lembap

Super Gemas! 5 Lip Scrub Kemasan Jar Mungil untuk Bibir Halus dan Lembap

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 16:00 WIB

×