Jokowi Resmi Berjaket PSI? Pengamat Sebut Bisa Jadi Ancaman Elektoral bagi PDIP

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:07 WIB
Jokowi Resmi Berjaket PSI? Pengamat Sebut Bisa Jadi Ancaman Elektoral bagi PDIP
Presiden ke-7 Jokowi. (Suara.com/Ari Welianto)
baca 10 detik
  • Presiden ke-7 RI Joko Widodo diwacanakan bergabung dengan PSI yang berpotensi mengubah peta persaingan Pemilu 2029 mendatang.
  • Bergabungnya Jokowi ke PSI dinilai dapat mengalihkan basis pemilih loyal PDIP kepada partai tersebut menjelang pemilu.
  • PSI menyatakan Jokowi telah menjadi patron partai dan tinggal menunggu waktu resmi untuk mengenakan jaket organisasi tersebut.

Suara.com - Munculnya wacana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bakal mengenakan jaket Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai bukan sekadar simbol seremonial. Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai langkah tersebut dapat menjadi sinyal politik yang kuat dan berpotensi mengubah peta persaingan menjelang Pemilu 2029.

Menurut Arifki, simbol yang melekat pada figur sebesar Jokowi memiliki makna politik yang besar di mata publik.

"Dalam politik, jaket bukan sekadar pakaian. Jaket adalah pernyataan sikap. Ketika Jokowi memakai jaket PSI, publik melihat itu sebagai pesan bahwa kapal politik Jokowi sedang merapat ke dermaga baru dan berpotensi menjadi ancaman serius bagi PDIP," ujar Arifki kepada wartawan, Selasa (16/6/2026).

Ia menilai, apabila Jokowi semakin dekat dengan PSI, partai tersebut berpotensi memperoleh keuntungan elektoral. Sebaliknya, kondisi itu menjadi tantangan bagi PDIP karena selama satu dekade terakhir terdapat irisan kuat antara pemilih PDIP dan loyalis personal Jokowi.

"Masalah terbesar PDIP hari ini bukan kehilangan Jokowi sebagai kader, melainkan potensi kehilangan pemilih yang selama ini memilih PDIP karena Jokowi. Ketika figur dan partai berjalan ke arah yang berbeda, sebagian pemilih biasanya akan mengikuti figur," katanya.

Arifki menilai kelompok yang paling berpotensi bergeser adalah pemilih muda atau generasi baru di basis PDIP. Menurutnya, kelompok tersebut cenderung lebih cair dalam menentukan pilihan politik dan lebih mengutamakan figur dibanding identitas partai.

"Jika Jokowi adalah magnet, maka PSI saat ini sedang berusaha menempatkan diri sebagai logam yang paling dekat dengan medan tarik tersebut. Di situlah potensi keuntungan elektoral PSI berada," ujarnya.

Ia menambahkan, dinamika tersebut akan menjadi ujian bagi PDIP untuk membuktikan kekuatannya tanpa bergantung pada figur Jokowi. Semakin kuat asosiasi Jokowi dengan PSI, semakin besar pula potensi perpindahan suara di segmen pemilih nasionalis yang selama ini menjadi basis PDIP.

"Satu jaket untuk Jokowi memang tidak menentukan hasil Pemilu 2029. Karena PSI juga masih punya tantangan membangun struktur partai agar semapan PDIP. Tetapi jika memang Jokowi bergabung dengan PSI, maka dinamika kedua partai itu bakal makin panas menjelang Pemilu 2029," pungkasnya.

baca juga

Sebelumnya, PSI memberi sinyal bahwa Jokowi akan mengenakan jaket partai berlambang mawar tersebut dan menempati posisi Ketua Dewan Pembina.

Ketua DPP PSI Bidang Politik Bestari Barus mengatakan sinyal kedekatan Jokowi dengan PSI sebenarnya sudah terlihat sejak lama.

"Kalau Pak Jokowi itu sudah dari lama. Setelah di kongres itu beliau sebagai narasumber utama menyampaikan akan mendukung penuh PSI dan akan bekerja keras untuk PSI," kata Bestari kepada wartawan, Sabtu (13/6/2026).

Bestari mengungkapkan Jokowi juga pernah dipakaikan jaket PSI saat pengurus partai bersilaturahmi ke kediamannya di Solo. Menurutnya, pemberian jaket secara resmi kini hanya tinggal menunggu waktu yang tepat.

"Jaketnya sudah pasti siap. Tinggal menunggu waktu yang pas. Bu Grace selaku Sekretaris Dewan Pembina juga sudah menyampaikan isyarat itu," ujarnya.

Meski demikian, Bestari belum memastikan Jokowi akan menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina PSI. Ia hanya menegaskan bahwa Jokowi telah ditempatkan sebagai patron dan panutan bagi kader PSI.

"Belum pun Pak Jokowi ada dalam struktur, kami sudah bersepakat meletakkan beliau sebagai patron panutan kami dalam berpartai di PSI," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Pembina PSI Grace Natalie belum mengonfirmasi secara tegas bahwa sosok "Bapak J" yang dimaksud adalah Jokowi.

"Saya katakan Bapak J. Saya tidak sebut Pak Jokowi," kata Grace kepada Suara.com, Sabtu (13/6/2026).

Grace meminta publik menunggu kepastian mengenai posisi Jokowi di PSI.

"Ditunggu saja, hehe," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PDIP Bongkar Taktik PSI: Bajak Kader demi Besar Instan, Urusan Jokowi Selesai!

PDIP Bongkar Taktik PSI: Bajak Kader demi Besar Instan, Urusan Jokowi Selesai!

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:48 WIB

PDIP Tegaskan Tutup Buku dengan Jokowi: Mau Pakai Jaket PSI, Itu Urusannya

PDIP Tegaskan Tutup Buku dengan Jokowi: Mau Pakai Jaket PSI, Itu Urusannya

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:17 WIB

Pangi Syarwi: Kalau Bicara Gibran Lihat Jokowi di Belakangnya, Bisa Jadi Dia Presiden Malam Kan

Pangi Syarwi: Kalau Bicara Gibran Lihat Jokowi di Belakangnya, Bisa Jadi Dia Presiden Malam Kan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:00 WIB

Terkini

5 Sabun Cuci Muka untuk Kulit Kering dan Kusam di Bawah Rp50 Ribu

5 Sabun Cuci Muka untuk Kulit Kering dan Kusam di Bawah Rp50 Ribu

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:32 WIB

Saham RANS Milik Raffi Ahmad Terpuruk! Ribuan Investor Angkat Kaki

Saham RANS Milik Raffi Ahmad Terpuruk! Ribuan Investor Angkat Kaki

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Saya Kira Saya Malas, Ternyata Otak Saya Disetel Ulang untuk Gagal Fokus

Saya Kira Saya Malas, Ternyata Otak Saya Disetel Ulang untuk Gagal Fokus

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:25 WIB

Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival

Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:22 WIB

Sassuolo Terpuruk Tanpa Jay Idzes, Pertahanan Bobol 16 Gol dalam 8 Laga

Sassuolo Terpuruk Tanpa Jay Idzes, Pertahanan Bobol 16 Gol dalam 8 Laga

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:21 WIB

Mees Hilgers Comeback Usai 520 Hari, Pelatih Heerenveen Langsung Beri Tantangan

Mees Hilgers Comeback Usai 520 Hari, Pelatih Heerenveen Langsung Beri Tantangan

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:14 WIB

Pertamina Bidik Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat dan Bensin Hijau

Pertamina Bidik Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat dan Bensin Hijau

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:11 WIB

Uang Jadi Tolak Ukur Memperlakukan Manusia di Buku Crazy Rich Asians

Uang Jadi Tolak Ukur Memperlakukan Manusia di Buku Crazy Rich Asians

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Pembalut Dikenakan PPN, Negara Tak Etis Pajaki Kebutuhan Dasar Perempuan

Pembalut Dikenakan PPN, Negara Tak Etis Pajaki Kebutuhan Dasar Perempuan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Coach Justin Soroti Peran AXIS Nation Cup dalam Lahirkan Talenta Futsal Muda

Coach Justin Soroti Peran AXIS Nation Cup dalam Lahirkan Talenta Futsal Muda

Sport | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:03 WIB

×