- Kericuhan melibatkan warga negara asing terjadi di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada Senin, 15 Juni 2026 malam.
- Polisi mengamankan pihak terkait untuk dimintai keterangan setelah menerima laporan dari petugas keamanan bandara setempat.
- Insiden dipicu masalah lama antarwarga negara asing dan berhasil diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi pihak kepolisian.
Suara.com - Sebuah unggahan di media sosial yang memperlihatkan seorang pria tergeletak di lantai dan diduga diseret petugas di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, viral dan memicu beragam spekulasi publik.
Unggahan akun Instagram Infojakarta.co.id pada Senin (15/6/2026) malam menyebut terjadi kericuhan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.
Dalam video yang beredar, tampak sejumlah petugas keamanan dan kerumunan penumpang mengelilingi seorang pria yang berada di lantai area terminal.
"Senin malam, 15 Juni 2026, dilaporkan terjadi kericuhan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Terpantau seorang penumpang diseret oleh petugas bandara. Belum diketahui kronologi pasti kejadian ini," tulis akun tersebut.
Belakangan, Polresta Bandara Soekarno-Hatta memberikan penjelasan terkait insiden yang viral tersebut.
Polisi menyebut keributan terjadi di area counter check-in maskapai Cathay Pacific sekitar pukul 20.30 WIB.
Informasi awal diterima dari petugas Aviation Security (Avsec) yang kemudian meminta bantuan aparat kepolisian untuk melakukan pengamanan.
Personel Polsubsektor Terminal 3 bersama petugas Avsec langsung menuju lokasi guna mengendalikan situasi dan mencegah gangguan terhadap aktivitas pelayanan penumpang.
Setelah kondisi berhasil diamankan, sejumlah warga negara asing (WNA) yang terlibat perselisihan dibawa ke Mako Polsubsektor Terminal 3 untuk dimintai keterangan.
Dalam proses pemeriksaan, polisi bahkan menghadirkan penerjemah bahasa Mandarin untuk memfasilitasi komunikasi dengan pihak-pihak yang terlibat.
Hasil klarifikasi mengungkap bahwa keributan tersebut bukan dipicu persoalan di bandara, melainkan akibat kesalahpahaman yang berakar dari masalah lama di negara asal mereka.
"Berdasarkan hasil mediasi dan dialog yang dilakukan, diketahui bahwa keributan dipicu oleh kesalahpahaman terkait permasalahan yang diduga pernah terjadi di negara asal mereka beberapa tahun sebelumnya," ungkap Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Wisnu Wardana kepada wartawan, Selasa (16/6/2026).
Menurut Wisnu pendekatan persuasif dan mediasi menjadi langkah utama untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
"Setelah dilakukan klarifikasi dan mediasi dengan bantuan penerjemah, para pihak memahami duduk permasalahan yang terjadi dan sepakat menyelesaikannya secara kekeluargaan tanpa melanjutkan ke proses hukum," katanya.
Wisnu juga memastikan situasi di Terminal 3 kembali kondusif setelah proses mediasi selesai dilakukan. Aktivitas pelayanan penumpang pun disebut tetap berjalan normal tanpa gangguan berarti.
Polresta Bandara Soekarno-Hatta pun mengimbau seluruh pengguna jasa bandara untuk mengedepankan komunikasi yang baik dalam menyelesaikan persoalan serta segera melapor kepada petugas apabila menemukan potensi gangguan keamanan.
"Seluruh rangkaian penanganan berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga para pihak meninggalkan lokasi," pungkasnya.