Studi: Pemanasan Global Berpotensi Memicu Pelepasan Metana Lebih Besar dari Ekosistem Alami

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:42 WIB
Studi: Pemanasan Global Berpotensi Memicu Pelepasan Metana Lebih Besar dari Ekosistem Alami
Potret Danau Sebagai Wilayah Perairan Alami (Pexels/Neez R)

Suara.com - Pemanasan global tidak hanya meningkatkan emisi dari aktivitas manusia, tetapi juga berpotensi memicu pelepasan gas rumah kaca dari alam dalam skala yang lebih besar.

Penelitian terbaru menemukan kenaikan suhu Bumi dapat mempercepat pelepasan metana (CH4) dari ekosistem alami seperti danau, kolam, sungai, dan lahan basah.

Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Nature Climate Change. Para peneliti menemukan bahwa mikroorganisme yang selama ini membantu mengurangi emisi metana tidak mampu mengimbangi peningkatan produksi gas tersebut ketika suhu meningkat.

Metana sendiri merupakan salah satu gas rumah kaca paling kuat. Dalam periode 20 tahun, daya pemanasannya diperkirakan mencapai sekitar 85 kali lebih besar dibandingkan karbon dioksida (CO2).

Selama ini, pembahasan emisi metana lebih banyak berfokus pada sektor peternakan, energi, dan aktivitas manusia lainnya. Padahal, hampir separuh emisi metana global berasal dari proses alami yang melibatkan mikroorganisme di ekosistem air tawar dan lahan basah.

Untuk memahami dampak jangka panjang kenaikan suhu, peneliti memanfaatkan kondisi alami di sejumlah wilayah Arktik yang memiliki aliran sungai hangat akibat aktivitas geotermal. Lokasi penelitian mencakup Alaska, Greenland, Islandia, Svalbard, hingga Kamchatka.

Melalui pendekatan tersebut, peneliti dapat melihat bagaimana komunitas mikroba merespons peningkatan suhu selama ratusan hingga ribuan tahun.

Hasilnya menunjukkan mikroba pengoksidasi metana memang menjadi lebih aktif ketika suhu naik. Namun, peningkatan aktivitas itu tidak cukup cepat untuk menahan lonjakan produksi metana yang terjadi akibat pemanasan.

Akibatnya, semakin banyak metana yang akhirnya lolos ke atmosfer.

baca juga

Salah satu peneliti dari University of Exeter, Profesor Gabriel Yvon-Durocher, mengatakan pola respons tersebut terlihat konsisten di berbagai lokasi penelitian.

“Yang menarik adalah, meskipun proses mikroba yang terlibat dalam emisi metana sangat kompleks, kami menemukan sensitivitas suhu yang kuat dan konsisten di berbagai ekosistem perairan tawar yang dipanaskan secara geotermal di wilayah Arktik,” kata Gabriel.

Para peneliti memperingatkan kondisi ini dapat menciptakan lingkaran umpan balik positif (positive feedback loop) dalam perubahan iklim.

Artinya, ketika suhu Bumi meningkat, produksi metana ikut bertambah. Emisi metana yang lebih tinggi kemudian memperkuat pemanasan global dan mendorong pelepasan metana lebih lanjut.

Dalam konteks Indonesia, temuan ini menjadi relevan mengingat negara ini memiliki kawasan lahan basah dan ekosistem air tawar yang luas. Data Center for International Forestry Research (CIFOR) menunjukkan Indonesia memiliki sekitar 19 juta hektar ekosistem air tawar dan lahan basah, atau sekitar 10 persen dari total luas wilayah negara.

Temuan ini memperlihatkan bahwa pengendalian perubahan iklim tidak cukup hanya menekan emisi dari industri, energi, atau transportasi. Respons ekosistem alami terhadap kenaikan suhu juga perlu diperhitungkan karena dapat mempercepat laju pemanasan secara signifikan.

Dengan kata lain, krisis iklim berpotensi memunculkan sumber emisi baru dari alam itu sendiri—yang selama ini justru membantu menjaga keseimbangan iklim global.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beruang Kutub Dulu Putih Kini Kelabu: Tanda Alam yang Terabaikan dari Krisis Iklim Global

Beruang Kutub Dulu Putih Kini Kelabu: Tanda Alam yang Terabaikan dari Krisis Iklim Global

Your Say | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:17 WIB

Sinar Matahari Ternyata Tak Cukup: Temuan Baru Ungkap Mengapa Plastik Bertahan Lama di Perairan

Sinar Matahari Ternyata Tak Cukup: Temuan Baru Ungkap Mengapa Plastik Bertahan Lama di Perairan

Lifestyle | Selasa, 16 Juni 2026 | 19:10 WIB

NHM Raih Penghargaan PROPER Biru, Cerminan Kinerja Pengelolaan Lingkungan yang Taat

NHM Raih Penghargaan PROPER Biru, Cerminan Kinerja Pengelolaan Lingkungan yang Taat

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 14:54 WIB

Terkini

Tren Gaya Hidup Baru Perempuan Gen Z: Dari Quiet Luxury ke Quiet Living

Tren Gaya Hidup Baru Perempuan Gen Z: Dari Quiet Luxury ke Quiet Living

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 13:45 WIB

Maestro Seni Rupa Nasirun Wafat, Rencana Pameran pun Batal

Maestro Seni Rupa Nasirun Wafat, Rencana Pameran pun Batal

Jogja | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 13:40 WIB

Tiga Jam Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie, Kejagung Sita Dokumen Pencucian Uang

Tiga Jam Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie, Kejagung Sita Dokumen Pencucian Uang

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 13:39 WIB

Malaysia Ketar-ketir! Tan Cheng Hoe Nilai Timnas Indonesia Tim Paling Kuat di Grup A

Malaysia Ketar-ketir! Tan Cheng Hoe Nilai Timnas Indonesia Tim Paling Kuat di Grup A

Bola | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 13:37 WIB

6 Tinted Sunscreen dengan Finish Glowing Natural Terbaik Sesuai Klaim dan Harga

6 Tinted Sunscreen dengan Finish Glowing Natural Terbaik Sesuai Klaim dan Harga

Lifestyle | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 13:36 WIB

BUMN Tak Lagi Dominan, Prabowo Buka Ruang Lebih Besar bagi Dunia Usaha Swasta

BUMN Tak Lagi Dominan, Prabowo Buka Ruang Lebih Besar bagi Dunia Usaha Swasta

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 13:35 WIB

Review The Lost Library: Misteri Perpustakaan Hilang yang Penuh Kejutan

Review The Lost Library: Misteri Perpustakaan Hilang yang Penuh Kejutan

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI

Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 13:26 WIB

Cara Memperbesar Tulisan dan Ikon di HP Android untuk Lansia, Biar Lebih Nyaman Dipakai

Cara Memperbesar Tulisan dan Ikon di HP Android untuk Lansia, Biar Lebih Nyaman Dipakai

Tekno | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 13:25 WIB

Review Drama Light to the Night, Kasus Hilangnya Ayah dan Anak di Tahun 90

Review Drama Light to the Night, Kasus Hilangnya Ayah dan Anak di Tahun 90

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 13:20 WIB

×