Guru Besar UI Bongkar Keanehan Program MBG, Data Stunting dan Lokasi Dapur Tak Nyambung

Bangun Santoso, Lilis Varwati

Rabu, 17 Juni 2026 | 16:35 WIB
Guru Besar UI Bongkar Keanehan Program MBG, Data Stunting dan Lokasi Dapur Tak Nyambung
Potret dapur MBG (bgn.go.id)
baca 10 detik
  • Guru Besar FEB UI Mohamad Ikhsan mengkritik pemerintah karena merumuskan kebijakan publik tanpa didasarkan pada data empiris yang sistematis.
  • Ikhsan menyoroti ketidaktepatan desain Program Makan Bergizi Gratis karena distribusi dapur layanan tidak berfokus pada wilayah stunting tinggi.
  • Data per Juni 2026 menunjukkan konsentrasi dapur MBG terbanyak justru berada di Pulau Jawa yang memiliki prevalensi stunting rendah.

Suara.com - Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) Mohamad Ikhsan mengkritik proses perumusan sejumlah kebijakan publik yang dinilainya belum sepenuhnya berbasis data dan bukti empiris. Salah satu yang disorot adalah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Ikhsan, teknokrasi tidak berarti negara harus dijalankan oleh para ekonom atau kelompok ahli tertentu. Namun, kebijakan publik seharusnya lahir melalui proses yang sistematis dan berbasis bukti.

"Teknokrasi itu bukan berarti negara harus dijalankan oleh para ekonom. Teknokrasi berarti keputusan publik itu harus dibuat melalui satu proses. Ada evidence dari data, ada analisis biaya dan manfaat, lalu konsultasi, lalu evaluasi alternatif, apa benar ini yang paling baik," kata Ikhsan dalam diskusi Kondisi Ekonomi dan Demokrasi Indonesia yang digelar Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Ia mencontohkan Program MBG yang diluncurkan pemerintah untuk mengatasi persoalan gizi dan stunting. Menurut dia, tingginya angka stunting di Indonesia memang menjadi persoalan yang harus diselesaikan.

Namun, pemerintah perlu memastikan bahwa desain kebijakan yang dipilih benar-benar menjadi jawaban atas masalah tersebut.

"Katakanlah misalnya MBG ini, kita sadar bahwa angka stunting di Indonesia tinggi. Tapi apa model MBG ini merupakan jawaban?" ujarnya.

Ikhsan secara khusus menyoroti distribusi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang menurutnya justru lebih banyak berada di wilayah dengan tingkat stunting relatif rendah.

"Dapurnya ternyata paling banyak di daerah-daerah yang stuntingnya rendah, ini enggak masuk akal. Ini karena proses pengambilan keputusannya itu, policy formulation-nya tidak berdasarkan evidence-based," tegasnya.

Data Badan Gizi Nasional (BGN) per Juni 2026 menunjukkan jumlah SPPG terbanyak memang terkonsentrasi di sejumlah provinsi di Pulau Jawa.

baca juga

10 provinsi dengan jumlah SPPG terbanyak per Juni 2026:

  1. Jawa Barat: 6.721 unit
  2. Jawa Tengah: 4.592 unit
  3. Jawa Timur: 4.340 unit
  4. Sumatera Utara: 1.591 unit
  5. Banten: 1.428 unit
  6. Lampung: 1.209 unit
  7. Sulawesi Selatan: 892 unit
  8. Nusa Tenggara Barat: 871 unit
  9. Sumatera Selatan: 850 unit
  10. Riau: 775 unit

Sementara itu, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, sejumlah daerah dengan prevalensi stunting tertinggi justru tidak masuk dalam daftar provinsi dengan jumlah dapur MBG terbanyak.

10 provinsi dengan prevalensi stunting tertinggi berdasarkan SSGI 2024:

  1. Nusa Tenggara Timur (NTT): 37 persen
  2. Sulawesi Barat: 35,4 persen
  3. Papua Barat Daya: 30,5 persen
  4. Nusa Tenggara Barat (NTB): 29,8 persen
  5. Aceh: 28,6 persen
  6. Maluku: 28,4 persen
  7. Kalimantan Barat: 26,8 persen
  8. Sulawesi Tengah: 26,1 persen
  9. Sulawesi Tenggara: 26,1 persen
  10. Papua Selatan: 25,7 persen

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!

'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:37 WIB

BEM Bersatu Ternyata Mahasiswa Palsu? Deretan Kampus yang 'Diseret' Konpers Beri Klarifikasi Keras

BEM Bersatu Ternyata Mahasiswa Palsu? Deretan Kampus yang 'Diseret' Konpers Beri Klarifikasi Keras

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:07 WIB

Dituding Jadi Aktor Intelektual Demo Tolak MBG, PDIP Buka Suara: Mahasiswa Nggak Bisa Diperintah!

Dituding Jadi Aktor Intelektual Demo Tolak MBG, PDIP Buka Suara: Mahasiswa Nggak Bisa Diperintah!

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:05 WIB

KPK Sudah Selidiki Kasus MBG Sebelum Kejagung Menetapkan Dadan dkk Tersangka

KPK Sudah Selidiki Kasus MBG Sebelum Kejagung Menetapkan Dadan dkk Tersangka

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:05 WIB

Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG

Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 12:26 WIB

BEM Bersatu dari Universitas Mana Saja? Sederet Kampus Klarifikasi Bantah Ikut Terlibat

BEM Bersatu dari Universitas Mana Saja? Sederet Kampus Klarifikasi Bantah Ikut Terlibat

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 11:30 WIB

Kemenham Akui Tata Kelola Makan Bergizi Belum Sempurna, tapi Tolak Label Pelanggaran HAM

Kemenham Akui Tata Kelola Makan Bergizi Belum Sempurna, tapi Tolak Label Pelanggaran HAM

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 10:40 WIB

Terkini

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:17 WIB

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Health | Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

×