- Jasa Marga mengintensifkan preservasi jalan tol di berbagai ruas strategis selama Juni 2026 demi kelancaran libur sekolah.
- Perbaikan infrastruktur dilakukan melalui metode pemeliharaan rutin, preventif, serta penggunaan teknologi modern untuk mendeteksi kerusakan jalan secara presisi.
- Pengerjaan dilakukan pada malam hari guna meminimalkan gangguan lalu lintas serta memastikan keamanan perjalanan bagi pengguna jalan tol.
Suara.com - Menyambut lonjakan mobilitas pada periode libur sekolah, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengintensifkan program preservasi rutin dan preventif di seluruh ruas jalan tol yang dikelolanya.
Langkah ini dilakukan guna memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan pengguna jalan.
Sebagai operator jalan tol terbesar di Indonesia, Jasa Marga menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas infrastruktur sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Upaya ini menjadi bagian dari pelayanan berkelanjutan kepada masyarakat, khususnya di momen meningkatnya volume kendaraan.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyebut pemeliharaan jalan tol merupakan fondasi utama layanan transportasi yang andal.
Menurutnya, kondisi jalan sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti curah hujan tinggi dan beban kendaraan berat Over Dimension Over Loading (ODOL).
“Melalui program preservasi jalan yang terencana dengan baik, kami memastikan kualitas jalan tol tetap prima sehingga masyarakat bisa bepergian dengan lebih aman dan nyaman, terutama jelang periode libur sekolah mendatang,” ujar Rivan.
Program preservasi ini dijalankan melalui anak usaha PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM).
Kegiatan yang dilakukan mencakup peningkatan kapasitas gerbang tol, pemasangan Median Concrete Barrier (MCB), renovasi gerbang dan plaza tol, hingga pekerjaan Scrapping, Filling, and Overlay (SFO) serta penambalan jalan.
Selain itu, strategi preventif juga diutamakan untuk mencegah kerusakan sejak dini, termasuk penanganan lubang jalan (pothole).
Setiap potensi kerusakan ditargetkan dapat ditangani maksimal dalam waktu 2x24 jam sejak terdeteksi, dengan dukungan petugas operasional siaga 24 jam.
Sepanjang Juni 2026, kegiatan preservasi dilakukan secara masif di sejumlah ruas strategis, seperti Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jakarta-Tangerang, Cipularang, Padaleunyi, serta Jakarta Outer Ring Road (JORR).
Perbaikan ini difokuskan untuk menjaga kualitas perkerasan jalan tetap optimal.
Untuk meningkatkan akurasi identifikasi kerusakan, Jasa Marga juga memanfaatkan teknologi modern.
Salah satunya melalui penggunaan kendaraan inspeksi Smart Car Vehicle Hawkeye 2000 yang mampu memindai kondisi jalan secara presisi.
Data hasil pemindaian tersebut langsung terintegrasi dengan sistem kecerdasan buatan di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC)
Teknologi ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat dalam penanganan di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, Jasa Marga memastikan pekerjaan dilakukan dengan tetap menjaga keselamatan pengguna jalan.
Mayoritas kegiatan dijadwalkan pada malam hingga dini hari untuk meminimalkan gangguan terhadap arus lalu lintas.
Informasi terkait pekerjaan preservasi disampaikan secara real-time melalui aplikasi Travoy, media sosial resmi, serta layanan One Call Center 133.
Pengguna jalan juga dapat memanfaatkan informasi tersebut untuk menentukan rute alternatif.
“Kami sangat mengapresiasi peran aktif pengguna jalan yang melaporkan kondisi infrastruktur. Jika menemui kendala, masyarakat dapat melapor melalui aplikasi Travoy atau One Call Center 133, dan akan segera ditindaklanjuti,” tutup Rivan.
Melalui sinergi antara pemeliharaan infrastruktur, pemanfaatan teknologi digital, serta partisipasi masyarakat, Jasa Marga terus berkomitmen menghadirkan konektivitas jalan tol yang aman, nyaman, dan berkeselamatan di Indonesia.