Bicara Rokok Murah untuk Warga Miskin Anggota DPR PAN Kena Semprot Forum Konsumen

Vania Rossa, Novian Ardiansyah

Kamis, 18 Juni 2026 | 10:22 WIB
Bicara Rokok Murah untuk Warga Miskin Anggota DPR PAN Kena Semprot Forum Konsumen
Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) Tulus Abadi. (Foto dok. pribadi)
  • Tulus Abadi dari FKBI mengkritik usulan Andi Yuliani Paris terkait penyediaan rokok murah bagi masyarakat miskin.
  • Usulan tersebut dianggap bertentangan dengan UU Cukai yang mewajibkan produk adiktif dijual dengan harga tinggi.
  • Data BPS menunjukkan konsumsi rokok membebani ekonomi rumah tangga miskin lebih besar dibanding pengeluaran untuk pangan.

Suara.com - Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi mengritik pernyataan Anggota DPR Fraksi PAN Andi Yuliani Paris dalam rapat kerja dengan Kementerian Keuangan di DPR 

Tulus menyoroti pernyataan Andi Yuliani yang meminta pemerintah memberikan kesempatan pada pabrik rokok untuk membuat produk rokok yang harganya lebih murah, khusus untuk masyarakat miskin, yang harganya terjangkau.

Menurut Tulus yang merupakan Pegiat Perlindungan Konsumen, pernyataan Andi Yuliani memalukan.

"Hanya sekelas dan selevel itu anggota DPR PAN, dalam memahami regulasi dan kebijakan. Sudah sangat gamblang bahwa rokok adalah produk adiktif yang dikenai cukai, yang memang harus dibatasi dan dikendalikan konsumsinya, apalagi untuk rumah tangga miskin," kata Tulus dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).

Berdasarkan data BPS, Tulus mengatakan justru rumah tangga miskin menggelontorkan pendapatannya lebih banyak untuk konsumsi rokok, yakni sebesar 10-11 persen. Sedangkan untuk lauk pauk justru hanya 3,5 persen. 

Merujuk pada filosofi aspek normatif UU Cukai, Tulus mengingatkan bahwa produk yang dikenakan cukai justru harus dijual dengan bandrol harga yang lebih mahal. 

Harga yang tinggi tersebut diterapkan semata untuk melindungi masyarakat. 

"Bukan malah dijual dengan harga murah dengan pertimbangan daya beli, jelas ini usulan yang absurd," kata Tulus.

Tulus mengatakan pernyataan Andi Yuliani sebagai Anggota DPR sangat memalukan dan merendahkan derajat masyarakat menengah bawah.

"Karena mentang-mentang masyarakat miskin lalu diberikan produk beracun, yang justru bisa menyakiti, memiskinkan bahkan membunuh mereka. Penyataan itu sama artinya mendorong agar kemiskinan akut tetap langgeng, dan akhirnya mereka gampang dibodohi dan ditipu para pemimpin dan para politisi kampungan," kata Tulus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aturan Kemasan Polos Rokok Dinilai Bisa Bikin Pendapatan Pedagang Makin Seret

Aturan Kemasan Polos Rokok Dinilai Bisa Bikin Pendapatan Pedagang Makin Seret

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:58 WIB

Vape Jadi Alat Bantu Beralih Merokok Paling Populer di Inggris

Vape Jadi Alat Bantu Beralih Merokok Paling Populer di Inggris

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 07:45 WIB

Gegara Bau Asap, Perokok Mulai Berbondong-bondong Gunakan Vape

Gegara Bau Asap, Perokok Mulai Berbondong-bondong Gunakan Vape

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:41 WIB

Terkini

Negara Rebut Paksa Lahan GBK dari Swasta, Minta 15 Bangunan Dikosongkan Serentak

Negara Rebut Paksa Lahan GBK dari Swasta, Minta 15 Bangunan Dikosongkan Serentak

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:21 WIB

Sempat Absen, Bos Maktour Fuad Datangi KPK untuk Diperiksa Kasus Haji

Sempat Absen, Bos Maktour Fuad Datangi KPK untuk Diperiksa Kasus Haji

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:14 WIB

Kivlan Zen Ikut Kawal Eksekusi Hotel Sultan: Aparat Jangan Represif, Saya Juga Mantan Prajurit

Kivlan Zen Ikut Kawal Eksekusi Hotel Sultan: Aparat Jangan Represif, Saya Juga Mantan Prajurit

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:05 WIB

Nyanyian Bos Blueray Seret Nama Dirjen Bea Cukai, KPK: Tak Akan Kami Lepaskan Begitu Saja!

Nyanyian Bos Blueray Seret Nama Dirjen Bea Cukai, KPK: Tak Akan Kami Lepaskan Begitu Saja!

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:21 WIB

Unik, Perjanjian Damai AS - Iran Dibuat dengan 2 Bahasa Ini

Unik, Perjanjian Damai AS - Iran Dibuat dengan 2 Bahasa Ini

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:21 WIB

Kata-kata Donald Trump Akhirnya Perang dengan Iran Berakhir: Ini Tidak...

Kata-kata Donald Trump Akhirnya Perang dengan Iran Berakhir: Ini Tidak...

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:10 WIB

Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan

Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:04 WIB

Isi 14 Poin Perjanjian Damai AS - Iran Akhiri Perang

Isi 14 Poin Perjanjian Damai AS - Iran Akhiri Perang

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:01 WIB

Libur Sekolah Tiba, Ini 3 Aktivitas Seru yang Bisa Dicoba Bersama Keluarga Tanpa Keluar Banyak Biaya

Libur Sekolah Tiba, Ini 3 Aktivitas Seru yang Bisa Dicoba Bersama Keluarga Tanpa Keluar Banyak Biaya

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB

Usai Terima Massa Aksi, Gibran Ajak Mahasiswa Kunker Pantau MBG dan Kopdes Merah Putih

Usai Terima Massa Aksi, Gibran Ajak Mahasiswa Kunker Pantau MBG dan Kopdes Merah Putih

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 08:55 WIB