Iran Keluarkan Ancaman Kalau Donald Trump Bohong dengan Perjanjian Damai

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 18 Juni 2026 | 11:06 WIB
Iran Keluarkan Ancaman Kalau Donald Trump Bohong dengan Perjanjian Damai
Donald Trump dan Mohammad Bagher Ghalibaf (AI)
baca 10 detik
  • Iran mengancam akan membatalkan komitmen jika Amerika Serikat melanggar poin perjanjian damai.

  • Presiden Trump dan Presiden Pezeshkian sepakat mengakhiri perang demi memulihkan jalur Selat Hormuz.

  • Kesepakatan 14 poin ini mencakup pencabutan sanksi ekonomi dan pemulihan akses perbankan Iran.

Suara.com - Iran menegaskan tidak akan menjalankan kesepakatan damai jika Presiden Donald Trump mengkhianati komitmen yang telah disepakati bersama. Langkah tegas ini diambil demi memastikan Amerika Serikat benar-benar mencabut sanksi ekonomi mereka.

Ketua Parlemen Iran sekaligus negosiator kunci, Mohammad Bagher Ghalibaf, melontarkan peringatan keras tersebut kepada publik. Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa Teheran tidak akan tinggal diam jika dibohongi.

"Jika Amerika Serikat tidak menghormati komitmennya, tidak ada cara bagi Iran untuk menghormati komitmentnya sendiri," ujar Ghalibaf tegas melalui saluran media Korps Garda Revolusi Islam Iran.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memimpin perundingan dengan Amerika Serikat di Pakistan pada Sabtu (11/4/2026). Iran akan membuka Selat Hormuz jika asetnya di Qatar dikembalikan. [X/IRIB News]
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memimpin perundingan dengan Amerika Serikat di Pakistan pada Sabtu (11/4/2026). Iran akan membuka Selat Hormuz jika asetnya di Qatar dikembalikan. [X/IRIB News]

Peringatan ini muncul tepat setelah Presiden Donald Trump dan Presiden Masoud Pezeshkian menandatangani nota kesepahaman baru. Hubungan kedua negara yang sempat membeku kini memasuki babak baru yang penuh ketidakpastian.

Kesepakatan bilateral tersebut ditujukan untuk menghentikan konflik bersenjata yang melelahkan kedua belah pihak. Selain itu, jalur perdagangan vital di Selat Hormuz akan segera dibuka kembali.

Rencana perdamaian yang disepakati ini mencakup 14 poin krusial bagi masa depan ekonomi Timur Tengah. Salah satu poin utamanya adalah penghapusan sanksi sepihak yang selama ini mencekik Teheran.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mendapat sambutan megah saat tiba di Beijing, Rabu malam waktu setempat, untuk menghadiri pertemuan penting dengan Presiden China, Xi Jinping. [Tangkap layar x]
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mendapat sambutan megah saat tiba di Beijing, Rabu malam waktu setempat, untuk menghadiri pertemuan penting dengan Presiden China, Xi Jinping. [Tangkap layar x]

Pemulihan hak ini memungkinkan Iran mendongkrak kembali pendapatan negara dari sektor penjualan minyak mentah. Teheran juga bakal mendapatkan lagi akses penuh ke jaringan perbankan internasional.

Proses diplomasi tingkat tinggi ini diakui berjalan sangat alot oleh para pemimpin dunia. Kendati demikian, momentum ini dinilai menjadi titik balik penting bagi stabilitas geopolitik.

"Ini tidak mudah," aku Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menandatangani dokumen memorandum tersebut.

baca juga

Pertemuan bersejarah ini berlangsung di Istana Versailles, Prancis, di bawah pengawasan ketat para diplomat. Kehadiran para pemimpin dunia menandai pentingnya stabilitas di kawasan penghasil energi tersebut.

Presiden Prancis Emmanuel Macron bertindak langsung sebagai tuan rumah yang memfasilitasi makan malam diplomatik tersebut. Ia juga membagikan momen krusial ini melalui sebuah unggahan video di media sosial.

Melalui akun resminya di platform X, Macron menyampaikan optimisme tinggi terkait masa depan perdamaian ini. Ia yakin kesepakatan ini membawa dampak positif bagi konsumen global.

Macron menyatakan bahwa rencana 14 poin tersebut "membuka jalan bagi perdamaian abadi" dan akan menyebabkan penurunan harga energi. Pernyataan ini membawa angin segar bagi pasar yang sedang bergejolak.

Sebagai latar belakang, konflik berkepanjangan antara AS dan Iran sebelumnya telah melumpuhkan jalur pelayaran Selat Hormuz. Pemblokiran ini sempat memicu lonjakan harga minyak mentah di pasar internasional.

Sanksi ekonomi yang dijatuhkan Washington sebelumnya bertujuan mengisolasi Teheran dari sistem keuangan global. Melalui memorandum Versailles ini, kedua negara kini mencoba merajut kembali stabilitas yang sempat hilang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dihalangi Visa hingga Diusir: Mengapa Iran Jadi Korban Diskriminasi di Piala Dunia 2026?

Dihalangi Visa hingga Diusir: Mengapa Iran Jadi Korban Diskriminasi di Piala Dunia 2026?

Your Say | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:58 WIB

Perdamaian AS - Iran Tekan Harga Minyak Dunia, Risiko Krisis Energi Mulai Mereda

Perdamaian AS - Iran Tekan Harga Minyak Dunia, Risiko Krisis Energi Mulai Mereda

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:08 WIB

Unik, Perjanjian Damai AS - Iran Dibuat dengan 2 Bahasa Ini

Unik, Perjanjian Damai AS - Iran Dibuat dengan 2 Bahasa Ini

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:21 WIB

Terkini

Cukup Pakai BRI Kartu Kredit Visa Contactless, Dapatkan Diskon 25% Produk Jus Buah Boost

Cukup Pakai BRI Kartu Kredit Visa Contactless, Dapatkan Diskon 25% Produk Jus Buah Boost

Lampung | Kamis, 17 September 2026 | 22:45 WIB

Rekonstruksi Penyekapan Berujung Kematian di Sumedang, Korban Diikat Jadi Sorotan

Rekonstruksi Penyekapan Berujung Kematian di Sumedang, Korban Diikat Jadi Sorotan

Jabar | Kamis, 17 September 2026 | 22:44 WIB

Nikmati Diskon 25% Produk Jus Buah Boost Pakai Promo BRI Kartu Kredit

Nikmati Diskon 25% Produk Jus Buah Boost Pakai Promo BRI Kartu Kredit

Sumsel | Kamis, 17 September 2026 | 22:39 WIB

Kendal Tornado FC Incar Kemenangan Keempat Beruntun atas Persipura

Kendal Tornado FC Incar Kemenangan Keempat Beruntun atas Persipura

Jawa Tengah | Kamis, 17 September 2026 | 22:37 WIB

Jangan Lewatkan Promo BRI Kartu Kredit untuk Jus Buah Boost, Diskon 25% dengan Tap to Pay

Jangan Lewatkan Promo BRI Kartu Kredit untuk Jus Buah Boost, Diskon 25% dengan Tap to Pay

Sumbar | Kamis, 17 September 2026 | 22:30 WIB

Pokemon Gandeng Wayang Indonesia, Fadli Zon Sebut Bentuk Akulturasi Budaya Baru

Pokemon Gandeng Wayang Indonesia, Fadli Zon Sebut Bentuk Akulturasi Budaya Baru

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 22:26 WIB

Pemuda di Bandung Barat Diduga Uji Coba Bom Rakitan 56 Kali, Polisi Sita Bahan Peledak

Pemuda di Bandung Barat Diduga Uji Coba Bom Rakitan 56 Kali, Polisi Sita Bahan Peledak

Jabar | Kamis, 17 September 2026 | 22:25 WIB

Jaga Tubuh Makin Bugar, BRI Kartu Kredit Beri Diskon 25% untuk Minuman Boost

Jaga Tubuh Makin Bugar, BRI Kartu Kredit Beri Diskon 25% untuk Minuman Boost

Riau | Kamis, 17 September 2026 | 22:24 WIB

Promo BRI Kartu Kredit: Diskon 25% di Boost dengan Tap to Pay

Promo BRI Kartu Kredit: Diskon 25% di Boost dengan Tap to Pay

Sumut | Kamis, 17 September 2026 | 22:18 WIB

Bukan Sekadar Hobi, Tanaman Hias Kini Jadi Bagian dari Gaya Hidup Berbasis Alam

Bukan Sekadar Hobi, Tanaman Hias Kini Jadi Bagian dari Gaya Hidup Berbasis Alam

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 22:11 WIB

×