Dewan Keamanan Iran Akan Luncurkan Balasan Jika Amerika Berkhianat!

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:38 WIB
Dewan Keamanan Iran Akan Luncurkan Balasan Jika Amerika Berkhianat!
Iran menyiapkan rencana balasan rahasia jika Amerika Serikat melanggar poin-poin kesepakatan damai terbaru. (IRNA)
baca 10 detik
  • Iran menyiapkan rencana balasan militer jika Amerika Serikat melanggar kesepakatan damai terbaru.

  • Donald Trump mengklaim nota kesepahaman tersebut sebagai bentuk penyerahan diri Iran tanpa syarat.

  • Internal Partai Republik mengkritik tajam diplomasi Trump yang dinilai justru memperkuat posisi Iran.

Suara.com - Iran bersiap mengambil langkah ekstrem jika Amerika Serikat berani berkhianat atas poin-poin kesepakatan damai yang baru saja disepakati.

Dewan Keamanan Nasional Iran menegaskan mereka telah menyusun strategi balasan yang matang demi merespon setiap potensi pelanggaran dari Amerika Serikat.

Pemerintah Iran memastikan tidak akan tinggal diam terhadap segala bentuk intimidasi pasca-konflik bersenjata tersebut.

Perdamaian Iran dan Amerika Serikat (AI)
Perdamaian Iran dan Amerika Serikat (AI)

Langkah taktis ini menjadi sinyal kuat bahwa Teheran memegang kendali atas kedaulatan negaranya di meja perundingan.

Meskipun dokumen kesepakatan telah ditandatangani, tensi politik kedua negara justru kembali memanas akibat pernyataan dari Gedung Putih.

"Dewan Keamanan Nasional tidak akan beristirahat sampai hak-hak penuh bangsa Iran dipulihkan," tulis pernyataan resmi yang disiarkan media pemerintah IRIB.

Pernyataan tersebut secara spesifik memperingatkan AS agar tidak keluar dari kompromi yang telah disepakati bersama.

"Jika terjadi penyimpangan atau pelanggaran dari pihak Amerika Serikat, respons timbal balik akan dilakukan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan," lanjut rilis tersebut.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump justru mengeluarkan narasi yang memicu kontroversi global terkait status perdamaian ini.

baca juga

Trump mengklaim bahwa nota kesepahaman yang diteken kedua negara merupakan bentuk takluknya Iran tanpa syarat.

Klaim sepihak ini disampaikan dalam sebuah wawancara eksklusif yang memicu perdebatan mengenai batas kekuasaan presiden.

"Kita memiliki militer paling kuat di dunia, sejauh ini," ujar Trump kepada Marc Caputo dari Axios dalam potongan wawancara yang dirilis Kamis.

Jurnalis tersebut langsung mempertanyakan validitas klaim sang presiden di tengah fakta dokumen yang ada di lapangan.

Caputo mengatakan kepada presiden bahwa "pada awal konflik, Anda berbicara tentang Anda hanya menginginkan penyerahan tanpa syarat dan MOU itu tidak terlihat seperti penyerahan tanpa syarat."

Mendapat pertanyaan kritis itu, Trump tetap bersikukuh dengan pandangan subjektifnya mengenai hasil diplomasi tersebut.

Fase krusial ini dirancang sebagai jembatan menuju kesepakatan akhir demi menghentikan konfrontasi bersenjata secara permanen.

Namun, di dalam negeri AS sendiri, kesepakatan yang dibawa Trump justru memicu keretakan politik yang mendalam di Capitol Hill.

Sejumlah senator dari Partai Republik mulai meragukan efektivitas dari hasil negosiasi yang dipimpin oleh presiden mereka.

Bahkan, kelompok senator yang tidak menghadapi beban pemilu legislatif berikutnya secara terbuka mengkritik strategi diplomasi tersebut.

Sentimen negatif ini memperlihatkan adanya kekhawatiran bahwa AS justru berada dalam posisi yang dirugikan.

Senator Bill Cassidy dari Louisiana dengan tajam meringkas situasi tersebut.

"Iran ditinggalkan dalam posisi lebih kuat, kita ditinggalkan dalam posisi lebih lemah," kritik Cassidy.

Saat ditanya mengenai pelajaran kekuasaan yang ia dapatkan dari konflik ini, Trump memberikan jawaban yang mengejutkan publik.

"Tidak ada batasan," cetus Trump ringkas.

Ia merasa kekuatan militer Amerika Serikat telah memenangkan pertempuran sepenuhnya di medan laga.

"Tidak, tidak ada. Saya belum mempelajari pelajaran itu. Saya tahu ada batasan, tapi Anda tahu tidak ada batasan. Kita mengalahkan mereka sepenuhnya secara militer," tegas Trump.

Hubungan antara Amerika Serikat dan Iran terus berada dalam siklus ketegangan tinggi yang melibatkan konfrontasi militer dan sanksi ekonomi.

Nota kesepahaman (MOU) terbaru ini awalnya diharapkan menjadi jalan keluar untuk meredam perang yang telah menguras energi kedua belah pihak.

Namun, perbedaan interpretasi antara klaim kemenangan sepihak Washington dan ketegasan sikap Teheran kini mengancam masa depan gencatan senjata tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akhirnya! Amerika Serikat dan Iran Tanda Tangan Perjanjian Sudahi Perang

Akhirnya! Amerika Serikat dan Iran Tanda Tangan Perjanjian Sudahi Perang

Video | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:34 WIB

Donald Trump Sebut Perjanjian Militer dengan Iran Sebagai Penyerahan Tanpa Syarat

Donald Trump Sebut Perjanjian Militer dengan Iran Sebagai Penyerahan Tanpa Syarat

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:57 WIB

Jelang Amerika vs Australia Piala Dunia 2026, Christian Pulisic Masih Berjuang Sembuh dari Cedera

Jelang Amerika vs Australia Piala Dunia 2026, Christian Pulisic Masih Berjuang Sembuh dari Cedera

Bola | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:33 WIB

Terkini

Hino Indonesia Perkuat Kolaborasi Pendidikan Vokasi di GIIAS 2026

Hino Indonesia Perkuat Kolaborasi Pendidikan Vokasi di GIIAS 2026

Otomotif | Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:10 WIB

Dua Kabar Baik untuk Bulog: Margin Fee Naik dan Bunga Kredit Turun, Laba Diproyeksi Rp1,14 Triliun

Dua Kabar Baik untuk Bulog: Margin Fee Naik dan Bunga Kredit Turun, Laba Diproyeksi Rp1,14 Triliun

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:10 WIB

Rapor Merah Timnas Indonesia Usai Dipecundangi Vietnam: Finishing Buruk, Pertahanan Bocor

Rapor Merah Timnas Indonesia Usai Dipecundangi Vietnam: Finishing Buruk, Pertahanan Bocor

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:09 WIB

Bedah Titik Lemah KPK: Bagaimana Dokumen Rahasia Bocor Lewat Siasat Orang Dalam?

Bedah Titik Lemah KPK: Bagaimana Dokumen Rahasia Bocor Lewat Siasat Orang Dalam?

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Geliat Literasi Anak Muda: Minat Baca Bangkit, Harga Buku Sulit

Geliat Literasi Anak Muda: Minat Baca Bangkit, Harga Buku Sulit

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Materi Pencegahan LGBTQ Masuk Sekolah, Pengamat Ingatkan Guru Jangan Menghakimi Siswa

Materi Pencegahan LGBTQ Masuk Sekolah, Pengamat Ingatkan Guru Jangan Menghakimi Siswa

Jogja | Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:43 WIB

Posisi Cermin di Kamar Tidur Baiknya di Mana? Ini Penjelasan Ahli Interior dan Feng Shui

Posisi Cermin di Kamar Tidur Baiknya di Mana? Ini Penjelasan Ahli Interior dan Feng Shui

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:30 WIB

4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik

4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:23 WIB

Usai Dibungkam Vietnam, Herdman Kirim Pesan Emosional untuk Suporter Timnas Indonesia

Usai Dibungkam Vietnam, Herdman Kirim Pesan Emosional untuk Suporter Timnas Indonesia

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:18 WIB

Dibungkam Vietnam 0-3, Peluang Indonesia ke Semifinal AFF 2026 Kian Berat

Dibungkam Vietnam 0-3, Peluang Indonesia ke Semifinal AFF 2026 Kian Berat

Foto | Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:00 WIB

×