Kaesang Jadi Magnet Baru PSI, Survei LPI Ungkap Alasan Anak Muda Mulai Melirik

Bangun Santoso

Jum'at, 19 Juni 2026 | 14:10 WIB
Kaesang Jadi Magnet Baru PSI, Survei LPI Ungkap Alasan Anak Muda Mulai Melirik
Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI Papua Pegunungan serta melantik Wakil Bupati Tolikara, Yotam Wonda sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia (DPW PSI) Papua Pegunungan, Jumat (8/5/2026). [Dok PSI]
baca 10 detik
  • Lembaga Pemilih Indonesia mensurvei 1.922 responden di 32 provinsi pada 10-17 Juni 2026 mengenai citra PSI.
  • Publik menilai sosok Kaesang Pangarep dan pengaruh Jokowi secara signifikan mampu memperkuat citra positif Partai Solidaritas Indonesia.
  • Meski citra partai menguat, elektabilitas PSI masih di bawah ambang batas parlemen yakni sebesar 1,9 persen suara nasional.

Sedangkan 16,9 persen responden menjawab kurang berpengaruh, dan 3,5 persen responden menjawab tidak berpengaruh. Sedangkan 1,8 persen responden memilih untuk tidak menjawab atau tidak tahu.

Menurut Fernando, citra positif itu pada akhirnya pada akhirnya akan mengasosiasikan figur tersebut terhadap PSI, tetapi juga atribusi atau identitas lain yang muncul dari pandangan atau penilaian responden.

Seperti halnya persepsi publik terhadap figur Jokowi yang dikenal merakyat dan gaya kepemimpinannya yang unik dan khas.

Dari temuan survei menunjukkan, rerata 64,9 persen masyarakat menilai bahwa PSI merupakan partai yang merakyat seperti Jokowi.

Dengan rincian penilaian, sebanyak 30,5 persen responden menjawab cukup merakyat, 25,5 persen menjawab merakyat, dan 8,9 persen responden menjawab sangat merakyat.

Lalu sebanyak 21,4 persen responden menyebutkan kurang merakyat, 11,7 persen responden menjawab tidak merakyat dan 2 persen responden memilih untuk tidak menjawab atau tidak tahu.

Survei LPI juga mendapati bahwa rerata 64,2 persen masyarakat menilai bahwa pengaruh dukungan Jokowi masih cukup kuat dalam memengaruhi pertimbangan masyarakat terhadap pilihan partai politik.

Dengan rincian sebanyak 26,7 persen responden menyatakan pasti akan mempertimbangkan, lalu 11,2 persen menyatakan sangat pasti akan mempertimbangkan partai yang didukung Jokowi, dan sebesar 26,3 persen responden menyatakan cukup pasti akan mempertimbangkan.

Kemudian, responden yang menyatakan kurang pasti akan mempertimbangkan sebesar 19,1 persen, sedangkan 13,2 persen menyatakan tidak pasti akan mempertimbangkan partai yang didukung Jokowi. Sementara itu, 3 persen responden tidak memberikan jawaban.

baca juga

Namun, di balik citra yang relatif positif, survei LPI juga menemukan fakta yang kontras pada sisi elektabilitas.

Saat responden ditanyai pilihannya partainya, jika pemilu dilaksanakan hari ini, PSI hanya memperoleh 1,9 persen suara nasional dari survei itu, diperoleh bahwa PSI di bawah PPP sebesar 2,8 persen dan berselisih tipis dengan Partai Perindo yaitu 1 persen.

Dengan kata lain, masih berada di bawah ambang batas parlemen (Threshold) atau sebesar 4 persen (PT) suara nasional.

Jawaban dari pandangan responden, terlihat bahwa lima partai besar masih mendominasi peta elektoral nasional.

Survei LPI mendapati bahwa, Gerindra (21,9 persen), PDIP (19 persen), Golkar (8,1 persen), PKB (7,9 persen), dan PKS (4,7 persen) merupakan lima partai yang masih mendominasi perolehan suara pemilu.

"Temuan ini menarik, sekaligus paradoks (tantangan) yang harus dicermati lebih lanjut oleh PSI. Bahwa loyalitas terhadap Jokowi masih kuat, namun belum cukup untuk mendorong publik benar-benar berpindah pilihan ke PSI dalam jumlah signifikan. Artinya, modal citra dari sosok Jokowi ini perlu segera dikonversi menjadi program kerja yang konkret dan substansi politik yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Jika tidak, popularitas yang menyertai nama Jokowi berisiko hanya menjadi citra di permukaan tanpa pernah benar-benar berubah menjadi suara di kotak pemilu," beber Fernando.

Sampel dalam survei ini diambil menggunakan metode multistage random sampling dengan teknik stratified quota sampling berdasarkan wilayah, jenis kelamin, kelompok usia, dan pendidikan, untuk memastikan komposisi sampel mendekati karakteristik populasi.

Populasi survei adalah seluruh warga negara Indonesia berusia 17 tahun ke atas atau yang telah memiliki hak pilih, baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan. Jumlah sampel sebanyak 1.922 responden dengan margin of error sebesar ±2,54 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Survei LPI: Jokowi Jadi Magnet Dongkrak Citra Positif PSI

Survei LPI: Jokowi Jadi Magnet Dongkrak Citra Positif PSI

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:29 WIB

Nur Alam Masuk PSI Meski Berstatus Bebas Bersyarat, KPK Ingatkan Parpol Utamakan Rekam Jejak Kader

Nur Alam Masuk PSI Meski Berstatus Bebas Bersyarat, KPK Ingatkan Parpol Utamakan Rekam Jejak Kader

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:30 WIB

PSI: Kunjungan Jokowi ke Daerah Bukan Safari Politik, Tapi Memenuhi Undangan

PSI: Kunjungan Jokowi ke Daerah Bukan Safari Politik, Tapi Memenuhi Undangan

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 22:35 WIB

Peringati 1 Muharram 1448 H, PSI Gelar Pengajian dan Santunan untuk 100 Anak Yatim-Dhuafa

Peringati 1 Muharram 1448 H, PSI Gelar Pengajian dan Santunan untuk 100 Anak Yatim-Dhuafa

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 07:00 WIB

PDIP Tuding PSI Bajak Kader, Isyana Jawab Begini

PDIP Tuding PSI Bajak Kader, Isyana Jawab Begini

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:54 WIB

Jokowi Resmi Berjaket PSI? Pengamat Sebut Bisa Jadi Ancaman Elektoral bagi PDIP

Jokowi Resmi Berjaket PSI? Pengamat Sebut Bisa Jadi Ancaman Elektoral bagi PDIP

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:07 WIB

PDIP Bongkar Taktik PSI: Bajak Kader demi Besar Instan, Urusan Jokowi Selesai!

PDIP Bongkar Taktik PSI: Bajak Kader demi Besar Instan, Urusan Jokowi Selesai!

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:48 WIB

Terkini

Tak Hanya Emas, Tokenisasi CPO Jadi Peluang Baru Pasar Kripto RI

Tak Hanya Emas, Tokenisasi CPO Jadi Peluang Baru Pasar Kripto RI

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 15:03 WIB

BPS Akui Belanja Pemerintah Meroket di Q3 2026 Gegara Gaji Pegawai hingga MBG

BPS Akui Belanja Pemerintah Meroket di Q3 2026 Gegara Gaji Pegawai hingga MBG

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 15:01 WIB

Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau: Tentang Rasa Sakit yang Tak Pernah Benar-benar Pergi

Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau: Tentang Rasa Sakit yang Tak Pernah Benar-benar Pergi

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 15:00 WIB

Penjualan LCGC Turun 11 Persen pada 2026, Sektor Pembiayaan Buka Suara Soal Penyebabnya

Penjualan LCGC Turun 11 Persen pada 2026, Sektor Pembiayaan Buka Suara Soal Penyebabnya

Otomotif | Kamis, 05 November 2026 | 15:00 WIB

Ini Syarat Anak Disabilitas Masuk Sekolah Rakyat

Ini Syarat Anak Disabilitas Masuk Sekolah Rakyat

Sulsel | Kamis, 05 November 2026 | 14:59 WIB

Layanan Dokter ke Rumah 24 Jam Jadi Alternatif Akses Kesehatan di Surabaya

Layanan Dokter ke Rumah 24 Jam Jadi Alternatif Akses Kesehatan di Surabaya

Health | Kamis, 05 November 2026 | 14:58 WIB

HP realme Harga Rp2 Jutaan Punya Baterai hingga 8.000 mAh, Ini Pilihannya

HP realme Harga Rp2 Jutaan Punya Baterai hingga 8.000 mAh, Ini Pilihannya

Tekno | Kamis, 05 November 2026 | 14:58 WIB

Soroti Perlinduangan Anak di Asrama, KPAI Dorong Sekolah Rakyat Masuk Sistem Pendidikan Nasional

Soroti Perlinduangan Anak di Asrama, KPAI Dorong Sekolah Rakyat Masuk Sistem Pendidikan Nasional

News | Kamis, 05 November 2026 | 14:55 WIB

Mau Ikut IPO Anthropic, Investor Harus Siapkan Biaya hingga 12 Persen

Mau Ikut IPO Anthropic, Investor Harus Siapkan Biaya hingga 12 Persen

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 14:53 WIB

Uji Coba Timnas Indonesia vs Yordania 13 November Masih Abu-Abu, Fakta Lain Terbongkar

Uji Coba Timnas Indonesia vs Yordania 13 November Masih Abu-Abu, Fakta Lain Terbongkar

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 14:51 WIB

×