- Petugas keamanan berinisial I ditangkap polisi karena mencuri sembako di supermarket kawasan Tambora sejak Februari 2026.
- Pelaku mencuri barang dengan modus menyimpan sembako di loker pribadi sebelum dibawa pulang saat jam kerja.
- Aksi pencurian selama lima bulan tersebut menyebabkan kerugian pihak supermarket mencapai angka Rp70 juta bagi perusahaan.
Suara.com - Seorang petugas keamanan (satpam) sebuah supermarket di kawasan Tambora, Jakarta Barat, ditangkap polisi setelah diduga mencuri berbagai barang kebutuhan pokok (sembako) dari tempatnya bekerja.
Kanit Reskrim Polsek Tambora AKP Sudrajat Djumantara mengatakan, pelaku berinisial I (44) telah menjalankan aksinya selama sekitar lima bulan, sejak Februari 2026.
Akibat aksi tersebut, pihak supermarket diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp70 juta.
Menurut Sudrajat, pelaku memanfaatkan posisinya sebagai karyawan untuk menjalankan pencurian tanpa menimbulkan kecurigaan.
Modus yang digunakan adalah mengumpulkan berbagai barang sembako ke dalam keranjang, kemudian menyimpannya di loker pribadi sebelum dibawa keluar saat jam pulang kerja.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pelaku telah melakukan aksinya sejak Februari 2026 atau sekitar lima bulan," kata Sudrajat, Jumat (19/6/2026).
Barang-barang hasil curian kemudian dijual kembali. Uang dari penjualan tersebut digunakan pelaku untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus bermain judi online.
"Barang-barang yang dicuri kemudian dijual kembali, dan uang hasil penjualannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga serta bermain judi online," ujarnya.
Kasus ini terungkap setelah pihak manajemen supermarket mencurigai gerak-gerik pelaku yang dinilai tidak wajar. Setelah dilakukan pengawasan dan pemeriksaan internal, dugaan tersebut mengarah kepada pelaku hingga akhirnya dilaporkan kepada kepolisian.
Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui telah berulang kali melakukan pencurian dengan memanfaatkan kelengahan situasi di tempat kerjanya.
Saat ini pelaku telah diamankan dan menjalani proses hukum lebih lanjut. Atas perbuatannya, ia dijerat Pasal 476 KUHP tentang tindak pidana pencurian.