DPR Jawab Tudingan Celios: MBG Bukan Gimmick, Hasilnya Terlihat 3 Tahun Lagi

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:41 WIB
DPR Jawab Tudingan Celios: MBG Bukan Gimmick, Hasilnya Terlihat 3 Tahun Lagi
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini. (Dok: DPR)
baca 10 detik
  • Badan Gizi Nasional melakukan evaluasi total program Makan Bergizi Gratis demi meningkatkan efektivitas dan efisiensi anggaran pemerintah.
  • Celios mengkritik anggaran program tersebut yang dianggap tidak masuk akal serta menuntut fokus pada wilayah 3T.
  • Komisi IX DPR RI berkomitmen memperketat pengawasan melalui rapat berkala dengan Badan Gizi Nasional terkait pelaksanaan program.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, merespons kritik pedas yang dilayangkan Center of Economic and Law Studies (Celios) terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menanggapi tudingan bahwa program tersebut hanya menjadi ajang bagi-bagi keuntungan, Yahya mengungkapkan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini tengah melakukan evaluasi total.

Yahya menjelaskan, evaluasi yang dilakukan BGN mencakup tiga poin utama untuk memastikan program berjalan lebih efektif dan efisien.

"BGN sedang melakukan evaluasi total terkait tiga hal. Pertama, moratorium SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) atau dapur baru, jadi tidak ada pembukaan dapur baru. Kedua, refocusing penerima manfaat. Dan ketiga, efisiensi anggaran, termasuk pemberian insentif Rp6 juta per hari kepada SPPG akan dievaluasi," ujar Yahya saat dihubungi Suara.com, Kamis (19/6/2026).

Sebelumnya, Ekonom Politik Celios, Media Wahyudi Askar, mengkritik keras program MBG yang dinilai memiliki penyusunan anggaran tidak masuk akal jika mencapai ratusan triliun rupiah.

Celios berpendapat anggaran sebesar itu tidak diperlukan jika sasaran difokuskan pada wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) serta kelompok prioritas seperti ibu menyusui (busui), ibu hamil (bumil), dan balita.

Terkait tudingan Celios yang menyebut dalih pemberantasan stunting dalam program MBG hanyalah gimmick semata, Yahya Zaini memberikan pembelaan.

Ia menegaskan bahwa pemberian makanan bergizi pada kelompok 3B (bumil, busui, dan balita) adalah langkah konkret untuk memutus rantai kekerdilan pada anak.

"Untuk mengatasi stunting, MBG diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Masa paling kritis dalam pencegahan stunting adalah pada 1000 hari pertama kehidupan, yakni 270 hari di dalam kandungan dan 730 hari di luar kandungan," jelas Politisi Partai Golkar ini.

baca juga

Yahya menambahkan bahwa hasil dari program ini memang tidak bisa dilihat secara instan.

"Hasilnya belum bisa dirasakan sekarang, tetapi dua sampai tiga tahun ke depan," imbuhnya.

Ia juga memaparkan data bahwa terdapat sekitar 23 juta jiwa yang masuk dalam kategori ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Yahya mengakui bahwa hingga saat ini jangkauan program belum menyeluruh.

"Sampai sekarang belum semuanya menerima MBG, terutama di daerah 3T," katanya.

Guna memastikan evaluasi total yang dilakukan BGN berjalan sesuai rencana dan transparan, Komisi IX DPR RI berkomitmen untuk memperketat fungsi pengawasan.

Yahya memastikan pihaknya akan memanggil BGN secara berkala untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan program di lapangan.

"Komisi IX akan rutin mengadakan rapat dengan BGN untuk melakukan pengawasan," pungkasnya.

Sebelumnya, Program makan bergizi gratis (MBG) dikritik hanya menjadi kegiatan bagi-bagi keuntungan bagi kelompok tertentu yang dekat dengan pemerintah.

Ekonom Politik Center of Economic and Law Studies (Celios), Media Wahyudi Askar, mengatakan, praktik itu terlihat dari pelaksanaan program yang dinilai tidak masuk akal, terutama dalam penyusunan anggaran.

Menurut Media, anggaran MBG tidak perlu sampai ratusan triliun apabila sasarannya diberikan untuk masyarakat di wilayah terdeoan, terluar, dan tertinggal (3T) serta kelompok 3B atau busui, bumil, dan balita.

"Jika program dilanjutkan dengan sasaran wilayah 3T, keluarga miskin, balita, dan ibu hamil, anggarannya hanya sekitar Rp67 triliun untuk 26 juta penerima. Bukan Rp268 triliun, seperti yang dianggarkan sekarang," kata Media, dikutip dari postingan di akun media sosialnya, Jumat (19/6/2026).

Dari perhitungan yang ia lakukan dibandingkan dengan penggunaan anggaran oleh pemerintah untuk Badan Gizi Nasional (BGN), maka ditemukan selisih sebesar Rp201 triliun.

"201 T ini untuk siapa? Ini bancakan, memperkaya segelintir orang. Please, hentikan irasionalitas ini!" kritiknya.

Dalih bahwa MBG untuk memberantas stunting juga dinilai Media hanya gimmick semata.

Karena nyatanya sebaran pembangunan dapur MBG justru masih terpusat di Pulau Jawa, padahal angka stunting terbanyak justru ada di Provinsi Papua Pegunungan yang mencapai 40 persen.

Media mengatakan kalau di Papua Pegunungan hanya ada 13 dapur MBG. Sementara Provinsi Jawa Barat dengan angka stunting 15 persen telah dibangun sebanyak 6.347 dapur MBG.

"Stop gimmick menggunakan stunting sebagai alibi untuk mempertahankan MBG. Tidak. Kalian tidak mengatasi stunting. Pemerintah justru memperlebar ketimpangan," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mahasiswa Trisakti Minta MBG Dihentikan Sementara, Dinilai Serampangan dan Berisiko bagi APBN

Mahasiswa Trisakti Minta MBG Dihentikan Sementara, Dinilai Serampangan dan Berisiko bagi APBN

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:17 WIB

Kunjungan Gibran ke NTT, Ingin Pesantren dan Gereja Dilibatkan Dalam MBG

Kunjungan Gibran ke NTT, Ingin Pesantren dan Gereja Dilibatkan Dalam MBG

Video | Jum'at, 19 Juni 2026 | 14:21 WIB

Membaca Hasil Survei MBG: Dari Kepuasan Menuju Kapabilitas

Membaca Hasil Survei MBG: Dari Kepuasan Menuju Kapabilitas

Your Say | Jum'at, 19 Juni 2026 | 14:05 WIB

Ketum TMI Klaim Program MBG Bikin Anak Sekolah Lebih Percaya Diri, Bentuk Satgas Awasi SPPG

Ketum TMI Klaim Program MBG Bikin Anak Sekolah Lebih Percaya Diri, Bentuk Satgas Awasi SPPG

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:55 WIB

Giliran Kelompok Tani Geruduk Patung Kuda, Suarakan Pengaruh MBG Hingga Reforma Agraria

Giliran Kelompok Tani Geruduk Patung Kuda, Suarakan Pengaruh MBG Hingga Reforma Agraria

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:42 WIB

Ekonom Celios Pertanyakan Anggaran MBG Rp268 Triliun: Kalau Fokus ke 3T, Cukup Rp67 Triliun

Ekonom Celios Pertanyakan Anggaran MBG Rp268 Triliun: Kalau Fokus ke 3T, Cukup Rp67 Triliun

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:07 WIB

Dukung Penangkapan Eks Kepala BGN, Tani Merdeka: Program Prabowo Bagus, Oknumnya yang Main!

Dukung Penangkapan Eks Kepala BGN, Tani Merdeka: Program Prabowo Bagus, Oknumnya yang Main!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:50 WIB

Terkini

Berdayakan Puluhan Kelompok Usaha, Klaster Unggulan BRI Sukses Dongkrak Potensi Peternak

Berdayakan Puluhan Kelompok Usaha, Klaster Unggulan BRI Sukses Dongkrak Potensi Peternak

Bri | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Mahkamah Konstitusi 'Main Aman' Beri Legitimasi Program MBG yang Bermasalah

Mahkamah Konstitusi 'Main Aman' Beri Legitimasi Program MBG yang Bermasalah

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Sering Olahraga Bikin Rambut Lepek dan Ketombe? Ini Tips Menjaga Kulit Kepala Sehat

Sering Olahraga Bikin Rambut Lepek dan Ketombe? Ini Tips Menjaga Kulit Kepala Sehat

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:02 WIB

Gus Ipul Ingatkan Seluruh Jajaran: Program Sekolah Rakyat Butuh Kolaborasi dan Integritas

Gus Ipul Ingatkan Seluruh Jajaran: Program Sekolah Rakyat Butuh Kolaborasi dan Integritas

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Kenali Modus Customer Service Palsu yang Mengincar OTP dan PIN

Kenali Modus Customer Service Palsu yang Mengincar OTP dan PIN

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:53 WIB

Dua Siswa Sekolah Rakyat Jadi Delegasi Indonesia di 9th ASEAN Children's Forum

Dua Siswa Sekolah Rakyat Jadi Delegasi Indonesia di 9th ASEAN Children's Forum

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:51 WIB

Promo Tiket Kereta Api di BRImo Langsung Dapat Cashback 15 Persen, Cek Syaratnya!

Promo Tiket Kereta Api di BRImo Langsung Dapat Cashback 15 Persen, Cek Syaratnya!

Bri | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:48 WIB

Terbukti Tarik Pungli ke Sesama PPPK, 1 ASN Pemprov Banten Dipecat Tidak Hormat

Terbukti Tarik Pungli ke Sesama PPPK, 1 ASN Pemprov Banten Dipecat Tidak Hormat

Banten | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:47 WIB

Pemkab Musi Banyuasin Usulkan Lahan Sekolah Rakyat

Pemkab Musi Banyuasin Usulkan Lahan Sekolah Rakyat

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:47 WIB

Habiskan Malam Panjang di Ibu Kota: Intip 5 Cara Menikmati Jakarta hingga Dini Hari di PIK

Habiskan Malam Panjang di Ibu Kota: Intip 5 Cara Menikmati Jakarta hingga Dini Hari di PIK

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:45 WIB

×