Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel

M Nurhadi

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:45 WIB
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
Kolase Trump-Netanyahu [Suara.com/AI]
baca 10 detik
  • Isu utama dalam kesepakatan tersebut mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran Selat Hormuz
  • Israel ancam kesepakatan damai
  • AS dituduh tak mampu kendalikan Israel

Suara.com - Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, menggelar pertemuan diplomasi damai dengan delegasi Iran di Swiss pada hari Minggu (21/6/2026).

Namun, atmosfer perundingan tersebut langsung diselimuti ketegangan menyusul pengumuman sepihak dari Teheran yang kembali memblokade Selat Hormuz. Pihak Iran juga menyatakan enggan membahas isu program nuklir karena Washington dinilai gagal menghentikan agresi Israel di Lebanon.

Pertemuan tingkat tinggi ini merupakan implementasi perdana dari nota kesepahaman (MoU) yang disepakati kedua belah pihak sepekan lalu.

Isu utama dalam kesepakatan tersebut mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran Selat Hormuz serta penghentian total segala bentuk konfrontasi bersenjata, termasuk invasi militer Israel ke Lebanon yang berlangsung sejak Maret lalu.

Namun, akibat tidak adanya tanda-tanda konkret berakhirnya pertempuran di Lebanon, Iran mengambil langkah drastis pada hari Sabtu dengan menutup kembali selat strategis tersebut.

Sebagai catatan, penutupan Selat Hormuz selama hampir empat bulan terakhir telah tercatat sebagai gangguan pasokan energi global terbesar sepanjang sejarah.

Dilansir dari Reuters, Iran menegaskan bahwa negosiasi substantif tahap berikutnya, termasuk mengenai masa depan program nuklir mereka, tidak akan dimulai sebelum pertempuran di Lebanon mereda dan Iran menerima kompensasi ekonomi yang dijanjikan.

Pemerintah AS sempat menyangkal klaim pemblokiran tersebut dengan menyatakan bahwa terdapat 55 kapal dagang yang masih berhasil melintas pada hari Sabtu.

Namun, kantor berita Iran, Fars, mengutip pernyataan sumber militer yang menegaskan bahwa otoritas Teheran telah menyetop penerbitan izin pelayaran baru bagi kapal-kapal komersial hingga batas waktu yang belum ditentukan.

baca juga

Data pelacakan kapal komersial independen juga memperlihatkan indikasi serupa. Setelah pengumuman penutupan dirilis, tidak ada lagi aktivitas kapal yang membagikan koordinat posisi mereka saat melewati selat tersebut, kecuali armada kapal yang bertujuan menuju pelabuhan internal milik Iran.

Sebelum pertemuan bilateral inti dimulai pada sore hari, delegasi Amerika Serikat dan Iran terlebih dahulu melakukan diskusi terpisah dengan mediator dari Qatar dan Pakistan.

Dalam kesempatan tersebut, JD Vance yang didampingi utusan khusus Steve Witkoff serta menantu Donald Trump, Jared Kushner, sempat mengadakan pertemuan singkat dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Field Marshal Asim Munir. 

Pengumuman penutupan kembali Selat Hormuz terjadi pada akhir pekan saat bursa komoditas global sedang libur, sehingga dampak langsungnya terhadap pasar belum bisa terukur sepenuhnya.

Dokumen kesepakatan damai yang digagas Donald Trump bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sejak Februari lalu menuai kecaman luas di internal Israel sendiri.

Pihak Israel bahkan memilih absen dari meja perundingan di Swiss tersebut. Kabinet Netanyahu menegaskan tidak akan menarik pasukan dari wilayah Lebanon selatan yang telah diduduki.

Pada awal perang dimulai , Trump dan Netanyahu menegaskan bahwa target operasi militer ini adalah menghancurkan fasilitas nuklir Iran, melumpuhkan pasokan rudal kelompok proksi, serta memicu penggulingan pemerintahan di Teheran. Namun hingga pertengahan tahun 2026 ini, belum ada satu pun dari target strategis tersebut yang berhasil dicapai .

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Gila Dennis Dargahi: Tes DNA Hingga Ganti Nama Demi Bela Timnas Iran di Piala Dunia 2026

Kisah Gila Dennis Dargahi: Tes DNA Hingga Ganti Nama Demi Bela Timnas Iran di Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:10 WIB

Iran Gugat FIFA! Protes Aturan Diskriminatif yang Rugikan Tim di Piala Dunia 2026

Iran Gugat FIFA! Protes Aturan Diskriminatif yang Rugikan Tim di Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:47 WIB

Iran Akan Ajukan Keluhan ke FIFA Terkait Pembatasan Selama Piala Dunia 2026

Iran Akan Ajukan Keluhan ke FIFA Terkait Pembatasan Selama Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:40 WIB

Piala Dunia 2026 Memanas! Iran Siap Gugat AS, FIFA Bakal Bela Mati-matian?

Piala Dunia 2026 Memanas! Iran Siap Gugat AS, FIFA Bakal Bela Mati-matian?

Bola | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:02 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Masih Nyaman di Level Rp17.804

Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Masih Nyaman di Level Rp17.804

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:41 WIB

PSSI-nya Palestina Bantah Rencana Duel Lawan Israel, Sebut Agenda FIFA Sebagai Upaya Sportswashing

PSSI-nya Palestina Bantah Rencana Duel Lawan Israel, Sebut Agenda FIFA Sebagai Upaya Sportswashing

Bola | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:52 WIB

Terkini

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:03 WIB

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:55 WIB

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:38 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB