'Hanya Saya yang Berani Ngomong!' Cak Imin Sebut PBNU Periode Ini Paling Gagal dan Mundur

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 22 Juni 2026 | 15:36 WIB
'Hanya Saya yang Berani Ngomong!' Cak Imin Sebut PBNU Periode Ini Paling Gagal dan Mundur
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Cak Imin mengkritik kepemimpinan PBNU saat ini sebagai periode paling mundur menjelang Muktamar ke-35 pada Agustus 2026.
  • Cak Imin menyoroti keterlibatan PBNU dalam politik praktis yang dianggap menyimpang dari fungsi organisasi sebagai wadah kultural pemersatu.
  • Ia mendesak perbaikan manajemen organisasi dengan memastikan PBNU bersih dari politisi aktif demi menjaga marwah Nahdlatul Ulama.

Suara.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, melontarkan kritik tajam terhadap kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) saat ini.

Menjelang Muktamar ke-35 yang dijadwalkan pada Agustus 2026, Cak Imin menyebut kepemimpinan PBNU periode ini sebagai yang paling mundur dan gagal sepanjang sejarah organisasi tersebut.

Pernyataan keras tersebut disampaikan Cak Imin melalui unggahan di akun X pribadinya pada Minggu (21/6/2026) dan dipertegas dalam kembali ketika ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Ia menyoroti adanya pergeseran nilai di tubuh PBNU yang dinilainya mulai terjebak dalam kepentingan politik praktis.

"Ini ngomong jujur ya, PBNU periode ini adalah PBNU yang paling mundur dibanding yang lain. Itu keprihatinan semua pihak, tapi hanya Muhaimin yang berani ngomong," ujar Cak Imin.

Cak Imin menekankan bahwa esensi dasar Nahdlatul Ulama adalah organisasi kultural yang berfungsi sebagai pemersatu bangsa, bukan panggung kompetisi politik yang penuh ketegangan.

Sebagai kader yang besar di lingkungan NU, Cak Imin menyatakan bahwa kritik pedasnya ini didasari oleh rasa tanggung jawab dan kecintaan terhadap organisasi.

Ia menginginkan adanya perubahan manajemen secara menyeluruh agar marwah NU tetap terjaga.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). (Suara.com/Novian)
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). (Suara.com/Novian)

"Saya sebagai kader NU tidak ingin ada kemunduran di dalam pengelolaan PBNU. Ini sebagai rasa cinta saya agar terjadi perubahan manajemen menyeluruh. Supaya disadari ada perbaikan," jelasnya.

baca juga

Salah satu solusi konkret yang ditawarkan Cak Imin adalah memastikan PBNU bersih dari politisi aktif.

"Saya ngomong bukan karena saya politisi, bukan. Karena saya adalah kader yang ingin ikut bertanggung jawab. Bertanggung jawab memperbaiki, sehingga salah satu formulanya PBNU bersih dari politisi. Politisi NU silakan masuk partai, gitu," katanya.

Ia menilai aturan mengenai hal tersebut sebenarnya sudah ada dalam internal organisasi, namun yang menjadi masalah utama adalah rendahnya ketegasan dalam implementasi aturan tersebut.

Sebetulnya aturannya ada, cuman ketegasan sikap (yang kurang).

Sebelumnya, Cak Imin, mengeluarkan pernyataan tegas terkait dinamika internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar ke-35 yang akan digelar pada Agustus 2026 mendatang.

Melalui unggahan di akun X pribadinya pada Minggu (21/6/2026), ia menekankan pentingnya menjaga marwah NU sebagai organisasi kultural yang mengedepankan persatuan, bukan sebagai panggung kompetisi politik yang penuh ketegangan.

"NU itu bukan organisasi politik yang membuat hubungan selalu kompetitif. NU itu orkestrasi kultural yang menyatukan, bukan saling menyingkirkan. Berbagai kemampuan dan kecerdasan sosial bersatu padu,” tulis Cak Imin.

Ia menyoroti adanya pihak-pihak yang dinilai membawa kepentingan politik praktis ke dalam tubuh organisasi.

Ia meminta agar oknum-oknum yang tidak sejalan dengan nilai dasar NU tersebut segera ditertibkan.

"Yang main-main di NU keluarkan aja. Yang berpolitik silakan di partai aja. NU itu lesehan dan menyatu tanpa ketegangan,” tegasnya dalam unggahan yang sama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gus Ipul: Prof Nasar Jadi Salah Satu Figur Kuat untuk Ketua Umum PBNU

Gus Ipul: Prof Nasar Jadi Salah Satu Figur Kuat untuk Ketua Umum PBNU

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 20:58 WIB

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:12 WIB

Gus Miftah Masuk Radar Pemimpin Masa Depan PBNU

Gus Miftah Masuk Radar Pemimpin Masa Depan PBNU

Entertainment | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:04 WIB

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:54 WIB

Cak Imin: Penerima Bansos yang Main Judi Online Langsung Dicoret

Cak Imin: Penerima Bansos yang Main Judi Online Langsung Dicoret

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:54 WIB

Terkini

Jadi Produsen Cabai, Aceh Malah Pimpin Inflasi Sumatera

Jadi Produsen Cabai, Aceh Malah Pimpin Inflasi Sumatera

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 18:56 WIB

Pasien Rumah Sakit di Bantul Ditangkap Polisi Usai Lecehkan Perawat

Pasien Rumah Sakit di Bantul Ditangkap Polisi Usai Lecehkan Perawat

Jogja | Kamis, 05 November 2026 | 18:55 WIB

BGN Tambah 953 Dapur MBG Baru, Daerah Rawan Stunting Jadi Prioritas

BGN Tambah 953 Dapur MBG Baru, Daerah Rawan Stunting Jadi Prioritas

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:53 WIB

Buntut Foto Wapres Gibran Diturunkan, Kemendagri Hubungi DPRD DIY, Setwan Langsung Evaluasi

Buntut Foto Wapres Gibran Diturunkan, Kemendagri Hubungi DPRD DIY, Setwan Langsung Evaluasi

Jogja | Kamis, 05 November 2026 | 18:47 WIB

Angka Pengeluaran Warga Naik, Harga Pangan dan BBM jadi Sorotan

Angka Pengeluaran Warga Naik, Harga Pangan dan BBM jadi Sorotan

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:46 WIB

Mengapa Elektrifikasi Bus di Indonesia Tak Bisa Sekadar Ganti Mesin?

Mengapa Elektrifikasi Bus di Indonesia Tak Bisa Sekadar Ganti Mesin?

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:45 WIB

Investasi RI Tembus Rp1.539 T, Hilirisasi Mineral Jadi Penopang Utama

Investasi RI Tembus Rp1.539 T, Hilirisasi Mineral Jadi Penopang Utama

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 18:45 WIB

MobLand Season 2: Menguak Sisi Gelap Dinasti Kriminal Keluarga Harrigan!

MobLand Season 2: Menguak Sisi Gelap Dinasti Kriminal Keluarga Harrigan!

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 18:45 WIB

Bahas Kepedihan Gen-Z! TXT Bagikan Preview Album Terbaru, Perfect Storm

Bahas Kepedihan Gen-Z! TXT Bagikan Preview Album Terbaru, Perfect Storm

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 18:45 WIB

Tak Hanya Blokir Rekening, OJK Minta Bank Telusuri NIK Terindikasi Judi Online

Tak Hanya Blokir Rekening, OJK Minta Bank Telusuri NIK Terindikasi Judi Online

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 18:44 WIB

×