- Andrew M. Cuomo mendorong integrasi teknologi blockchain dengan infrastruktur Intercontinental Exchange untuk menciptakan sistem keuangan global yang efisien.
- Kemitraan strategis antara ICE dan OKX bertujuan mendigitalisasi aset keuangan guna memperluas akses pasar bagi investor ritel global.
- Inisiatif yang didukung investasi besar ini memungkinkan masyarakat mengakses pasar modal melalui perangkat seluler secara lebih inklusif.
Suara.com - Akses ke pasar keuangan global selama ini identik dengan proses yang rumit, biaya tinggi, dan dominasi institusi besar.
Namun, perubahan besar mulai terlihat setelah mantan Gubernur New York Andrew M. Cuomo mendukung inisiatif yang menggabungkan infrastruktur bursa tradisional dengan teknologi blockchain.
Langkah ini dinilai dapat membuka peluang lebih luas bagi masyarakat, termasuk investor ritel di berbagai negara, untuk mengakses instrumen keuangan global secara lebih mudah melalui platform digital.
Transformasi tersebut lahir dari kemitraan antara Intercontinental Exchange (ICE), operator berbagai bursa keuangan dunia, dengan perusahaan teknologi Web3, OKX.
Andrew Cuomo Dorong Akses Finansial yang Lebih Luas
![Eks Gubernur New York, Andrew Cuomo mendukung digitalisasi pasar keuangan lewat blockchain. Investor ritel berpeluang mengakses pasar saham global lebih mudah melalui ponsel. [Dok. IG Andrew Cuomo]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/24/33654-eks-gubernur-new-york-andrew-cuomo.jpg)
Cuomo menilai masa depan pasar keuangan akan ditentukan oleh kemampuan inovasi dan regulasi untuk berjalan beriringan.
“Babak berikutnya dari pasar keuangan akan ditentukan oleh seberapa baik inovasi dan regulasi pemerintah dapat bergerak maju bersama,” ujar Cuomo yang ditunjuk sebagai pimpinan bersama dalam proyek tersebut.
Menurutnya, integrasi teknologi blockchain dengan infrastruktur pasar keuangan yang telah mapan berpotensi menciptakan sistem yang lebih efisien, transparan, dan inklusif.
“Kemitraan ini menyatukan teknologi blockchain kelas dunia milik OKX dengan infrastruktur pasar tepercaya milik ICE untuk membantu membangun sistem keuangan yang lebih modern, transparan, dan tangguh bagi masa depan,” lanjut Cuomo.
Ia juga menyoroti potensi blockchain dalam memperluas akses layanan keuangan kepada kelompok masyarakat yang selama ini belum terlayani secara optimal, termasuk generasi Z (Gen Z).
“Secara pribadi, saya antusias dengan prospek dampak sosial yang dapat dihadirkan teknologi blockchain: demokratisasi keuangan, yang membawa layanan keuangan dasar kepada masyarakat yang selama ini kurang terlayani,” ungkapnya.
Bukan Tentang Kripto, Melainkan Digitalisasi Aset
Salah satu tujuan utama proyek ini adalah menghadirkan proses digitalisasi aset keuangan sehingga transaksi dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.
Cuomo menegaskan bahwa inisiatif tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan aset kripto seperti yang sering dipersepsikan publik.
“Anda secara virtual dapat melangkah masuk melalui pintu depan New York Stock Exchange melalui ponsel pintar Anda, dan Anda dapat melakukannya tujuh hari seminggu dengan cara yang sebelumnya tidak pernah mungkin dilakukan,” katanya.
"Ini bukan tentang kripto. Ini tentang blockchain dan teknologi finansial, serta penerapan blockchain pada kelas aset lainnya," tegas Cuomo.
Konsep tersebut membuka peluang terciptanya akses investasi yang lebih luas bagi investor ritel, termasuk mereka yang berada di luar Amerika Serikat.
ICE dan OKX Siapkan Infrastruktur Pasar Masa Depan
Dari sisi industri, Intercontinental Exchange melihat kolaborasi ini sebagai bagian dari evolusi pasar modal global yang sedang berlangsung.
Senior Vice President Futures Exchanges ICE, Trabue Bland, menyebut kerja sama dengan OKX sebagai langkah strategis untuk membangun fondasi pasar keuangan generasi berikutnya.
“Joint venture ICE-OKX adalah satu langkah menuju pembangunan infrastruktur yang akan menentukan cara kerja pasar global dalam beberapa dekade mendatang,” ujar Bland.
Menurutnya, ICE selama ini telah membangun kepercayaan di kalangan institusi dan pelaku pasar global melalui teknologi pasar yang teregulasi.
Melalui kemitraan dengan OKX, perusahaan berharap dapat memperluas jangkauan layanan kepada jutaan investor ritel yang semakin aktif menggunakan platform digital.
“Kini, melalui kemitraan kami dengan OKX, kami berupaya memperluas jangkauan tersebut kepada 120 juta trader ritel OKX,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Intercontinental Exchange diketahui telah berinvestasi dalam proyek tersebut sejak awal 2026. Investasi bernilai ratusan juta dolar AS itu menjadi fondasi pengembangan teknologi yang diharapkan dapat menjembatani dunia keuangan tradisional dengan ekosistem digital modern.
Jika implementasinya berjalan sesuai rencana, transformasi ini berpotensi mengubah cara masyarakat mengakses pasar modal global, menjadikan investasi lintas negara semakin mudah dijangkau hanya melalui perangkat seluler.