- Dua peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia tahun 2026 meninggal saat mengikuti latihan dasar kemiliteran di Balikpapan dan Baturaja.
- Penyebab kematian kedua korban dipastikan akibat serangan panas atau heat stroke serta henti jantung saat menjalani pelatihan.
- Kementerian Pertahanan berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar pengawasan medis dan prosedur seleksi guna mencegah insiden serupa terulang.
Suara.com - Dua calon manajer Koperasi Desa Merah Putih atau KDMP sekaligus Kampung Nelayan Merah Putih, tewas saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran.
Kedua korban adalah peserta dari program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia tahun 2026, yang dikelola Kementerian Pertahanan RI.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengonfirmasi hal tersebut, dan menyatakan turut berbelasungkawa.
“Kemenhan RI berduka atas wafatnya dua peserta program SPPI KDKMP dan KNMP 2026 saat Latsarmil di satuan pendidikan TNI," kata Rico, dikutip hari Rabu (24/6/2026).
Penyebab Kematian Peserta: Heat Stroke dan Henti Jantung
Dua peserta yang tewas dalam masa pendidikan tersebut berasal dari lokasi pelatihan yang berbeda.
Peserta pertama adalah Anisa Muyassaroh, yang sedang mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan (Satdik) Dodikjur Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) VI/Mulawarman, Balikpapan.
Anisa, kata Rico, sempat mendapatkan perawatan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
“Dia mengalami gangguan kesehatan tanggal 18 Juno. Sudah dapat penanganan medis di faskes satuan lalu dirujuk ke rumah sakit. Berdasarkan catatan medis, dia meninggal karena heat stroke," kata dia.
Korban kedua, Yonanda Muhammad Taufiq, yang menempuh pendidikan di Satdik Pusat Pendidikan dan Latihan Tempur (Puslatpur) Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Darat (Kodiklatad), Baturaja.
"Kondisi kesehatan dia menurun tanggal 17 Juni. Yang bersangkutan meninggal karena cardiac arrest atau henti jantung," kata Rico lagi.
Kemhan Pastikan Prosedur Seleksi Sudah Dilalui
Kemhan menegaskan, seluruh peserta program SPPI, termasuk kedua almarhum, telah melalui tahapan seleksi yang sangat ketat.
Parameter kesehatan menjadi salah satu syarat utama sebelum seseorang dinyatakan layak untuk mengikuti pelatihan semi-militer yang cukup berat ini.
Sebelum mengikuti program SPPI KDKMP dan KNMP, Kemhan menyebut, kedua peserta telah melalui proses seleksi, termasuk pemeriksaan kesehatan, dan dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti pendidikan.