- Wamendiktisaintek Stella Christie menjelaskan perusahaan China memberikan beasiswa bagi mahasiswa vokasi Indonesia untuk mencetak tenaga kerja lokal terampil.
- Program ini menerapkan skema pendidikan empat tahun yang mencakup pembelajaran di Indonesia, Tiongkok, serta magang di industri mitra.
- Strategi ini menguntungkan kedua belah pihak karena menekan biaya operasional perusahaan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Suara.com - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mengungkap alasan sejumlah perusahaan asal China bersedia memberikan beasiswa kepada mahasiswa pendidikan vokasi di Indonesia.
Menurut Stella, program tersebut merupakan bagian dari strategi industri untuk menyiapkan tenaga kerja terampil lokal yang siap bekerja setelah lulus, sehingga perusahaan tidak perlu mendatangkan tenaga kerja asing (TKA) dari China yang membutuhkan biaya lebih besar.
"Kita sudah bekerja sama dengan industri dari Tiongkok yang memberikan beasiswa untuk mahasiswa kita di pendidikan vokasi," kata Stella saat ditemui di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Skema Belajar Indonesia-China
Stella menjelaskan, kerja sama itu menggunakan skema pendidikan dan pelatihan yang menggabungkan pembelajaran di Indonesia dan China, serta pengalaman kerja langsung di industri.
Mahasiswa akan menjalani satu tahun pendidikan di Indonesia, satu tahun belajar di politeknik atau universitas di China, kemudian kembali ke Indonesia sebelum menjalani masa magang di perusahaan mitra.
"Jadi satu tahun di Indonesia, satu tahun di Tiongkok di universitas atau politeknik Tiongkok, satu tahun di politeknik Indonesia dan satu tahun magang di industrinya," ujarnya.
Melalui skema tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Stella menyebut lulusan program itu memiliki peluang besar untuk langsung direkrut oleh perusahaan setelah menyelesaikan pendidikan.
Lebih Murah daripada Datangkan TKA
Menurut Stella, kesediaan industri China membiayai pendidikan mahasiswa Indonesia didorong oleh kebutuhan akan tenaga kerja terampil yang dapat mendukung berbagai proyek investasi mereka di Tanah Air.
Dengan menyiapkan SDM lokal sejak bangku pendidikan, perusahaan dapat memperoleh tenaga kerja yang sesuai kebutuhan tanpa harus mendatangkan pekerja dari luar negeri.
"Kenapa ini sangat diinginkan bahkan industri dari Tiongkok bersedia memberikan beasiswa? Karena ini menjadikan mereka mempunyai tenaga kerja terampil yang bisa mereka pekerjakan di Indonesia tanpa harus mendatangkan tenaga kerja dari China yang biayanya jauh lebih mahal," tuturnya.
Ia menilai skema tersebut menguntungkan kedua belah pihak karena industri memperoleh tenaga kerja siap pakai, sementara Indonesia mendapatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Jadi ini win-win solution," kata Stella.