Duduk Perkara Ultimatum Prabowo soal Demo Bayaran: Benarkah Ditunggangi dan Siapa Dalangnya?

Bella, Novian Ardiansyah

Selasa, 30 Juni 2026 | 13:50 WIB
Duduk Perkara Ultimatum Prabowo soal Demo Bayaran: Benarkah Ditunggangi dan Siapa Dalangnya?
Ilustrasi prabowo klaim tahu dalang demo bayaran. [Suara.com/Syahda]
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto memberikan ultimatum kepada pihak pendana demonstrasi yang berlangsung di berbagai wilayah pada Juni 2026.
  • Prabowo menyatakan mengetahui adanya peserta aksi yang menerima bayaran sebesar Rp200 ribu untuk menyuarakan aspirasi tertentu.
  • Rektorat Universitas Bung Karno memberhentikan pengurus BEM karena terbukti menerima uang untuk mengalihkan lokasi aksi unjuk rasa.

Suara.com - Informasi mengenai pendana aksi demonstrasi kini disebut berada di tangan Presiden Prabowo Subianto. Seiring dengan itu, Prabowo melontarkan ultimatum kepada pihak yang diduga berada di balik aksi tersebut.

"Saya kasih peringatan mereka-mereka itu. Saya tahu siapa yang bayar-bayar demo, gua tahu itu," kata Prabowo dalam pidatonya pada Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6/2026).

Prabowo mengaku heran dengan keberadaan pihak yang membiayai aksi demonstrasi. Menurutnya, sebagian peserta demonstrasi bahkan tidak mengetahui substansi dari aspirasi yang mereka suarakan.

Secara detail, Prabowo mengaku mengetahui adanya peserta aksi yang menerima bayaran Rp200 ribu untuk turun ke jalan.

"Ditanya, ditanya anak-anak demo nggak ngerti. Mau demo apa ya? Mm mm mm. Kami dibayar Rp200 ribu. Tapi ada. Saya nggak mengerti," kata Prabowo.

Pernyataan tersebut kemudian memunculkan sejumlah pertanyaan. Mengapa Presiden Prabowo memberikan peringatan? Siapa yang dimaksud? Dan apa dampaknya terhadap ruang penyampaian aspirasi di Indonesia?

Rentetan Demo

Gelombang protes secara nasional mewarnai pekan kedua hingga ketiga Juni 2026. Mahasiswa menjadi motor utama penyampaian aspirasi di Jakarta maupun sejumlah kota besar lainnya di Indonesia.

Isu utama yang diangkat dalam aksi tersebut adalah kebijakan ekonomi dan tata kelola anggaran. Mahasiswa mengkritik sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai berdampak terhadap masyarakat.

Kondisi ekonomi, seperti nilai tukar rupiah yang hampir menyentuh Rp18.000 per dolar AS, juga menjadi sorotan. Selain itu, kenaikan harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax, dinilai semakin membebani kelas menengah.

baca juga

Mahasiswa juga meminta pemerintah mengevaluasi bahkan menghentikan program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Selain itu, pemerintah diminta mengevaluasi Undang-Undang Kepolisian serta menghentikan praktik militerisme di ruang sipil.

Kasus Suap BEM UBK

Dugaan aliran uang Rp20 juta dari kepolisian kepada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) turut menjadi sorotan. Uang tersebut diduga disalurkan melalui seorang senior alumni UBK yang merupakan anggota kepolisian.

Wakil Rektor III UBK, Daniel Panda, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (23/6/2026), memaparkan hasil pemeriksaan internal pihak universitas.

Menurut hasil pemeriksaan, tujuan pemberian uang Rp20 juta tersebut sangat spesifik, yakni menggembosi atau mengalihkan lokasi aksi demonstrasi. Berdasarkan pengakuan yang diperoleh, uang diserahkan pada waktu-waktu krusial menjelang aksi dimulai.

Pihak pemberi dana mengarahkan agar aspirasi mahasiswa tidak dibawa ke kawasan Istana Negara, melainkan dialihkan ke Gedung DPR RI. Namun, meski uang telah berpindah tangan dan sebagian diduga telah didistribusikan kepada sejumlah pengurus, kesepakatan tersebut tidak dijalankan oleh para mahasiswa.

Sebagai buntut kasus tersebut, Rektorat Universitas Bung Karno resmi memberhentikan seluruh pengurus BEM Fakultas Hukum serta sejumlah petinggi BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis karena terbukti menerima uang dari polisi.

Pemberhentian itu dituangkan dalam Surat Keputusan Dekan Fakultas Hukum Universitas Bung Karno Nomor: 75/KEP/DEK-FH-UBK/VI/2026.

Keputusan tersebut berlaku surut sejak 23 Juni 2026. Daniel Panda juga membenarkan bahwa Muhammad Abdimaludin dicopot dari jabatannya sebagai Ketua BEM Fakultas Hukum UBK melalui surat keputusan yang sama.

Akibat pembersihan internal tersebut, seluruh aktivitas organisasi BEM Fakultas Hukum UBK dihentikan sementara.

Minta Pemerintah Kasih Bukti

Infograsi ultimatum Prabowo soal demo bayaran. [Suara.com/Syahda]
Infograsi ultimatum Prabowo soal demo bayaran. [Suara.com/Syahda]

Pernyataan Prabowo yang mengaku mengetahui dalang di balik demo bayaran mendapat respons dari kalangan mahasiswa maupun sejumlah tokoh.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia, misalnya, meminta Prabowo membuktikan siapa pihak yang berada di balik pendanaan demonstrasi.

Permintaan serupa juga disampaikan pakar hukum tata negara Mahfud MD.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan itu meminta Prabowo membuka identitas pihak yang diduga membiayai demonstrasi mahasiswa apabila memang telah mengantongi informasi tersebut.

"Ya harusnya diomongin aja terang-terangan lah. Ini BEM ini dibayar ini, ini yang bayar kan gitu. Mestinya ya Pak Prabowo ungkapkan aja siapa sih yang dibayar, siapa yang membayar?" kata Mahfud, Kamis (25/6/2026).

Bikin Khawatir Gerakan Aksi?

Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai pernyataan Prabowo mengenai demo bayaran merujuk pada pihak-pihak yang menunggangi gerakan mahasiswa saat menyampaikan aspirasi.

Menurutnya, tidak dapat dimungkiri bahwa di samping gerakan mahasiswa yang murni, terdapat pula aksi demonstrasi yang sengaja digerakkan melalui pendanaan tertentu. Aksi semacam itu justru menjadi persoalan bagi gerakan mahasiswa yang benar-benar lahir dari keresahan masyarakat.

"Tapi gerakan mahasiswa yang dikatakan murni kan memang ada, tapi kan ketika udah mulai ada yang menerima bayaran, atau ada yang udah mulai demo-demo nggak jelas, ini yang saya rasa menjadi sebuah masalah dalam gerakan mahasiswa," kata Arifki kepada Suara.com.

Sementara itu, mengenai kemungkinan ultimatum Prabowo akan mempersempit ruang penyampaian aspirasi karena masyarakat khawatir dicap sebagai peserta demo bayaran, Arifki menilai hal tersebut tidak akan terjadi.

Menurutnya, gerakan yang benar-benar murni akan tetap berjalan. Justru, peringatan Prabowo dinilai lebih menyasar kelompok yang selama ini turun ke jalan karena menerima bayaran.

"Saya rasa apakah ini menjadi dampak, tentu, dirasakan bagi yang menerima bayaran, ya," kata Arifki.

Arifki meyakini, sebagai kepala negara, Prabowo memiliki banyak informasi mengenai pihak-pihak yang berada di balik demo bayaran. Karena itu, menurutnya, peringatan tersebut akan membuat kelompok yang selama ini menerima bayaran menjadi lebih berhati-hati.

"Dan saya rasa dampaknya tentu lebih kepada apa beberapa gerakan mahasiswa yang memang selama ini menerima bayaran, tentu mereka mereka akan hati-hati bahwa pergerakan mahasiswa ini juga akan dipertimbangkan ke depan," kata Arifki.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sandi Politik di Bumi Ruwa Jurai: Mengapa Jokowi Akhirnya Berseragam PSI?

Sandi Politik di Bumi Ruwa Jurai: Mengapa Jokowi Akhirnya Berseragam PSI?

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:16 WIB

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:10 WIB

Harga Gas Industri Turun untuk Cegah PHK, Bahlil: Instruksi Presiden Prabowo

Harga Gas Industri Turun untuk Cegah PHK, Bahlil: Instruksi Presiden Prabowo

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:08 WIB

Bukan Bebas Tanpa Batas, Ini Penjelasan Istana Soal 'Academic Freedom' Versi Prabowo

Bukan Bebas Tanpa Batas, Ini Penjelasan Istana Soal 'Academic Freedom' Versi Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:14 WIB

Jokowi Safari Politik, Golkar: Beliau Bukan Presiden Lagi, Kami Tegak Lurus ke Pak Prabowo!

Jokowi Safari Politik, Golkar: Beliau Bukan Presiden Lagi, Kami Tegak Lurus ke Pak Prabowo!

News | Senin, 29 Juni 2026 | 15:11 WIB

Prabowo Mau 'Copot' Ratusan Direksi dan Komisaris BUMN di Tengah Isu Rangkap Jabatan

Prabowo Mau 'Copot' Ratusan Direksi dan Komisaris BUMN di Tengah Isu Rangkap Jabatan

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 15:02 WIB

Mahfud MD Desak Presiden Prabowo Buka-bukaan Soal Aktor di Balik Demo Berbayar

Mahfud MD Desak Presiden Prabowo Buka-bukaan Soal Aktor di Balik Demo Berbayar

Video | Senin, 29 Juni 2026 | 14:19 WIB

Warga Kampung Bayam Geruduk Balai Kota, Tagih Janji Pramono soal Hunian dan Hak Dasar

Warga Kampung Bayam Geruduk Balai Kota, Tagih Janji Pramono soal Hunian dan Hak Dasar

News | Senin, 29 Juni 2026 | 12:39 WIB

Gambir Siaga! 1.045 Polisi Kawal Demo Mahasiswa Paniai dan Front Anti Militerisme

Gambir Siaga! 1.045 Polisi Kawal Demo Mahasiswa Paniai dan Front Anti Militerisme

News | Senin, 29 Juni 2026 | 08:36 WIB

Janji Prabowo Terbuka Terima Usulan: Jangankan Profesor, Dari Anak Desa Pun Saya Tindaklanjuti

Janji Prabowo Terbuka Terima Usulan: Jangankan Profesor, Dari Anak Desa Pun Saya Tindaklanjuti

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:40 WIB

Terkini

Siap Adu Ahli! Polda Metro Tunggu Langkah Roy Suryo di Sidang Praperadilan Ijazah Jokowi

Siap Adu Ahli! Polda Metro Tunggu Langkah Roy Suryo di Sidang Praperadilan Ijazah Jokowi

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:49 WIB

Dihadirkan Besok, Roy Suryo Siapkan 'Saksi Kunci' untuk Patahkan Argumen Polda Metro

Dihadirkan Besok, Roy Suryo Siapkan 'Saksi Kunci' untuk Patahkan Argumen Polda Metro

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:48 WIB

31 Perlintasan Liar Ditutup, Namun Kecelakaan Kereta di Daop 1 Jakarta Tetap Meningkat

31 Perlintasan Liar Ditutup, Namun Kecelakaan Kereta di Daop 1 Jakarta Tetap Meningkat

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:44 WIB

2.596 Warga Klaten Dientaskan dari Kemiskinan, Siap Hidup Mandiri

2.596 Warga Klaten Dientaskan dari Kemiskinan, Siap Hidup Mandiri

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:44 WIB

Kemendagri Perluas Digitalisasi Bansos ke 43 Daerah, Targetnya Berlaku Nasional

Kemendagri Perluas Digitalisasi Bansos ke 43 Daerah, Targetnya Berlaku Nasional

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:41 WIB

Kejari Jaksel Sebut Gugatan Roy Suryo Salah Sasaran: Urusan Penangkapan Itu Domain Polisi!

Kejari Jaksel Sebut Gugatan Roy Suryo Salah Sasaran: Urusan Penangkapan Itu Domain Polisi!

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:33 WIB

Kuasa Hukum Roy Suryo Kritik Jawaban Polda Metro Jaya, Sebut Argumentasi Hukumnya Kacau

Kuasa Hukum Roy Suryo Kritik Jawaban Polda Metro Jaya, Sebut Argumentasi Hukumnya Kacau

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:31 WIB

Mendikdasmen Abdul Mu'ti Ajak Siswa Biasakan Cek Komposisi dan Tanggal Kedaluwarsa Makanan

Mendikdasmen Abdul Mu'ti Ajak Siswa Biasakan Cek Komposisi dan Tanggal Kedaluwarsa Makanan

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:31 WIB

Sandi Politik di Bumi Ruwa Jurai: Mengapa Jokowi Akhirnya Berseragam PSI?

Sandi Politik di Bumi Ruwa Jurai: Mengapa Jokowi Akhirnya Berseragam PSI?

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:16 WIB

Hakim Tolak Dalil 'Tak Ada Niat Jahat', Penyalahgunaan Wewenang Nadiem Makarim Terbukti

Hakim Tolak Dalil 'Tak Ada Niat Jahat', Penyalahgunaan Wewenang Nadiem Makarim Terbukti

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:14 WIB

×