Bukan Cuma Soal Injak Kepala Kerbau, Lukas Luwarso Soroti Tokoh di Balik Acara Jokowi di Lampung

Vania Rossa, Tiara Rosana

Selasa, 30 Juni 2026 | 15:57 WIB
Bukan Cuma Soal Injak Kepala Kerbau, Lukas Luwarso Soroti Tokoh di Balik Acara Jokowi di Lampung
Tim Bongkar Ijazah Jokowi (BON JOWI), Lukas Luwarso. (tangkap layar)
baca 10 detik
  • Lukas Luwarso menyoroti keterlibatan sejumlah tokoh bermasalah hukum dalam acara pemberian gelar adat Jokowi di Lampung.
  • Jokowi disebut sebagai pengatur utama acara yang memicu polemik karena prosesi menginjak kepala kerbau saat kunjungan.
  • Safari politik Jokowi di Lampung dinilai gagal serta berpotensi memicu penolakan masyarakat di wilayah lainnya nanti.

Suara.com - Tim Bongkar Ijazah Jokowi (BON JOWI), Lukas Luwarso, menilai polemik kunjungan mantan Presiden Joko Widodo ke Lampung tidak berhenti pada aksi menginjak kepala kerbau

Menurutnya, perhatian juga perlu diarahkan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara tersebut.

Hal itu disampaikan Lukas dalam podcast Madilog Forum Keadilan yang tayang pada Selasa (30/6/2026). Ia mengaku menemukan persoalan lain setelah menelusuri sosok-sosok yang hadir mendampingi Jokowi dalam prosesi pemberian gelar adat.

"Yang paling fatal adalah panitia lokal itu ternyata hampir semua, atau sebagian besar tokoh-tokoh yang foto bareng Jokowi itu orang-orang bermasalah. Bermasalah secara hukum dan bermasalah secara politis," kata Lukas.

Ia kemudian menyebut sejumlah nama yang menurutnya hadir dalam foto bersama Jokowi, mulai dari Bustami Zainudin, Andi Achmad hingga Abdurahman Sarbini. Lukas mengaitkan nama-nama tersebut dengan berbagai persoalan hukum yang pernah mencuat.

"Ada Bustami Zainudin yang dikenal sebagai mafia tanah. Kemudian Andi Achmad, dihukum 12 tahun karena korupsi APBD senilai Rp28 miliar. Lalu ada Abdurahman Sarbini yang korupsi pengadaan kapal cepat Rp2,8 miliar, korupsi Gedung Islamic Center Rp17 miliar, korupsi pengadaan makan minum PNS Rp2,5 miliar," bebernya.

Menurut Lukas, keterlibatan tokoh-tokoh tersebut membuat penyelenggaraan acara adat di Lampung menuai tanda tanya. Ia bahkan menilai penyelenggara lokal hanya dijadikan bagian dari proyek politik.

"Panitianya adalah Jokowi. Dia yang mengatur detail-detailnya, termasuk detail yang menodai tata adat itu, yaitu menginjak kepala kerbau," ucapnya.

Belakangan, kunjungan Jokowi ke Lampung memang menjadi sorotan setelah foto dirinya menginjak kepala kerbau saat menerima gelar adat beredar luas di media sosial. 

baca juga

Momen itu memicu kritik dari sejumlah pihak, termasuk sebagian masyarakat Lampung yang mempertanyakan prosesi tersebut.

Lukas menilai polemik itu bisa menjadi awal penolakan terhadap agenda safari politik Jokowi yang disebut akan berkeliling ke berbagai daerah.

Ia juga menilai kunjungan perdana di Lampung tidak memberikan hasil sesuai harapan. Menurutnya, berbagai persoalan justru bermunculan setelah acara berlangsung.

"Saya duga nanti akan diikuti daerah-daerah lain kalau Jokowi jadi melanjutkan. Image Jokowi sekarang sudah sangat buruk. Mereka akan malu kalau daerahnya seolah-olah masih menjadi pendukung atau pemuja Jokowi," katanya.

"Safari politiknya tidak terlalu sukses. Liputan yang muncul justru banyak melihat aspek kegagalannya, ada demo dan sebagainya. Dia pulang dari Lampung juga tidak menunjukkan orang yang happy dari hasil acara itu," tambah Lukas.

Karena itu, ia memperkirakan penyelenggara akan mengevaluasi pola safari politik tersebut sebelum melanjutkannya ke daerah lain.

"Jokowi akan mengkalkulasi berapa dana yang sudah saya keluarkan, hasilnya berapa, massanya tidak terlalu banyak. Kemudian harus di-create apa lagi supaya tidak gagal seperti di Lampung ini," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PKB Tak Ambil Pusing Safari Politik Jokowi: Mau Gabung PSI Pun Itu Hak Beliau

PKB Tak Ambil Pusing Safari Politik Jokowi: Mau Gabung PSI Pun Itu Hak Beliau

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:46 WIB

Semiotika Politik Jokowi: Bukan Sekadar Adat, Injak Kepala Kerbau untuk Serang PDIP?

Semiotika Politik Jokowi: Bukan Sekadar Adat, Injak Kepala Kerbau untuk Serang PDIP?

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:14 WIB

Siap Adu Ahli! Polda Metro Tunggu Langkah Roy Suryo di Sidang Praperadilan Ijazah Jokowi

Siap Adu Ahli! Polda Metro Tunggu Langkah Roy Suryo di Sidang Praperadilan Ijazah Jokowi

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:49 WIB

Terkini

Modus PKBM Indonesia Negeriku Korupsi Dana Pendidikan Ratusan Pelajar

Modus PKBM Indonesia Negeriku Korupsi Dana Pendidikan Ratusan Pelajar

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Gus Yaqut Jalani Tindakan Medis di RS Polri, KPK Berharap Segera Kembali Hadapi Proses Hukum

Gus Yaqut Jalani Tindakan Medis di RS Polri, KPK Berharap Segera Kembali Hadapi Proses Hukum

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:52 WIB

Prabowo Bentuk Satgas Guru Besar, Komisi X DPR Siap 'Pelototi' Lewat Pengawasan

Prabowo Bentuk Satgas Guru Besar, Komisi X DPR Siap 'Pelototi' Lewat Pengawasan

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:45 WIB

Fakta Mengerikan di Balik Tato 'Love Topik TH' Korban Penyekapan Bandung

Fakta Mengerikan di Balik Tato 'Love Topik TH' Korban Penyekapan Bandung

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:35 WIB

Alasan Meringankan Vonis 10 Tahun Penjara Nadiem: Jadi Tokoh Inovasi Pendidikan dan Teknologi

Alasan Meringankan Vonis 10 Tahun Penjara Nadiem: Jadi Tokoh Inovasi Pendidikan dan Teknologi

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:33 WIB

Update Perdamaian AS - Iran, Kapan Berunding Lagi?

Update Perdamaian AS - Iran, Kapan Berunding Lagi?

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:26 WIB

Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar

Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:22 WIB

Sengketa Lahan 2,4 Hektare Memanas di Jakarta, Massa Desak Dugaan Mafia Tanah Diusut

Sengketa Lahan 2,4 Hektare Memanas di Jakarta, Massa Desak Dugaan Mafia Tanah Diusut

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:22 WIB

Ada Tato Wajah Taufik di Tubuh Yuvita, Polisi Cium Siasat Love Bombing Sebelum Disiksa

Ada Tato Wajah Taufik di Tubuh Yuvita, Polisi Cium Siasat Love Bombing Sebelum Disiksa

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:17 WIB

Real Madrid Kirim Bantuan Rp 20,3 Miliar ke Korban Gempa Bumi Venezuela

Real Madrid Kirim Bantuan Rp 20,3 Miliar ke Korban Gempa Bumi Venezuela

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:14 WIB

×