- Bahtra Banong menyatakan Partai Gerindra tidak terpengaruh safari politik Jokowi dan tetap fokus mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
- Partai Gerindra memprioritaskan kesuksesan program kerja nasional agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh masyarakat Indonesia saat ini.
- Pernyataan tersebut disampaikan di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (1/7/2026), guna menegaskan sikap partai terhadap dinamika politik terkini.
Suara.com - Juru Bicara Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, menepis kabar yang menyebutkan adanya keretakan hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
Bahtra menegaskan bahwa hingga saat ini komunikasi antara kedua tokoh bangsa tersebut tetap berjalan harmonis dan tanpa kendala.
Hal itu disampaikan Bahtra menanggapi momen Prabowo memberikan hormat kepada Jokowi, begitu pula sebaliknya, dalam acara HUT Bhayangkara ke-80.
Bahtra menyatakan bahwa spekulasi mengenai keretakan hubungan tersebut tidak berdasar.
Ia merujuk pada beberapa momen kedekatan yang terlihat di publik, termasuk interaksi hangat keduanya pada perayaan HUT Bhayangkara serta kunjungan kekeluargaan.
"Saya pikir komunikasi Pak Prabowo dengan Pak Jokowi baik-baik saja ya. Terakhir kan kita lihat ya Mas Didit, putra Pak Prabowo, juga berkunjung ke kediaman Pak Jokowi. Artinya selama ini juga komunikasinya baik-baik saja," ujar Bahtra di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Menurut Bahtra, Presiden Prabowo memiliki prinsip untuk selalu menghormati dan menjaga silaturahmi dengan para pemimpin terdahulu.
Sikap hormat ini, kata dia, diberikan Prabowo kepada seluruh mantan presiden dan wakil presiden tanpa terkecuali.
"Pak Prabowo tentu menghargai pemimpin-pemimpin terdahulu tanpa terkecuali siapapun. Semua mantan-mantan presiden komunikasinya baik, mantan-mantan wakil presiden pun komunikasi Pak Prabowo dengan beliau-beliau baik semua," imbuhnya.
Bahtra menegaskan bahwa publik tidak perlu mengkhawatirkan stabilitas hubungan antarpemimpin tersebut.
Baginya, keharmonisan yang ditunjukkan selama ini adalah bukti nyata bahwa tidak ada masalah personal maupun politik yang mengganggu hubungan mereka.
"Jadi saya pikir tidak ada sesuatu yang menjadi masalah, menjadi problem," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara yang digelar di Lapangan Satlat Brimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).
Prabowo tiba di lokasi didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Keduanya berjalan menuju mimbar utama bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Dalam kesempatan itu, Prabowo tampil mengenakan setelan jas berwarna gelap, kopiah hitam, dan kacamata hitam. Sebelum upacara dimulai, ia menyempatkan diri menyapa sejumlah tamu undangan yang telah hadir.
Di antara tokoh yang hadir tampak Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Sinta Nuriyah Wahid bersama putrinya, Yenny Wahid, serta Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Momen menarik terjadi saat Prabowo menyapa Jokowi. Presiden terlebih dahulu memberikan hormat kepada pendahulunya tersebut, yang kemudian dibalas dengan gestur hormat serupa oleh Jokowi. Keduanya lalu berjabat tangan dan berbincang singkat.