-
Presiden Iran mengecam lembaga internasional yang bungkam terhadap rentetan agresi mematikan militer Israel.
-
Pezeshkian menyerukan persatuan solidaritas negara Muslim untuk menghadapi ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah.
-
Rangkaian upacara pemakaman Khamenei digelar megah lintas negara dari Iran hingga ke Irak.
Agenda pelepasan publik dijadwalkan pada Sabtu dan Minggu, diikuti oleh prosesi pemakaman utama di Teheran pada Senin. Upacara pemakaman kemudian akan berpindah ke Qom pada 7 Juli.
Perjalanan jenazah berlanjut melintasi perbatasan internasional menuju negara tetangga untuk mendapatkan penghormatan serupa. Hubungan emosional dan spiritual antar-wilayah tampak menguat dalam prosesi ini.
Pada 8 Juli, upacara dijadwalkan di Irak, termasuk di Baghdada, Najaf, dan Karbala, di mana jenazah akan diterima oleh tokoh agama dan politik sebelum dipindahkan ke tempat-tempat suci Syiah.
Puncak dari seluruh rangkaian ritual pemakaman massal ini akan berakhir di salah satu kota suci utama Iran. Tempat ini dipilih sebagai peristirahatan terakhir yang abadi.
Upacara pemakaman dan penguburan terakhir dijadwalkan pada 9 Juli di Makam Imam Ali Reza di timur laut kota Mashhad, salah satu situs ajaran Syiah.
Krisis politik jilid terbaru ini bermula dari operasi militer gabungan berskala besar yang menghantam jantung pertahanan Iran. Insiden fatal tersebut langsung menyulut konfrontasi bersenjata terbuka yang berlangsung sangat melelahkan.
Khamenei tewas dalam serangan gabungan AS-Israel di Iran pada 28 Februari, yang memicu perang selama beberapa minggu sebelum gencatan senjata tercapai di bawah mediasi Pakistan pada April, yang kemudian diikuti oleh kesepakatan sementara pada Juni.
Meskipun kesepakatan damai sementara sudah disepakati, ketegangan di akar rumput tetap membara hingga saat ini. Retorika keras dari pemimpin baru Iran menandakan bahwa bara peperangan bisa kembali menyala sewaktu-waktu.