- Kepala PSAD UII Masduki mendesak Presiden Prabowo segera menengahi konflik internal antara Kepolisian dan Kejaksaan Agung pada Juli 2026.
- Konflik antarlembaga tersebut dipicu oleh pengusutan dugaan korupsi besar yang melibatkan oknum di institusi Badan Gizi Nasional serta Kejaksaan.
- Masduki meminta TNI bersikap netral dan menarik diri dari konflik agar penegakan hukum berjalan independen tanpa ada intervensi militer.
TNI seharusnya menjaga jarak dari konflik kepentingan antarpenegak hukum. Ia bahkan berpendapat militer lebih tepat mendorong penguatan penegakan hukum.
Termasuk memberi ruang kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) apabila diperlukan. Dibanding terlibat dalam dinamika yang berpotensi memunculkan persepsi keberpihakan.
Di sisi lain, ia menilai baik Kepolisian maupun Kejaksaan Agung perlu menunjukkan profesionalisme agar tidak memunculkan kesan adanya aksi balas dendam.
Menurutnya, setiap dugaan korupsi harus diproses secara independen. Sehingga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum tetap terjaga.