- Presiden Prabowo melarang penjualan perusahaan pertahanan strategis Indonesia kepada pihak asing dalam peresmian bendungan di Lombok Barat.
- Pemerintah Indonesia memutuskan untuk membangkitkan kembali industri pertahanan dalam negeri agar mampu memproduksi alutsista canggih secara mandiri.
- Pemerintah menargetkan penutupan 800 BUMN tidak efisien pada Desember 2026 demi melakukan efisiensi keuangan negara sebesar 70 triliun.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan ada upaya melepas sejumlah perusahaan pelat merah ke tangan investor asing. Padahal perusahaan BUMN tersebut strategis lantaran bergerak di bidang pertahanan.
Informasi tersebut diungkapkan Prabowo saat menyorot jumlah BUMN yang ia anggap terlalu banyak sehingga perlu ada efisien. Apalagi ternyata anak, cucu, cicit perusahaan pelat merah tersebut diketahui tidak memberikan keuntungan, malah sebaliknya.
Mengetahui ada upaya menjual perusahaan BUMN tersebut, Prabowo dengan tegas mengeluarkan instruksi pelarangan. Kepala Negara tidak ingin perusahaan tersebut berpindah kepemilikan ke tangan asing.
"Banyak sekali perusahaan yang seolah-olah tadinya mau dijual, tadinya mau dijual ke asing. Saya larang!" kata Prabowo dalam peresmian Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026).
Prabowo menyebutkan sejumlah perusahaan pelat merah di sektor pertahanan yang ternyata mau dijual ke asing, mulai dari PT PAL Indonesia, PT Pindad, dan PT Dirgantara Indonesia (PT DI)>
"Tadinya industri pertahanan mau dijual, PT PAL mau dijual, PT Pindad mau dijual, PT DI dibunuh, mau dijual, kita bangkitkan! Sekarang kita akan bangkitkan semua perusahaan-perusahaan itu," kata Prabowo.
Kekinian setelah ada pembenahan terhadap sejumlah perusahaan tersebut, Prabowo melihat mulai ada perbaikan.
"PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal-kapal perang yang hebat-hebat. PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal selam. PT PAL akan bikin kapal-kapal canggih, Saudara-Saudara sekalian.
"Pindad sekarang baru saja saya dapat laporan dapat kontrak dari Arab Saudi. Semua senapan dan senapan mesin tentara Arab Saudi akan dibangun oleh PT Pindad, Saudara-saudara. Senjata kita teruji," kata Prabowo.
Sementara itu mengenai BUMN yang sekian puluhan tahun menjadi sarang korupsi, perlahan mulai diperbaiki. Prabowo mengatakan dirinya mendapat laporan beberapa BUMN yang puluhan tahun merugi, sekarang mulai menghasilkan laba.
Pada awal menjabat sebagai Presiden RI, Prabowo dibuat heran dengan jumlah BUMN yang mencapai seribu lebih perusahaan. Jumlah tersebut di atas ekspektasi Prabowo yang memperkirakan hanya berkisar 300 perusahaan atau maksimal 400 perusahaan pelat merah.
"Begitu saya dilantik jadi Presiden baru saya diberitahu BUMN kita 1077. Itu pun jangan-jangan ada lagi anak perusahaan, ada lagi cucu perusahaan, ada lagi cicit perusahaan. Dan itu adalah cara mereka untuk sembunyi, sembunyiin uang negara, sembunyiin uang rakyat," kata Prabowo.
Mengetahui perusahaan BUMN yang hanya besar secara jumlah tetapi tidak dengan keuntungannya, Prabowo membuat kebijakan melakukan pemangkasan berupa penutupan terhadap ratusan perusahaan.
"Ini kita tertibkan. Sampai akhir bulan Juli, sampai hari ini kita sudah tutup 240 BUMN yang nggak beres sudah kita tutup. Nanti akhir Juli ini akan 250 BUMN kita tutup. Desember 31 2026 akan tutup jumlahnya 800 BUMN yang tidak efisien, yang tidak pernah untung, yang merugi terus, kita tutup," kata Prabowo.
"Dari gaji direksi saja sampai sekarang, overhead dan gaji kita sudah bisa menghemat mendekati 70 triliun. 70 triliun sudah kita hemat, Saudara-saudara," tandas Prabowo.