Di Balik Penggeledahan yang Dikaitkan dengan Febrie Adriansyah: Anomali dan Tanda Tanya Penyidikan

Bella, Faqih Fathurrahman

Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:09 WIB
Di Balik Penggeledahan yang Dikaitkan dengan Febrie Adriansyah: Anomali dan Tanda Tanya Penyidikan
Ilustrasi Jampidsus Febrie Ardiansyah. [Suara.com/Syahda]
baca 10 detik
  • Jampidsus Febrie Adriansyah menjadi sorotan setelah penyidik Polri menggeledah sejumlah lokasi terkait dugaan tindak pidana tertentu.
  • Penyidik menyita uang miliaran rupiah di kafe serta emas batangan di rumah pribadi Febrie di Sentul.
  • Febrie membantah kepemilikan kafe dan emas tersebut, sementara pakar hukum menilai penyidikan kepolisian masih belum transparan.

Suara.com - Nama Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah mendadak mencuat ke permukaan usai dikaitkan dengan penggeledahan yang dilakukan penyidik gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Nama Febrie biasanya santer terdengar berkat pengungkapan dugaan tindak pidana korupsi kelas kakap. Sejak menjabat sebagai Jampidsus pada 2022, ia telah menangani perkara seperti dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina Patra Niaga.

Selanjutnya, dugaan korupsi PT Timah, dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook, hingga terbaru dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN).

Tak hanya itu, Febrie yang juga merupakan Kepala Pelaksana Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) kerap melakukan penyitaan lahan untuk dikembalikan menjadi kawasan hutan.

Sebelum menjadi Jampidsus, Febrie pernah menjabat sebagai Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung. Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kajati DKI Jakarta.

Namanya Jadi Sorotan

Namun, kini namanya menjadi sorotan setelah Polri melakukan rangkaian penggeledahan di 13 lokasi.

Rangkaian penggeledahan tersebut juga cukup mencengangkan karena penyidik menemukan uang miliaran rupiah di Cafe de'Clan Signature. Semula, banyak pihak mengaitkan kafe tersebut merupakan milik Febrie.

Namun, dalam konferensi pers, Febrie membantah bahwa kafe tersebut merupakan miliknya.

"Sekali lagi dapat saya jelaskan bahwa Jampidsus tidak ada keterkaitan dalam bisnis yang telah diberitakan di media sosial seperti di Cipete," kata Febrie saat memberikan keterangan pers di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jumat (10/7/2026).

baca juga

Selanjutnya, penyidik juga menggeledah sebuah rumah di kawasan Sentul, Jawa Barat. Dari hasil penggeledahan, penyidik menemukan 74 kilogram emas batangan di dalam koper yang disimpan di rumah tersebut.

Febrie tidak membantah bahwa rumah tersebut merupakan miliknya. Bahkan, ia mengaku rumah itu merupakan rumah pribadinya sejak lama.

Namun, Febrie berkelit bahwa temuan emas tersebut bukan miliknya. Ia mengaku emas yang berada di rumah tersebut merupakan milik seseorang.

"Rumah Sentul itu memang rumah pribadi Jampidsus yang sudah sejak lama. Mengenai uang yang ditemukan, itu ada pemiliknya, ada kegiatannya, ada orang-orangnya. Semua kami yakin dapat dipertanggungjawabkan dengan benar, tetapi tentunya tidak melalui forum seperti ini, melainkan melalui proses hukum yang sesuai," ujarnya.

Anomali Perkara

Infografis penggeledahan Rumah Mewah Sentul, Cafe de'Clan Cipete hingga Klarifikasi Febrie Ardiansyah
Infografis penggeledahan Rumah Mewah Sentul, Cafe de'Clan Cipete hingga Klarifikasi Febrie Ardiansyah. [Suara.com/Syahda]

Pakar hukum pidana Universitas Tarumanegara (Untar), Hery Firmansyah, menilai penyelidikan yang dilakukan polisi terkesan anomali.

Sebab, meski telah melakukan penggeledahan dan penyitaan, penyidik belum menjelaskan persoalan yang sebenarnya sedang ditangani.

Terlebih, setelah melakukan penyitaan, penyidik seharusnya segera mengumumkan kepemilikan harta yang disita.

“Ini kan harus jelas dulu sebenarnya duduk persoalannya. Yang disita ini urusannya apa? Siapa yang diduga terkait dengan hal ini? Pasal akan diancamkan pidananya apa?,” kata Hery usai dihubungi Suara.com, Jumat (10/7/2026).

“Ini yang gelap sih menurut saya, ya. Gejala itu tidak terjawab dan seakan-akan enggak jelas ini arahnya ke mana,” imbuhnya.

Mengumumkan kepemilikan barang sitaan merupakan kewajiban penyidik. Sebab, penyitaan harus berkaitan dengan dugaan tindak pidana.

“Ini pun kita enggak tahu inisialnya siapa. Bukan apa-apa, kewajiban penyidik adalah menjelaskan itu semua dulu. Ya karena kalau bicara tentang penyitaan kan harus yang berkaitan dengan kejahatan. Apakah hasil dari kejahatan, alat untuk menggunakan kejahatan, atau untuk menutup-nutupi kejahatan yang dilakukan,” jelasnya.

Hery khawatir kasus ini menjadi kabur karena sejak awal tidak dijelaskan secara rinci. Jika memang ada keterkaitan Jampidsus Febrie Adriansyah dalam penggeledahan tersebut, penyidik harus menjelaskan apa bentuk keterkaitannya.

“Harusnya jelas-jelas aja, dalam hitungan hari harusnya penyidik sudah berani mendeklarasikan apa hasil temuan dari penyidikannya ya, jangan digantung begini karena kalau digantung begini kasihan masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Hery, jangan sampai penggeledahan ini justru menjadi konsumsi liar di masyarakat. Masyarakat akhirnya mengomentari sesuatu yang sebenarnya belum jelas duduk perkaranya.

Sebab, setiap tindakan penegakan hukum pasti diawali dengan proses, baik pada tahap penyelidikan maupun penyidikan.

“Ya tinggal disampaikan aja di muka publik, enggak susah kok itu. Apakah ada keengganan karena memang benar ada kaitan dengan oknum penegak hukum yang punya jabatan tinggi,” kata Hery.

Jika kepemilikan barang sitaan tidak segera diumumkan, Hery menilai kepolisian tidak menunjukkan profesionalisme dalam penanganan perkara tersebut.

“Ini kan disita sana-sini, digeledah sana-sini, sampai detik ini kita enggak tahu siapa pemiliknya, apa urusannya, enggak tahu kita. Nah ini yang menurut kita, ini kerja-kerja profesional enggak yang begini nih? Menyita tapi enggak jelas begini kan gitu,” jelasnya.

“Bisa dikatakan sekelas Jampidsus saja kalau memang ini adalah Jampidsus. Kalau itu bener gimana dengan rakyat jelata, gimana masyarakat biasa seperti kita-kita ini. Lebih parah lagi berarti prosesnya kan. Yang kayak gini aja enggak pake due process of law, enggak pake aturan hukum yang jelas gitu,” imbuhnya.

Sejak awal, masyarakat, menurut Hery, memang belum sepenuhnya percaya terhadap penegakan hukum tindak pidana korupsi. Dengan adanya peristiwa ini, kepercayaan publik dikhawatirkan akan semakin menurun.

“Ya kalau kita boleh jujur dari dulu orang agak sulit memercayai pemberantasan korupsi di negara ini ya. Dengan keadaan ini malah makin turun lagi kepercayaannya,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dulu Diandalkan, Sekarang Jadi Ancaman, Mengapa Jokowi Disebut Cemas dengan Jampidsus Febrie?

Dulu Diandalkan, Sekarang Jadi Ancaman, Mengapa Jokowi Disebut Cemas dengan Jampidsus Febrie?

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:03 WIB

KPK Curiga Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Pakai Nama Orang Lain Tanpa Hubungan Keluarga

KPK Curiga Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Pakai Nama Orang Lain Tanpa Hubungan Keluarga

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:00 WIB

Brimob Bersenjata Lengkap Kawal Pengungkapan Dugaan Korupsi Jampidsus di Polda Metro Jaya

Brimob Bersenjata Lengkap Kawal Pengungkapan Dugaan Korupsi Jampidsus di Polda Metro Jaya

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 17:51 WIB

Prabowo: Jangan Lawan Kehendak Rakyat dengan Membiarkan Korupsi

Prabowo: Jangan Lawan Kehendak Rakyat dengan Membiarkan Korupsi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 17:27 WIB

Hakim Ungkap Rincian Suap Rp91,77 Miliar Blueray Cargo ke Pejabat Bea Cukai

Hakim Ungkap Rincian Suap Rp91,77 Miliar Blueray Cargo ke Pejabat Bea Cukai

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 17:09 WIB

Tepis Isu Perang Institusi, Komjak: Rumah Jampidsus Digeledah Bukan Sinyal Konflik Jaksa dan Polri

Tepis Isu Perang Institusi, Komjak: Rumah Jampidsus Digeledah Bukan Sinyal Konflik Jaksa dan Polri

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:57 WIB

KPK Siap Supervisi Kasus Jampidsus Febrie: Tak Ada Kata Tidak Siap!

KPK Siap Supervisi Kasus Jampidsus Febrie: Tak Ada Kata Tidak Siap!

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:35 WIB

KPK Bakal Kuliti LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah Buntut Rumah Mewah di Sentul

KPK Bakal Kuliti LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah Buntut Rumah Mewah di Sentul

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:32 WIB

'Hukum Jangan Berdasar Pesanan!' Prabowo Diminta Turun Tangan Evaluasi dan Berish-bersih Kejagung

'Hukum Jangan Berdasar Pesanan!' Prabowo Diminta Turun Tangan Evaluasi dan Berish-bersih Kejagung

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:29 WIB

Prabowo Sadar Ada Maling di Program MBG, Minta Warga Lapor Lewat TikTok

Prabowo Sadar Ada Maling di Program MBG, Minta Warga Lapor Lewat TikTok

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:26 WIB

Terkini

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Jakarta | Minggu, 01 November 2026 | 22:31 WIB

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:20 WIB

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:11 WIB

Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor

Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:08 WIB

Patuhi Danantara, PTBA Resmi Bubarkan Anak Usaha

Patuhi Danantara, PTBA Resmi Bubarkan Anak Usaha

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:05 WIB

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

×