Derita Berlipat Ibu Korban Little Aresha: Berjuang Sembuhkan Trauma Anak Sekaligus Diri Sendiri

Cesar Uji Tawakal, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 13 Juli 2026 | 16:08 WIB
Derita Berlipat Ibu Korban Little Aresha: Berjuang Sembuhkan Trauma Anak Sekaligus Diri Sendiri
Ilustrasi anak-anak Little Aresha yang diikat (Gemini AI)
baca 10 detik
  • Wali murid ungkap dampak psikologis kasus kekerasan anak di daycare.

  • Korban kasus kekerasan anak di daycare mengalami regresi fisik berat.

  • Ibu korban kasus kekerasan anak di daycare ikut alami gangguan kesehatan.

Suara.com - Kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha masih menyisakan trauma mendalam tak hanya bagi anak-anak, tetapi juga para wali murid.

Salah satu wali murid, W menceritakan dampak psikologis yang luar biasa pada kedua anaknya yang menjadi korban kekerasan Little Aresha.

W mengatakan anak pertamanya dititipkan sejak usia 3 tahun dan berakhir pada Maret 2026 di usia 7 tahun 9 bulan.

Sedangkan, anak kedua dititipkan sejak usia 2 bulan sampai hari penggerebekan pada 24 April 2026.

Selama dititipkan di Little Aresha, W mengatakan anak keduanya sering diikat dan pernah dikurung di ruang gelap sendirian.

Anak kedua W menceritakan bahwa dirinya sering bermain "pocong-pocong", karena tubuhnya dibedong oleh pengasuh.

Ilustrasi anak-anak daycare Little Aresha yang dikurung dan diikat (Gemini AI)
Ilustrasi anak-anak daycare Little Aresha yang dikurung dan diikat (Gemini AI)

Akibat ikatan kencang itu, ia dan teman-temannya kesulitan berjalan hingga harus melompat-lompat menyerupai hantu pocong.

Mirisnya, trauma itu membekas hingga sang anak sempat meminta perlakuan serupa di rumah setelah kasus ini terbongkar.

"Ada juga rekaman video adiknya setelah kejadian, dia tertarik dengan pashmina seperti selendang yang dibuat ngiket kaki. Dia minta dibedong ke kakinya.

baca juga

Tak hanya itu, W mengatakan anak keduanya juga pernah rawat inap 2 kali akibat pneumonia, bronkhitis sampai menjadi asma persisten dan TB paru setelah 1 bulan masuk Little Aresha.

Bahkan, W juga mengirimkan video anaknya ketika mengalami sesak di Little Aresha.

"Anakku masuk umur 2 bulan. 1 bulan di sana sudah mulai bapil, ispa, bronkhitis, pneumonia. Opname 2 kali, asma persisten tiada hari tanpa sesek dan TB paru. Kadang di titik ini yang aku syukuri, ya Allah untung tidak terjadi hal yang lebih fatal," ujar W.

Secara psikis, W mengatakan anak keduanya juga didiagnosa memiliki perilaku agresif, merusak dan kurang fokus akibat kekerasan yang dialaminya selama di Little Aresha.

Sementara itu, anak pertama W memiliki perilaku regresi sehingga masih suka mengompol dan BAB di celana di usia 7 tahun lebih ini.

"Hasil pemeriksaan psikolog, anak pertama yang sudah 7 tahun lebih ada regresi. Jadi, dia masih ngompol dan pup di celana. Anak kedua didiagnosa agresif, merusak dan kurang fokus," jelas W.

Penderitaan W pun kian berlapis, karena dampak psikologis ini tak hanya dirasakan anak-anaknya tetapi juga menyerang kesehatan fisik dan psikisnya secara langsung.

W juga harus menjalani konsultasi psikolog dan penyakit aritmia justru memburuk.

"Aku juga harus ke psikolog agar bisa kembali bekerja dan ketemu sama orang-orang. Aku sendiri memang ada ritmia, tapi gara-gara kasus ini jadi lebih buruk. Yang tadinya terkendali tanpa obat jadi muncul lagi," pungkas W.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Sepatu Lari Lokal Rekomendasi dr Tirta, Ada Full Cushion hingga Carbon Plate

5 Sepatu Lari Lokal Rekomendasi dr Tirta, Ada Full Cushion hingga Carbon Plate

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 13:04 WIB

Apa Itu Kacamata Photocromic? Cek 3 Rekomendasi Terlaris di Shopee dengan Review Jujur

Apa Itu Kacamata Photocromic? Cek 3 Rekomendasi Terlaris di Shopee dengan Review Jujur

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 11:18 WIB

Cerah Seketika! 5 Rekomendasi Serum Korea Kaya Vitamin C

Cerah Seketika! 5 Rekomendasi Serum Korea Kaya Vitamin C

Your Say | Senin, 13 Juli 2026 | 11:30 WIB

3 Pekerja Daycare Little Aresha Masih Jadi Saksi, Akankah Menyusul Jadi Tersangka?

3 Pekerja Daycare Little Aresha Masih Jadi Saksi, Akankah Menyusul Jadi Tersangka?

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:59 WIB

Update 14 Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha: 1 Tersangka Mangkir dari Pemeriksaan Polisi

Update 14 Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha: 1 Tersangka Mangkir dari Pemeriksaan Polisi

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:15 WIB

Polisi Ungkap Peran 14 Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha, Ada Satpam dan Petugas Kebersihan

Polisi Ungkap Peran 14 Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha, Ada Satpam dan Petugas Kebersihan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:00 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×