Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:02 WIB
Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa
Donald Trump (Instagram/@realdonaldtrump)
baca 10 detik
  • Donald Trump memberikan tekanan diplomatik yang sangat masif kepada pemerintah Iran.

  • Washington memanfaatkan saluran komunikasi terbaru untuk mengirimkan ultimatum keras ke Tehran.

  • Masa depan kesepakatan ini masih belum pasti di tengah ancaman kehancuran ekonomi.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump meluncurkan tekanan diplomatik terbaru yang sangat agresif terhadap pemerintah Iran. Washington memberikan pilihan mutlak kepada Teheran untuk segera menyepakati perjanjian bilateral atau menghadapi risiko kehancuran domestik yang fatal.

Pernyataan keras tersebut disampaikan langsung oleh Trump dalam sebuah wawancara eksklusif bersama jurnalis Fox News, Trey Yingst. Langkah ini menandai babak baru ketegangan geopolitik yang semakin meruncing di kawasan Timur Tengah.

Trump secara terbuka memperingatkan konsekuensi berat yang akan diterima Iran jika mereka terus menolak bernegosiasi. Ancaman ini menjadi sinyal kuat bahwa Amerika Serikat tidak akan melunakkan posisinya dalam waktu dekat.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mendapat sambutan megah saat tiba di Beijing, Rabu malam waktu setempat, untuk menghadiri pertemuan penting dengan Presiden China, Xi Jinping. [Tangkap layar x]
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mendapat sambutan megah saat tiba di Beijing, Rabu malam waktu setempat, untuk menghadiri pertemuan penting dengan Presiden China, Xi Jinping. [Tangkap layar x]

“Anda lebih baik membuat kesepakatan,” ujar Trump kepada Yingst dalam wawancara tersebut, lalu menambahkan, “Anda tidak akan memiliki siapa pun yang tersisa.”

Pemerintah Amerika Serikat mengklaim tetap memperhitungkan aspek kemanusiaan di tengah tekanan politik yang luar biasa ini. Konteks keselamatan warga sipil menjadi perhatian yang diselipkan di antara retorika keras Gedung Putih.

Pemimpin nomor satu Amerika Serikat tersebut kemudian menegaskan bahwa negaranya tetap bertindak secara terukur. Kendati demikian, peringatan tegas mengenai dampak penolakan kesepakatan kembali ditekankan dengan sangat lugas.

“Namun saya katakan, Anda lebih baik membuat kesepakatan. Anda tidak akan memiliki apa pun yang tersisa,” kata Trump mengulangi peringatannya.

Pesan bernada ultimatum ini bukan sekadar retorika media belaka yang dilontarkan tanpa arah. Informasi krusial tersebut rupanya telah dikirimkan secara formal kepada otoritas tertinggi di Teheran.

Trump mengungkapkan bahwa komunikasi intensif antara perwakilan resmi Amerika Serikat dan pihak Iran baru saja terjadi. Saluran diplomatik darurat tersebut diaktifkan sesaat sebelum wawancara media itu berlangsung.

baca juga

Menurut keterangan resmi kepresidenan, kontak terakhir antar-perwakilan negara tersebut dilakukan sekitar 1 jam yang lalu. Momentum ini menunjukkan dinamika negosiasi yang bergerak sangat cepat di balik layar.

Saat ditanya mengenai peluang pemerintah Iran untuk menerima proposal perdamaian tersebut, Trump menunjukkan sikap skeptis. Pihak Gedung Putih tidak dapat memastikan langkah apa yang akan diambil oleh rival politiknya tersebut.

Meskipun menuntut kepatuhan penuh, Trump mengakui bahwa keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan para pemimpin Teheran. Respons Iran terhadap pesan terbaru ini akan menentukan arah stabilitas keamanan global ke depan.

Ketika Yingst bertanya apakah Iran akan mengambil kesepakatan itu, Trump menjawab, “Mereka harus melakukannya. Saya tidak tahu apakah mereka akan melakukannya atau tidak.”

Hubungan bilateral antara Amerika Serikat dan Iran memang kerap diwarnai oleh konflik kepentingan yang mendalam selama beberapa dekade terakhir. Persoalan mengenai program pengayaan nuklir dan sanksi ekonomi berlapis menjadi pemicu utama renggangnya hubungan kedua negara.

Tekanan demi tekanan terus diluncurkan oleh Washington untuk membatasi ruang gerak pengaruh politik luar negeri Teheran. Ultimatum terbaru dari Trump ini menjadi puncak dari rentetan perselisihan panjang yang belum menemukan titik temu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun

Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:47 WIB

Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan

Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:39 WIB

Hujan Rudal AS Bunuh 3 Warga Sipil di Iran Selatan, Bukan Tentara

Hujan Rudal AS Bunuh 3 Warga Sipil di Iran Selatan, Bukan Tentara

Bola | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:25 WIB

Terkini

Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi

Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:00 WIB

Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun

Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:47 WIB

JPO Tendean Selesai Dievakuasi, Akses ke Blok M dan Kemang Kembali Dibuka

JPO Tendean Selesai Dievakuasi, Akses ke Blok M dan Kemang Kembali Dibuka

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:44 WIB

Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan

Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:39 WIB

Iran Hujan Rudal AS, Rentetan Bom Hancurkan Pesisir Strategis dekat Selat Hormuz

Iran Hujan Rudal AS, Rentetan Bom Hancurkan Pesisir Strategis dekat Selat Hormuz

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:17 WIB

Kekayaan Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Tak Sesuai LHKPN, KPK Buka Suara

Kekayaan Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Tak Sesuai LHKPN, KPK Buka Suara

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:12 WIB

Benjamin Netanyahu Ultimatum Iran: Berani Serang Kami, Balasan Akan Mengerikan!

Benjamin Netanyahu Ultimatum Iran: Berani Serang Kami, Balasan Akan Mengerikan!

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:05 WIB

Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli

Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 22:02 WIB

Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah

Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:56 WIB

Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD

Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:48 WIB

×