-
Amerika Serikat membombardir wilayah strategis Iran Selatan menjelang penerapan blokade maritim sepihak.
-
Serangan proyektil tersebut menghantam pelabuhan Bandar Abbas, Sirik, hingga Pulau Hengam.
-
Seluruh lokasi target berada di Provinsi Hormozgan yang dekat dengan Selat Hormuz.
Suara.com - Militer Amerika Serikat kembali meluncurkan gelombang serangan udara mematikan yang menyasar sejumlah titik strategis di wilayah Iran Selatan. Langkah agresif ini diambil sesaat sebelum Washington resmi memberlakukan kembali blokade Selat Hormuz di kawasan tersebut.
Kantor berita resmi pemerintah Iran, Islamic Republic News Agency (IRNA), melaporkan bahwa kota pelabuhan penting Bandar Abbas serta area di sekitar Sirik menjadi target utama. Rentetan ledakan besar dilaporkan mengguncang wilayah timur Bandar Abbas serta kawasan di antara Sirik dan desa Tahrouyi.
Titik-titik pertahanan di dekat Sirik dilaporkan terkena hantaman keras pada pukul 23.00 waktu setempat. Saluran berita resmi tersebut mengonfirmasi wilayahnya digempur oleh proyektil rudal Amerika Serikat.
![Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah Iran dan Amerika Serikat saling menuduh melanggar kesepakatan gencatan senjata. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/28/71017-rudal-iran.jpg)
Gempuran udara ini tidak berhenti di daratan utama melainkan meluas hingga ke wilayah kepulauan. IRNA kemudian mengabarkan bahwa Pulau Hengam, yang terletak tepat di selatan Pulau Qeshm di Teluk Persia, turut menjadi sasaran tembak rudal-rudal Amerika Serikat.
Hingga saat ini, pihak berwenang dari Pentagon belum memberikan pernyataan resmi terkait serangan terbaru mereka. CNN telah menghubungi Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command) untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut mengenai operasi militer ini.
Seluruh lokasi yang menjadi target serangan udara kali ini berada di bawah yurisdiksi Provinsi Hormozgan. Kawasan tersebut berbatasan langsung dengan Selat Hormuz yang merupakan jalur pelayaran minyak paling vital di dunia.
Ketegangan bersenjata antara kedua negara ini terus meruncing menyusul rencana pemberlakuan kembali blokade angkatan laut oleh Amerika Serikat. Langkah Washington ini bertujuan untuk memutus akses logistik dan menekan perekonomian Teheran secara drastif di koridor laut internasional.
Insiden penembakan rudal di Provinsi Hormozgan ini diprediksi akan mengubah peta konfrontasi di Timur Tengah secara signifikan. Dunia internasional kini mengkhawatirkan dampak penutupan Selat Hormuz terhadap stabilitas pasokan energi dan ekonomi global.