- Isayas Tigi, Kepala SMP Negeri 1 Kamuu, akan memasuki masa pensiun pada 4 Oktober 2026 mendatang.
- Pemerintah Provinsi Papua Tengah meluncurkan program pendidikan gratis untuk memperluas akses serta meringankan beban ekonomi masyarakat.
- Kebijakan sekolah gratis tersebut diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan pendidikan anak-anak di Papua.
Suara.com - Setelah lebih dari tiga dekade mengabdikan diri sebagai guru, Kepala SMP Negeri 1 Kamuu, Isayas Tigi, akhirnya menyaksikan impian yang selama ini dinantikannya menjadi kenyataan: pendidikan gratis bagi anak-anak Papua Tengah.
Menjelang masa pensiunnya pada Oktober 2026, Isayas mengaku bersyukur karena Pemerintah Provinsi Papua Tengah menghadirkan program sekolah gratis yang dinilainya mampu membuka akses pendidikan lebih luas sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat.
Saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/7/2026), Isayas mengenang perjalanan panjangnya sebagai pendidik.
Ia memulai karier sebagai guru di Kabupaten Biak Numfor pada 1992 sebelum kembali ke daerah asal dan mengajar di SMP Negeri 1 Kamuu pada 2007. Dua tahun kemudian, ia dipercaya menjadi kepala sekolah dan akan mengakhiri masa baktinya sebagai aparatur sipil negara pada 4 Oktober 2026.
"Secara administrasi, saya akan pensiun pada 4 Oktober 2026," tutur Isayas dikutip Suara.com dari Ceposonline.com.
Selama 32 tahun mengajar, Isayas menyaksikan berbagai perubahan dalam dunia pendidikan. Ia masih mengingat masa ketika sekolah bergantung pada iuran komite dan bantuan pemerintah pusat karena belum adanya otonomi daerah.
Kini, menurutnya, pembangunan pendidikan berkembang jauh lebih pesat hingga mampu menjangkau wilayah-wilayah yang sebelumnya sulit diakses.
"Sekarang sudah jauh berbeda. Dengan otonomi daerah, pembangunan semakin cepat dan menjangkau daerah-daerah yang dulu sulit dijangkau," unghkapnya.
Meski banyak perubahan terjadi, Isayas mengingatkan bahwa tugas utama seorang guru tetap mendidik generasi muda. Baginya, kesejahteraan guru memang penting, tetapi tidak boleh menggeser tanggung jawab utama dalam membentuk masa depan anak-anak.
"Tugas utama guru adalah mengajar karena pendidikan menentukan masa depan generasi kita," tegasnya.
Di penghujung masa pengabdiannya, Isayas mengaku paling bersyukur karena dapat menyaksikan lahirnya program pendidikan gratis di Papua Tengah.
Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi harapan baru bagi banyak keluarga yang selama ini kesulitan membiayai pendidikan anak-anak mereka.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah atas program pendidikan gratis ini. Bantuan ini sangat membantu meringankan beban biaya pendidikan di sekolah. Harapan kami, ke depan program ini terus ditingkatkan karena kebutuhan sekolah masih cukup besar," ujarnya.
![Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa dan Deinas Geley saat dilantik di Istana Merdeka Jakarta, beberapa waktu lalu. [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/03/05/55808-gubernur-dan-wakil-gubernur-papua-tengah-meki-nawipa-dan-deinas-geley.jpg)
Saat ini, SMP Negeri 1 Kamuu memiliki sekitar 470 siswa yang terbagi dalam 15 rombongan belajar. Dengan jumlah tersebut, kebutuhan pembiayaan sekolah tergolong besar.
Karena itu, Isayas meyakini manfaat sekolah gratis akan paling dirasakan keluarga di Papua yang umumnya memiliki lebih dari satu anak usia sekolah.