Sudah 59 Nyawa Melayang! Komnas HAM Tagih Janji Pemerintah Urus 100 Ribu Pengungsi Papua

Muhamad Yasir, Lilis Varwati

Rabu, 15 Juli 2026 | 10:29 WIB
Sudah 59 Nyawa Melayang! Komnas HAM Tagih Janji Pemerintah Urus 100 Ribu Pengungsi Papua
Ilustrasi-Personel Koops TNI Habema saat mengevakuasi jenazah pilot berkebangsaan Amerika Serikat yang ditembak kelompok OPM di Balinggama, Kabupaten Yahukimo. ANTARA/HO/Dok Koops Habema
baca 10 detik
  • Komnas HAM mendesak pemerintah memprioritaskan perlindungan warga sipil dan penegakan hukum akuntabel akibat konflik bersenjata di wilayah Papua.
  • Tercatat 42 peristiwa kekerasan yang menewaskan 59 jiwa serta memaksa lebih dari 100 ribu penduduk menjadi pengungsi internal.
  • Komnas HAM menuntut intervensi pemerintah segera guna membantu pengungsi serta mengedepankan pendekatan dialogis untuk menyelesaikan konflik kemanusiaan tersebut.

Suara.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendesak pemerintah menjadikan perlindungan warga sipil, penegakan hukum yang akuntabel, serta percepatan penanganan lebih dari 100 ribu pengungsi internal sebagai prioritas di tengah konflik yang terus berlangsung di Papua.

Koordinator Tim Pengamatan Situasi HAM menuju Dialog Kemanusiaan di Papua (Tim Papua), Atnike Nova Sigiro, mengatakan kondisi keamanan dan pemenuhan hak-hak sipil di Papua masih memprihatinkan meski pemerintah telah menggelontorkan berbagai kebijakan dan sumber daya.

"Meskipun pemerintah telah menerapkan berbagai kebijakan dan alokasi sumber daya, kondisi keamanan dan hak-hak sipil di Papua masih jauh dari optimal. Terdapat 42 peristiwa kekerasan yang tercatat, dengan mayoritas melibatkan kelompok bersenjata dan aparat keamanan. Ini mengakibatkan 59 korban jiwa, sebagian besar adalah warga sipil," ungkap Atnike di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Ketua Komnas HAM Atnike Nova Sigiro. (Foto: Dokumen Komnas HAM)
Tim Papua Komnas HAM Atnike Nova Sigiro. (Foto: Dokumen Komnas HAM)

Menurut Atnike, konflik bersenjata yang berkepanjangan juga memicu meningkatnya jumlah pengungsi internal, terutama di Provinsi Papua Tengah dan Papua Pegunungan.

Situasi tersebut berdampak pada berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang memerlukan penanganan segera agar tidak memperburuk kondisi masyarakat terdampak.

Karena itu, Komnas HAM meminta pemerintah memperkuat perlindungan terhadap warga sipil, memastikan penegakan hukum berjalan secara akuntabel, serta memberikan respons cepat terhadap kebutuhan para pengungsi.

Anggota Tim Papua Komnas HAM, Amiruddin Al-Rahab, menekankan bahwa perhatian khusus perlu diberikan kepada kelompok rentan, terutama perempuan dan anak-anak yang tinggal di lokasi pengungsian.

"Menurut data yang tercatat ada lebih dari 100.000 pengungsi, dan kami meminta semua instansi pemerintah yang terlibat di Papua untuk segera melakukan intervensi," tegas Amiruddin.

Ia menambahkan, Komnas HAM telah berkoordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, serta instansi terkait lainnya untuk mendorong percepatan penanganan persoalan kemanusiaan di Papua.

baca juga

Melalui hasil pemantauan tersebut, Komnas HAM berharap pemerintah lebih mengedepankan pendekatan dialogis dan berorientasi pada kemanusiaan dalam menyelesaikan konflik di Papua.

Sebagai lembaga yang memiliki fungsi rekomendatif, Komnas HAM menyatakan akan terus memberikan masukan kebijakan dan mendorong langkah konkret agar perlindungan HAM bagi masyarakat Papua dapat berjalan lebih efektif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:39 WIB

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:32 WIB

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:24 WIB

Terkini

Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini

Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:48 WIB

5 Moisturizer untuk Kencangkan Kulit Kendur Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

5 Moisturizer untuk Kencangkan Kulit Kendur Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Laut Bercerita dan Ingatan yang Belum Selesai

Laut Bercerita dan Ingatan yang Belum Selesai

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:39 WIB

Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar

Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:29 WIB

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

×