- Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menerima keluhan promotor musik mengenai terbatasnya lokasi konser di Jakarta pada Rabu, 15 Juli 2026.
- Pemerintah menjajaki peluang investasi bersama CEO Danantara, Rosan Roeslani, guna mengatasi hambatan penyediaan venue konser yang saat ini sangat terbatas.
- Pemerintah belum merencanakan pembangunan gedung konser baru karena masih fokus mengoptimalkan fasilitas yang sudah ada untuk berbagai kegiatan publik.
Suara.com - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyadari keterbatasan venue menjadi hambatan bagi promotor musik untuk menggelar konser.
Widiyanti mengatakan telah mendengarkan langsung keluhan tersebut dalam pertemuan dengan para promotor musik.
"Kami sudah sering sekali bertemu dengan asosiasi promotor, mereka juga menyampaikan demikian," kata Widiyanti di kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Sebagai tindak lanjut, Widiyanti mengatakan telah berkoordinasi dengan CEO Danantara Rosan Roeslani perihal keterbatasan venue untuk gelaran konser musik.
Pembahasan pertemuan keduanya seputar peluang Danantara beinvestasi di ranah tersebut.
"Dan kami kemarin juga berbicara dengan CEO Danantara apabila ingin investasi, investasi di venue untuk konser terutama," kata Widiyanti.
Meski Jakarta memiliki dua venue akbar yang bisa diperuntukan sebagai lokasi konser, Widiyanti tidak menutup mata bahwa venue-venue yang ada tersebut juga diperuntukan untuk kepentingan lain.
"Karena sekarang kan rebutan dengan sports ya di GBK itu gitu. Jadi butuh dibangunkan, tapi memang sudah ada ya di JIS itu tinggal mengatur kemacetannya saja ya sekarang pak Gubernur saya rasa sudah mulai merapikan di sana," kata Widiyanti
Sementara itu mengenai adakah rencana ke depan untuk membangun venue baru? Widiyanti menegaskan belum.
"Untuk saat ini belum ya. Belum, belum di dalam perencanaan," kata Widiyanti.