Said Iqbal Dorong Pajak Pencairan JHT Jadi Nol Persen, Usul Ambang Batas Naik ke Rp 400 Juta

Vania Rossa, Novian Ardiansyah

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:52 WIB
Said Iqbal Dorong Pajak Pencairan JHT Jadi Nol Persen, Usul Ambang Batas Naik ke Rp 400 Juta
Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal. (Suara.com/Novian Ardiansyah)
baca 10 detik
  • Penasihat Khusus Presiden, Said Iqbal, mendesak pemerintah menghapus pajak pencairan Jaminan Hari Tua menjadi nol persen.
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah memerintahkan Direktorat Jenderal Pajak untuk menganalisis dampak kebijakan penghapusan pajak tersebut.
  • Said Iqbal mengusulkan kenaikan batas ambang pajak JHT dari lima puluh juta rupiah menjadi empat ratus juta rupiah.

Suara.com - Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, meminta penghapusan pajak pencairan Jaminan Hari Tua (JHT). Artinya pajak nol persen.

Hal itu disampaikan Saiq Iqbal merespons soal pemerintah yang hingga kini belum memutuskan perihal penghapusan pajak pencairan JHT.

Mengenai hal itu, Said Iqbal mengatakan bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memerintahkan Direktorar Jenderal Pajak untuk menganalisis dampak pajak nol persen JHT.

"Ya saya mendapat informasi Direktur Jenderal Pajak DJP itu sudah diminta oleh Pak Purbaya Menteri Keuangan kita untuk menganalisa seberapa besar dampak kalau JHT itu pajaknya nol persen," kata Said Iqbal di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (16/7/2026).

Kendati pemerintah masih akan melakukan analisis dampak, Presiden Partai Buruh ini sudah menegaskan sikap dirinya mendukung penghapusan pajak JHT.

"Sikap saya jelas, meminta pajak JHT adalah nol persen," kata Said.

Selain pemberlakuan pajak nol persen untuk JHT, Said Iqbal berharap dalam waktu dekat ada penghapusan pajak progresif.

"Pajak progresif itu yang membuat kita membayar pajak berulang-ulang dan mahal. Yang ketiga, batas ambang yang 50 juta rupiah ke atas terkena pajak JHT kita minta dinaikkan," kata Said Iqbal.

Said Iqbal mengusulkan ambang batas dinaikkan menjadi Rp400 juta. Bukan tanpa sebab, Said Iqbal berpatokan dengan harga logam mulia emas.

baca juga

"Kalau saya Rp400 juta. Hitungannya sederhana, Rp50 juta tahun 2009 itu 152 gram emas. Harga 152 gram emas tahun ini itu Rp400 juta. Jadi wajar sehingga kalau nanti Rp400 juta, kemarin kami sudah ketemu dengan Dirut BPJS Ketenagakerjaan banyak yang nggak kena pajak," kata Said Iqbal.

Ia berharap dalam waktu dekat bisa bertemu dan berkonsultasi dengan Menkeu Purbaya.

"Karena ini kan harus dirubah oleh Presiden karena ini Peraturan Pemerintah nomor 68 tahun 2009. Jadi memang membutuhkan waktu di Peraturan Pemerintahnya. Menteri Tenaga Kerja dan Dirut BPJS Ketenagakerjaan yang sudah kami datangi semua mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh Penasihat Khusus Presiden," tutur Said Iqbal.

Sementara itu, apakah persoalan tersebut sudah diobrolkan Said Iqbal dengan Presiden Prabowo Subianto? Said mengaku dirinya belum menghadap.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Hanya Soal Ijazah Ditahan, Penasihat Presiden Bongkar Masalah Gaji di 5asec Saat Sidak

Bukan Hanya Soal Ijazah Ditahan, Penasihat Presiden Bongkar Masalah Gaji di 5asec Saat Sidak

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:10 WIB

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:51 WIB

Revisi Aturan Outsourcing Dipastikan Rampung Juli 2026, Said Iqbal Bocorkan Poinnya

Revisi Aturan Outsourcing Dipastikan Rampung Juli 2026, Said Iqbal Bocorkan Poinnya

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:19 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×