- Survei Dairy Champ mengungkapkan bahwa 70 persen ibu di Indonesia tetap konsisten menyiapkan bekal sekolah meski menghadapi pagi yang sibuk.
- Pakar pendidikan Damar Wijayanti menyarankan orang tua berkomunikasi dengan anak untuk mencari penyebab bekal tidak habis sebelum memberikan koreksi.
- Orang tua diimbau melibatkan anak dalam menyiapkan menu dan perlengkapan agar tercipta ikatan emosional serta pengalaman makan yang menyenangkan.
"Ketika dilibatkan, anak merasa diperhatikan. Mereka tidak perlu mencari perhatian dengan perilaku lain karena sudah merasa menjadi bagian dari proses," jelasnya.
Ia juga menyarankan agar pekerjaan yang bisa disiapkan sejak malam, seperti seragam atau perlengkapan sekolah, diselesaikan lebih awal. Dengan begitu, pagi hari orang tua dapat lebih fokus menyiapkan bekal yang memang sebaiknya dibuat dalam kondisi segar.
Bekal Adalah Bahasa Cinta Orang Tua
Bagi Damar, bekal bukan hanya soal mengenyangkan perut anak.
Ia menyebut, bagi banyak ibu, membuat bekal merupakan love language atau bahasa cinta kepada anak.
"Bekal adalah cara ibu mengatakan, 'Ibu tetap memikirkan kamu meski kita sedang berjauhan.' Itu membuat anak merasa dicintai dan diterima," ujarnya.
Karena itu, ia mengingatkan orang tua tidak perlu terpaku membuat bekal yang rumit atau mengikuti tren media sosial.
"Sesimpel apa pun bekalnya, kalau sesuai dengan selera, kebutuhan, dan kesukaan anak, itu bisa menjadi bekal juara bagi mereka," katanya.
Senada dengan itu, Head of Marketing PT Etika Beverages Indonesia, Dodi Afandi, mengatakan hasil survei Dairy Champ menunjukkan bahwa di tengah rutinitas pagi yang semakin padat, para orang tua tetap berupaya menyiapkan bekal karena bekal memiliki makna lebih dari sekadar makanan.
"Bekal bukan sekadar makanan yang dibawa ke sekolah, tetapi juga menjadi salah satu cara orang tua menunjukkan perhatian dan dukungan setiap hari, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan gizi seimbang yang mendukung anak belajar, bermain, dan bertumbuh," ujar Dodi.
Ia mengakui, menghadirkan bekal yang praktis, menarik, sekaligus disukai anak memang tidak selalu mudah. Karena itu, Dairy Champ menghadirkan kampanye "Bekal Juara dari Rumah" untuk memberikan inspirasi menu yang mudah dibuat sekaligus disukai anak.
"Melalui kampanye ini, kami ingin membantu orang tua menciptakan momen menyiapkan bekal yang lebih sederhana, menyenangkan, dan bermakna. Kami percaya menjadi juara tidak selalu dimulai dari menu yang sempurna, tetapi dari kebiasaan sederhana yang membuat anak menikmati dan menghabiskan bekalnya setiap hari," tutup Dodi.