Ibu Tewas dan Anak 1 Tahun Luka Parah Dibom Rudal Amerika di Tappeh Allah Akbar Iran

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:30 WIB
Ibu Tewas dan Anak 1 Tahun Luka Parah Dibom Rudal Amerika di Tappeh Allah Akbar Iran
Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer ke wilayah Iran dengan menargetkan sebuah lokasi militer di Bandar Abbas, kota pelabuhan strategis yang berada di dekat Selat Hormuz. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Serangan udara Amerika Serikat di Bandar Abbas menewaskan seorang ibu dan melukai bayinya.

  • Otoritas Iran terpaksa membatasi operasional kereta api akibat hancurnya infrastruktur transportasi Hormozgan.

  • Agresi militer AS menghancurkan berbagai fasilitas logistik, bandara, radar, dan pusat energi vital.

Suara.com - Seorang ibu tewas seketika dan anak bayinya yang berusia satu tahun kini berada dalam kondisi kritis akibat serangan udara yang diluncurkan oleh militer Amerika Serikat di Bandar Abbas Iran.

Bocah malang tersebut mengalami luka parah akibat terkena serpihan ledakan bom di tubuhnya. Gempuran mematikan ini menghantam kawasan pemukiman padat penduduk di Tappeh Allah Akbar, Bandar Abbas.

Kantor berita Tasnim melaporkan bahwa serangan di lingkungan Tappeh Allah Akbar tersebut menewaskan sang ibu dan menyebabkan delapan orang lainnya luka-luka. Aksi militer ini memicu kepanikan luar biasa di kalangan warga sipil yang tidak berdaya.

Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer ke wilayah Iran dengan menargetkan sebuah lokasi militer di Bandar Abbas, kota pelabuhan strategis yang berada di dekat Selat Hormuz. [Istimewa]
Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer ke wilayah Iran dengan menargetkan sebuah lokasi militer di Bandar Abbas, kota pelabuhan strategis yang berada di dekat Selat Hormuz. [Istimewa]

Imbas dari agresi mematikan ini tidak hanya menelan korban jiwa di sektor domestik warga. Arus transportasi massal dan pergerakan logistik di wilayah selatan Iran kini mengalami kelumpuhan total.

Pemerintah setempat langsung mengambil tindakan darurat untuk membatasi pergerakan masyarakat demi keselamatan jiwa. Pembatasan ini berdampak langsung pada jadwal keberangkatan armada kereta api penumpung dari stasiun utama.

Otoritas terkait membatasi keberangkatan kereta api penumpang dari Bandar Abbas karena serangan AS pada titik jalur kereta di wilayah Hormozgan. Langkah ini diambil guna menghindari risiko jatuhnya korban sipil tambahan di area konflik.

Manajemen Perkeretaapian Hormozgan telah mengarahkan penumpang untuk naik bus antarkota ke stasiun Fin dan mengejar kereta mereka di sana. Skema pengalihan rute ini memicu penumpukan penumpang dan antrean panjang di terminal bus.

Kondisi di lapangan semakin rumit karena kerusakan tidak hanya terjadi pada satu titik infrastruktur. Jalur penghubung antarkota yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat juga tidak luput dari kehancuran.

Jembatan Bandar Khamir yang berlokasi di Provinsi Hormozgan menjadi salah satu fasilitas publik yang hancur. Padahal konstruksi ini merupakan rute transportasi utama yang menghubungkan komunitas lokal di pesisir.

baca juga

Kerusakan pada jembatan tersebut secara otomatis memutus mobilitas warga menuju wilayah pedalaman. Pasokan logistik dan akses penyeberangan kini tersendat total akibat runtuhnya struktur beton jembatan.

Infrastruktur kereta api di dekat Bandar Abbas merupakan rute logistik kritis yang menghubungkan gerbang pelabuhan selatan utama. Fasilitas ini memegang peranan sangat penting bagi pergerakan kargo, perdagangan, dan rantai pasokan nasional.

Serangan udara Amerika Serikat juga dilaporkan menyasar fasilitas penerbangan regional di wilayah timur. Bandara Iranshahr yang terletak di Provinsi Sistan dan Baluchestan kini terganggu operasionalnya akibat ledakan.

Fasilitas penerbangan tersebut padahal menjadi tumpuan utama untuk layanan darurat dan konektivitas udara. Selain bandara, sistem pemantauan ruang udara di kawasan pesisir strategis juga menjadi target penghancuran.

Radar Kontrol Lalu Lintas Maritim Chabahar yang berfungsi menjaga keselamatan penerbangan dan koordinasi udara dilaporkan ikut rusak. Kelumpuhan radar ini mengancam keselamatan navigasi kapal dan pesawat yang melintas di kawasan tersebut.

Titik serangan lainnya berada di Sirik, sebuah kawasan pesisir dekat Selat Hormuz yang bernilai strategis. Wilayah ini menjadi pusat pengawasan ketat karena posisinya yang berhadapan langsung dengan jalur pelayaran internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rudal Iran Mengamuk Hancurkan Gudang Senjata dan Sistem Radar Amerika Serikat di Kuwait

Rudal Iran Mengamuk Hancurkan Gudang Senjata dan Sistem Radar Amerika Serikat di Kuwait

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 14:05 WIB

Balasan Rudal Iran Menyasar Pusat Komando Pasukan Khusus Amerika Serikat di Suriah

Balasan Rudal Iran Menyasar Pusat Komando Pasukan Khusus Amerika Serikat di Suriah

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 12:54 WIB

CENTCOM: 50 Ribu Pasukan Amerika Serikat Siaga Serang Iran

CENTCOM: 50 Ribu Pasukan Amerika Serikat Siaga Serang Iran

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 10:25 WIB

Terkini

Bukan Destinasi Wisata! Pesona Mematikan Gunung Anak Krakatau yang Terlarang Bagi Wisatawan

Bukan Destinasi Wisata! Pesona Mematikan Gunung Anak Krakatau yang Terlarang Bagi Wisatawan

Lampung | Jum'at, 17 Juli 2026 | 19:11 WIB

Lowongan Kerja BRI Terbaru Juli 2026 untuk Lulusan D3 dan S1, Ini Link Daftarnya

Lowongan Kerja BRI Terbaru Juli 2026 untuk Lulusan D3 dan S1, Ini Link Daftarnya

Bri | Jum'at, 17 Juli 2026 | 19:07 WIB

4 Rekomendasi Pelembap Wajah yang Tidak Lengket, Kulit Kenyal dan Terhidrasi

4 Rekomendasi Pelembap Wajah yang Tidak Lengket, Kulit Kenyal dan Terhidrasi

Lifestyle | Jum'at, 17 Juli 2026 | 19:05 WIB

Mitsubishi New Xforce Resmi Meluncur, Pakai Hybrid Generasi Terbaru

Mitsubishi New Xforce Resmi Meluncur, Pakai Hybrid Generasi Terbaru

Sumut | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:57 WIB

Madura United Datangkan Bek Tengah Vava Mario Yagalo, Siap Perkuat Lini Belakang

Madura United Datangkan Bek Tengah Vava Mario Yagalo, Siap Perkuat Lini Belakang

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:56 WIB

Stasiun Pengisian Daya Kendaraan Listrik Cepat Bertambah di Jakarta, Isi Daya Hanya 15 Menit

Stasiun Pengisian Daya Kendaraan Listrik Cepat Bertambah di Jakarta, Isi Daya Hanya 15 Menit

Otomotif | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:54 WIB

Frans Putros Hengkang, Ini Respon Pelatih Persib Bandung

Frans Putros Hengkang, Ini Respon Pelatih Persib Bandung

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:49 WIB

Mau Punya Rumah Murah? Intip Program BRI KPR Solusi dengan Harga di Bawah Pasar

Mau Punya Rumah Murah? Intip Program BRI KPR Solusi dengan Harga di Bawah Pasar

Bri | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:48 WIB

Purbaya Serahkan Becak Listrik di Yogyakarta buat Pariwisata Ramah Lingkungan

Purbaya Serahkan Becak Listrik di Yogyakarta buat Pariwisata Ramah Lingkungan

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:37 WIB

Likuiditas Masih Melimpah, Perbankan Masih Leluasa Salurkan Kredit

Likuiditas Masih Melimpah, Perbankan Masih Leluasa Salurkan Kredit

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:36 WIB

×