- Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, melaporkan kelangkaan pasokan bahan bakar minyak di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu.
- Kondisi kelangkaan BBM tersebut berdampak negatif terhadap aktivitas ekonomi para nelayan yang sangat bergantung pada bahan bakar tersebut.
- DPRD mendesak Pemprov DKI Jakarta segera memenuhi kebutuhan BBM dan memasukkannya dalam pembahasan anggaran APBD mendatang untuk warga.
Suara.com - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengungkapkan bahwa warga Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, mengalami kekurangan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dalam skala besar.
Temuan tersebut disampaikan Yuke usai menerima aspirasi warga nelayan di Kepulauan Seribu, beberapa waktu lalu.
“Urgensi yang kami temukan dari pengaduan masyarakat adalah terkait langkanya BBM yang sangat dibutuhkan warga pulau,” ujarnya di laman resmi DPRD DKI Jakarta, Sabtu (18/7/2026).
Berdasarkan aduan warga, suplai BBM di Kepulauan Seribu selama ini hanya menjangkau beberapa pulau saja.
Pulau Panggang menjadi salah satu wilayah yang belum mendapatkan pasokan bahan bakar.
Kelangkaan BBM ini, kata Yuke, berdampak langsung terhadap warga yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan.
“Salah satu mata pencahariannya (warga) adalah nelayan,” tambah dia.
Atas persoalan itu, politisi PDIP ini mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk segera memenuhi kebutuhan BBM di Pulau Panggang agar warga tidak lagi terkendala saat melaut.
Yuke menambahkan, Komisi D turut akan memetakan kebutuhan BBM di sejumlah pulau lain di Kepulauan Seribu.
“Jadi pasca ini, akan jadi bahan untuk diskusi lebih lanjut,” ungkap dia.
Ia turut berharap persoalan ini dapat masuk ke dalam pembahasan anggaran, baik dalam APBD Perubahan maupun APBD 2027 mendatang.