Mencekam! Hujan Rudal Iran Sasar Hanggar Pesawat Tempur Amerika Serikat

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 19 Juli 2026 | 08:02 WIB
Mencekam! Hujan Rudal Iran Sasar Hanggar Pesawat Tempur Amerika Serikat
Serangan rudal Iran ke pangkalan militer gabungan AS-Inggris di Samudra Hindia memicu kekhawatiran baru tentang kemampuan jarak jauh rudal milik Teheran. [Tangkap layar X]
baca 10 detik
  • Iran menggempur pangkalan militer udara Amerika Serikat di Yordania dan Kuwait menggunakan rudal.

  • Serangan drone kamikaze menghancurkan fasilitas logistik strategis serta terminal bahan bakar pasukan AS.

  • Eskalasi pecah setelah Amerika Serikat membatalkan status gencatan senjata secara sepihak dengan Iran.

Suara.com - Korps Garda Revolusi Islami (IRGC) Iran meluncurkan serangan rudal dan drone besar-besaran ke pangkalan udara Amerika Serikat di Yordania dan Kuwait. Operasi militer ini menghancurkan sejumlah pesawat tempur serta hanggar logistik utama milik pasukan Paman Sam.

Hantaman keras ini menyasar Pangkalan Udara Al Azraq di Yordania dan Camp Buehring di Kuwait. Pihak Iran menegaskan bahwa aksi ofensif tersebut merupakan balasan atas serangan udara AS sebelumnya.

Dalam pernyataan pers nomor 29 pada Sabtu, IRGC menyatakan sebagai balasan atas serangan AS pada Jumat malam (17/7), Angkatan Udara meluncurkan gelombang ke-20 Operasi Nasr-2 (Kemenangan 2), menyerang hanggar pesawat tempur dan landasan pacu Pangkalan Udara Al Azraq di Yordania, sehingga menyebabkan dua pesawat tempur dan tiga pesawat AS hancur serta menyebabkan kerusakan fasilitas lainnya.

Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah Iran dan Amerika Serikat saling menuduh melanggar kesepakatan gencatan senjata. [Istimewa]
Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah Iran dan Amerika Serikat saling menuduh melanggar kesepakatan gencatan senjata. [Istimewa]

Serangan tanpa henti dari Teheran memicu kerusakan parah pada infrastruktur vital penopang pergerakan militer Washington. Drone bunuh diri Iran secara presisi menghantam gudang amunisi, pusat komando, serta sistem pertahanan udara.

Camp Buehring dan Pangkalan Udara Ali Al Salem yang menjadi jantung logistik AS kini lumpuh. Serbuan ini memotong jalur koordinasi udara pasukan sekutu di kawasan Teluk Persia.

IRGC menuding bahwa militer AS bertanggung jawab atas kematian sejumlah warga sipil akibat serangan kepada beberapa rumah sakit, jembatan, jalur kereta api, pelabuhan, dan bandara.

Konflik bersenjata ini tidak lagi terbatas di darat dan udara, melainkan menjalar hingga ke perairan internasional. Angkatan Laut Iran mulai menembakkan rudal jelajah darat ke laut di Samudera India utara.

Langkah agresif ini sengaja diambil untuk memojokkan armada laut musuh agar menjauh dari wilayah kedaulatan Teheran. Mereka mengatakan AS berupaya menutupi kegagalannya dengan melakukan serangan langsung kepada angkatan bersenjata Iran.

Sektor energi global turut bergejolak setelah terminal bahan bakar di pelabuhan Al Ahmadi, Kuwait, terbakar hebat. Fasilitas minyak bumi tersebut disinyalir menjadi pemasok utama bahan bakar untuk seluruh armada tempur AS.

baca juga

Kuwait Petroleum Corporation mengonfirmasi insiden tersebut telah melukai sejumlah pekerja dan merusak fasilitas kilang secara signifikan. Pasukan pertahanan udara Kuwait sendiri dilaporkan terus berupaya menghalau kiriman proyektil gabungan dari udara.

Pemerintah Iran kini menyerukan imbauan provokatif agar masyarakat dan tentara Yordania ikut angkat senjata. Pasukan asing dinilai telah menodai kesucian tanah Islam di Timur Tengah melalui pangkalan militer mereka.

Ketegangan masif ini bermula sejak 8 Juli 2026 saat militer AS menggempur wilayah Iran secara bertubi-tubi. Komando Pusat AS (CENTCOM) berdalih aksi tersebut adalah respons atas gangguan Iran terhadap kapal komersial di Selat Hormuz.

Situasi kian memburuk menyusul pernyataan politik dari Washington yang menutup pintu diplomasi. Pada 9 Juli 2026, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata antara AS dan Iran sudah tidak berlaku lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS

Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:55 WIB

38 Orang Tewas di Timur Tengah Sejak Gencatan Senjata AS - Iran, Tapi Sekarang Perang Lagi

38 Orang Tewas di Timur Tengah Sejak Gencatan Senjata AS - Iran, Tapi Sekarang Perang Lagi

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:54 WIB

Ibu Tewas dan Anak 1 Tahun Luka Parah Dibom Rudal Amerika di Tappeh Allah Akbar Iran

Ibu Tewas dan Anak 1 Tahun Luka Parah Dibom Rudal Amerika di Tappeh Allah Akbar Iran

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:30 WIB

Terkini

Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Kebijakan Pengupahan Lindungi Pekerja Tanpa Matikan Usaha

Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Kebijakan Pengupahan Lindungi Pekerja Tanpa Matikan Usaha

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:17 WIB

Harga Minyak Turun Tipis Terdorong Lobi Diplomasi AS-Iran

Harga Minyak Turun Tipis Terdorong Lobi Diplomasi AS-Iran

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Emiten VICI Perluas Peluang Ekspor ke Jepang

Emiten VICI Perluas Peluang Ekspor ke Jepang

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:04 WIB

Jas Hujan Warna Cerah atau Gelap, Mana yang Lebih Aman untuk Berkendara?

Jas Hujan Warna Cerah atau Gelap, Mana yang Lebih Aman untuk Berkendara?

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:03 WIB

A Suspicious Secondhand Shop: Ketika Barang Bekas Menyimpan Kisah Manusia

A Suspicious Secondhand Shop: Ketika Barang Bekas Menyimpan Kisah Manusia

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:00 WIB

84 Persen Perusahaan Indonesia Optimistis AI Bisa Ubah Pengelolaan Keuangan

84 Persen Perusahaan Indonesia Optimistis AI Bisa Ubah Pengelolaan Keuangan

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:36 WIB

Rencana Rusuh Demo di Balai Kota Malang Digagalkan, 12 Penyusup Bawa Molotov & Positif Narkoba

Rencana Rusuh Demo di Balai Kota Malang Digagalkan, 12 Penyusup Bawa Molotov & Positif Narkoba

Malang | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:30 WIB

Dompet Ayah Sepatu Ibu: Novel yang Membuat Saya Lebih Menghargai Perjuangan Orang Tua

Dompet Ayah Sepatu Ibu: Novel yang Membuat Saya Lebih Menghargai Perjuangan Orang Tua

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:30 WIB

20 Kode Redeem FF Hari Ini 30 Oktober 2026: Klaim Skin M1887 dan Diamond Gratis

20 Kode Redeem FF Hari Ini 30 Oktober 2026: Klaim Skin M1887 dan Diamond Gratis

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:26 WIB

Niat Cari Madu, Petani Pesawaran Temukan Kerangka Manusia di Tebing 1.150 MDPL

Niat Cari Madu, Petani Pesawaran Temukan Kerangka Manusia di Tebing 1.150 MDPL

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:22 WIB

×