-
Amerika Serikat membombardir wilayah Bandar Abbas dan Pulau Qeshm milik Iran pada Minggu dini hari.
-
Serangan udara dipicu oleh tewasnya dua prajurit militer Amerika Serikat di wilayah Yordania.
-
Operasi CENTCOM bertujuan melemahkan kemampuan Korps Garda Revolusi Islam di Selat Hormuz.
Suara.com - Militer Amerika Serikat meluncurkan rentetan serangan udara mematikan ke wilayah Bandar Abbas dan Pulau Qeshm pada Minggu dini hari waktu setempat. Gempuran udara ini menandai eskalasi konflik terbuka yang kembali membara antara Washington dan Teheran.
Kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan suara dentuman keras terdengar jelas oleh warga di kedua kawasan tersebut. Agresi ini langsung menyasar titik-titik strategis pertahanan dan logistik lepas pantai Iran.
Kawasan Selat Hormuz kini berada dalam status siaga tinggi akibat dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh jet tempur Washington. Kantor berita Tasnim menyebutkan beberapa wilayah di Pulau Qeshm mengalami kerusakan parah akibat pemboman bertubi-tubi selama beberapa hari terakhir.
![Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer ke wilayah Iran dengan menargetkan sebuah lokasi militer di Bandar Abbas, kota pelabuhan strategis yang berada di dekat Selat Hormuz. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/28/53634-as-serang-bandar-abbas-iran.jpg)
Gempuran masif tersebut menyasar fasilitas umum serta infrastruktur penting pertahanan di pulau strategis tersebut. Langkah agresif Pentagon ini diambil sebagai respons atas tewasnya tentara Amerika Serikat akibat serangan proksi Iran sebelumnya.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menegaskan bahwa tindakan ini merupakan hukuman langsung bagi pihak Teheran. Mereka menargetkan elemen militer yang bertanggung jawab atas tewasnya personel Amerika di perbatasan Yordania.
Melalui akun resminya di media sosial X, CENTCOM menyampaikan pernyataan tegas mengenai operasi udara tersebut.
“Serangan tersebut dirancang untuk semakin menurunkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz dan dengan cepat menghukum pasukan Korps Garda Revolusi Islam yang meluncurkan serangan terhadap anggota militer Amerika di Yordania tadi malam,” tulis CENTCOM.
Langkah militer ini diambil setelah CENTCOM mengonfirmasi kehilangan dua prajuritnya dan satu personel dinyatakan hilang. Insiden berdarah di Yordania tersebut menjadi pukulan telak pertama bagi militer Washington sejak Maret lalu.
Kini, fokus pertempuran beralih ke Selat Hormuz yang merupakan jalur distribusi minyak bumi paling vital di dunia. Kedua lokasi yang dibom merupakan basis pertahanan pantai utama milik Teheran untuk mengontrol selat tersebut.
Aktivitas pelayaran internasional kini dibayangi ketakutan akibat meluasnya zona konflik bersenjata ini. Situasi di Bandar Abbas dilaporkan masih mencekam seiring warga yang mengkhawatirkan adanya serangan susulan.
Hubungan diplomatik dan militer antara Amerika Serikat dan Iran terus memburuk sejak awal tahun ini. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah memicu serangkaian aksi saling balas di wilayah perbatasan.
Pulau Qeshm dan kota pelabuhan Bandar Abbas memiliki posisi geografis yang sangat krusial bagi pertahanan Iran. AS menilai wilayah ini sering digunakan oleh Korps Garda Revolusi Islam untuk mengganggu stabilitas kapal komersial global.