Ia juga menceritakan ketika teman-temannya dibangunkan untuk salat tahajud, ia juga terbiasa ikut bangun dan beribadah. Justru hal itu membuatnya dapat mengobati rindunya terhadap keluarga.
Dari hal itu Gus Ipul kembali mengingatkan bahwa di Sekolah Rakyat tidak boleh ada perundungan, menghina suku maupun agama, dan melakukan kekerasan fisik dan seksual.
"Tidak boleh juga melakukan tindakan intoleransi yang tidak mau menghormati siapapun," tegasnya.
Menutup pertemuan, Gus Ipul mengajak para siswa dan siswi untuk berdoa bersama. Selain itu, ia juga meninjau asrama dan gedung permanen Sekolah Rakyat
Sebagai informasi, saat ini hasil penjangkauan siswa baru di Sekolah Rakyat DKI Jakarta terdapat 90 siswa jenjang SMA, 90 siswa jenjang SMP dan 27 siswa jenjang SD. ***