Cerita Bayi-bayi Nigeria Bayar Mahal Dampak Perang AS - Iran

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 21 Juli 2026 | 11:08 WIB
Cerita Bayi-bayi Nigeria Bayar Mahal Dampak Perang AS - Iran
ILUSTRASI kondisi Nigeria. (Facebook/NigerianArmy)
baca 10 detik
  • Perang Iran memicu lonjakan harga BBM global dan memperburuk gizi buruk anak di Nigeria.

  • Inflasi tinggi membuat keluarga miskin Afrika kesulitan membeli makanan bergizi untuk anak-anak mereka.

  • UNICEF memperingatkan puluhan juta anak berisiko jatuh miskin jika konflik geopolitik terus berlanjut.

Kenaikan harga pupuk juga mengancam musim tanam petani lokal yang sebelumnya sudah tertekan oleh gangguan keamanan.

Keluarga tidak mampu kini hanya mengandalkan olahan bubur jagung dan nasi tanpa nutrisi yang memadai.

"Perkembangan mereka akan terganggu. Mereka kecil kemungkinan untuk tetap bersekolah karena orang tua mereka berada di bawah tekanan finansial yang sangat besar. Jadi implikasi jangka panjang bagi anak-anak sangat mengerikan," kata Russell.

Daya beli masyarakat merosot tajam sehingga anggaran belanja harian tidak lagi mencukupi kebutuhan makan seluruh anggota keluarga.

Para ayah terpaksa merantau keluar negeri demi mencari lapangan kerja baru yang belum pasti.

"Saya bangun setiap pagi dengan tidak bahagia, melihat saya tidak lagi bisa menafkahi keluarga saya," kata Shehu, suami Maryam.

"Dulu, 2.000 naira bisa membelikan makanan bergizi untuk seluruh keluarga. Sekarang, Anda membutuhkan 5.000 naira untuk membeli apa yang dulu bisa dibeli dengan 2.000 naira."

Masyarakat Nigeria Utara berada dalam tekanan ganda akibat ancaman kelompok bersenjata serta krisis reformasi ekonomi domestik.

Pencabutan subsidi BBM dan devaluasi mata uang telah mendorong 139 juta warga Nigeria ke dalam garis kemiskinan.

baca juga

"Perang di tempat yang jauh ini tidak memberikan kelegaan bagi warga rentan di utara," kata Ikemesit Effiong, mitra di SBM Intelligence, sebuah lembaga penasihat risiko geopolitik yang berbasis di Lagos.

Ibu rumah tangga seperti Larai Malami kini berjuang sendirian merawat sepuluh anaknya di tengah ketidakpastian ekonomi.

Kondisi bayi mereka terus memburuk seiring melambungnya harga bahan pangan pokok di pasar local.

"Saya khawatir anak itu mungkin tidak akan pernah benar-benar pulih," katanya.

Asa para ibu untuk melihat anak-anak mereka tumbuh sehat kini bergantung pada stabilitas harga dan kondisi geopolitik global.

"Saya berharap dia gembira dan penuh semangat hidup," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diplomat se-Asia Tenggara Berkumpul di Filipina, Desak Selat Hormuz Dibuka

Diplomat se-Asia Tenggara Berkumpul di Filipina, Desak Selat Hormuz Dibuka

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 10:49 WIB

Sosok Prajurit AS Tewas Dirudal Iran, Lulusan S2 dan Masih Berusia 19 Tahun

Sosok Prajurit AS Tewas Dirudal Iran, Lulusan S2 dan Masih Berusia 19 Tahun

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 10:33 WIB

Dunia di Ambang Krisis? Ancaman Blokade Laut Houthi Ancam Pasokan Minyak Global

Dunia di Ambang Krisis? Ancaman Blokade Laut Houthi Ancam Pasokan Minyak Global

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 08:32 WIB

Terkini

Kerap Dianggap Limba, Pakar IPB Ungkap Kepala Hingga Sisik Ikan Bisa Bernilai Ekonomis

Kerap Dianggap Limba, Pakar IPB Ungkap Kepala Hingga Sisik Ikan Bisa Bernilai Ekonomis

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:08 WIB

Cerita Bayi-bayi Nigeria Bayar Mahal Dampak Perang AS - Iran

Cerita Bayi-bayi Nigeria Bayar Mahal Dampak Perang AS - Iran

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:08 WIB

Dody Hanggodo Ngaku Tak Tahu Soal Doxing Dosen UGM: Demi Allah!

Dody Hanggodo Ngaku Tak Tahu Soal Doxing Dosen UGM: Demi Allah!

Video | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:08 WIB

Masuk Jajaran 10 Hotel ibis Terbaik Dunia, Ibis Jakarta Raden Saleh Hadirkan Promo Menginap Spesial

Masuk Jajaran 10 Hotel ibis Terbaik Dunia, Ibis Jakarta Raden Saleh Hadirkan Promo Menginap Spesial

Jakarta | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:07 WIB

Pabrik Masih Menganggur Pemerintah Dorong Isuzu Kejar Target Produksi 500 Ribu Unit

Pabrik Masih Menganggur Pemerintah Dorong Isuzu Kejar Target Produksi 500 Ribu Unit

Otomotif | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:06 WIB

PWI Laporkan Hotman Paris, Polisi Mulai Dalami Dugaan Penghinaan Wartawan

PWI Laporkan Hotman Paris, Polisi Mulai Dalami Dugaan Penghinaan Wartawan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:05 WIB

3 Contoh Teks Pidato Hari Anak Nasional 2026 yang Singkat dan Penuh Makna

3 Contoh Teks Pidato Hari Anak Nasional 2026 yang Singkat dan Penuh Makna

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:05 WIB

Usulan Sudah Sampai Pertamina, Harga BBM Pertamax Segera Turun

Usulan Sudah Sampai Pertamina, Harga BBM Pertamax Segera Turun

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:04 WIB

Ditanya Gabung Persib Bandung, Joey Pelupessy Tak Membantah: Kita Lihat Saja

Ditanya Gabung Persib Bandung, Joey Pelupessy Tak Membantah: Kita Lihat Saja

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:03 WIB

Agnes Grey: Novel Klasik yang Mengkritik Pola Asuh dan Kelas Sosial

Agnes Grey: Novel Klasik yang Mengkritik Pola Asuh dan Kelas Sosial

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:00 WIB

×