Cerita Bayi-bayi Nigeria Bayar Mahal Dampak Perang AS - Iran

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 21 Juli 2026 | 11:08 WIB
Cerita Bayi-bayi Nigeria Bayar Mahal Dampak Perang AS - Iran
ILUSTRASI kondisi Nigeria. (Facebook/NigerianArmy)
baca 10 detik
  • Perang Iran memicu lonjakan harga BBM global dan memperburuk gizi buruk anak di Nigeria.

  • Inflasi tinggi membuat keluarga miskin Afrika kesulitan membeli makanan bergizi untuk anak-anak mereka.

  • UNICEF memperingatkan puluhan juta anak berisiko jatuh miskin jika konflik geopolitik terus berlanjut.

Suara.com - Lonjakan harga bahan bakar minyak akibat perang di Iran menjadi pukulan mematikan bagi ketahanan pangan keluarga miskin di Nigeria.

Kondisi ekonomi yang memburuk memicu gelombang kambuhnya kasus gizi buruk kronis pada balita di wilayah utara.

Maryam Aminu pasrah saat anak bungsunya yang berusia 18 bulan kembali terdiagnosis mengalami malnutrisi pada April lalu.

Potret Kota Lagos, Nigeria.(Unsplash.com)
Potret Kota Lagos, Nigeria.(Unsplash.com)

Keluarga miskin di Kware, Sokoto ini kehilangan sumber pendapatan setelah sang suami terkena pemutusan hubungan kerja PHK sebagai sopir taksi.

"Saat dia terdiagnosis untuk kedua kalinya, meskipun saya sudah menduganya, saya merasa sedih dan marah karena saya tahu penyebabnya," kata Aminu di ruang tamu rumah dua kamar mereka yang belum dicat di kota tenang Kware, Sokoto, saat abu dari kompor batu bara mengepul ke dalam ruangan.

"Masa-masa sedang sulit, dan makanan tidak selalu ada."

Tenaga kesehatan setempat mencatat kenaikan signifikan jumlah anak yang kembali menderita gizi buruk pasca-penanganan medis.

Penutupan Selat Hormuz memicu hambatan pasokan minyak dunia yang berdampak langsung pada kenaikan harga kebutuhan pokok di Afrika.

Di Nigeria, harga eceran BBM melonjak drastis dari 800 naira menjadi 1.400 naira per liter hanya dalam kurun dua bulan.

baca juga

Laporan UNICEF memperingatkan bahwa perang yang berkepanjangan berpotensi mendorong 23,4 juta anak tambahan ke dalam jurang kemiskinan ekstrem.

"Anak-anak menanggung akibat dari konflik yang meningkat di Timur Tengah, termasuk anak-anak yang berada jauh di luar wilayah tersebut," kata Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell.

"Semakin lama ini berlanjut, semakin buruk konsekuensinya."

Data rumah sakit di Sokoto menunjukkan puluhan pasien anak yang sebelumnya dinyatakan sembuh kini harus menjalani perawatan ulang.

Petugas medis mengkhawatirkan dampak jangka panjang gangguan tumbuh kembang dan tenggat pendidikan anak-anak tersebut.

"Saya khawatir dan terkadang marah melihat peningkatan jumlah yang kami lihat," kata petugas kesehatan Halimah Muhammad.

Kenaikan harga pupuk juga mengancam musim tanam petani lokal yang sebelumnya sudah tertekan oleh gangguan keamanan.

Keluarga tidak mampu kini hanya mengandalkan olahan bubur jagung dan nasi tanpa nutrisi yang memadai.

"Perkembangan mereka akan terganggu. Mereka kecil kemungkinan untuk tetap bersekolah karena orang tua mereka berada di bawah tekanan finansial yang sangat besar. Jadi implikasi jangka panjang bagi anak-anak sangat mengerikan," kata Russell.

Daya beli masyarakat merosot tajam sehingga anggaran belanja harian tidak lagi mencukupi kebutuhan makan seluruh anggota keluarga.

Para ayah terpaksa merantau keluar negeri demi mencari lapangan kerja baru yang belum pasti.

"Saya bangun setiap pagi dengan tidak bahagia, melihat saya tidak lagi bisa menafkahi keluarga saya," kata Shehu, suami Maryam.

"Dulu, 2.000 naira bisa membelikan makanan bergizi untuk seluruh keluarga. Sekarang, Anda membutuhkan 5.000 naira untuk membeli apa yang dulu bisa dibeli dengan 2.000 naira."

Masyarakat Nigeria Utara berada dalam tekanan ganda akibat ancaman kelompok bersenjata serta krisis reformasi ekonomi domestik.

Pencabutan subsidi BBM dan devaluasi mata uang telah mendorong 139 juta warga Nigeria ke dalam garis kemiskinan.

"Perang di tempat yang jauh ini tidak memberikan kelegaan bagi warga rentan di utara," kata Ikemesit Effiong, mitra di SBM Intelligence, sebuah lembaga penasihat risiko geopolitik yang berbasis di Lagos.

Ibu rumah tangga seperti Larai Malami kini berjuang sendirian merawat sepuluh anaknya di tengah ketidakpastian ekonomi.

Kondisi bayi mereka terus memburuk seiring melambungnya harga bahan pangan pokok di pasar local.

"Saya khawatir anak itu mungkin tidak akan pernah benar-benar pulih," katanya.

Asa para ibu untuk melihat anak-anak mereka tumbuh sehat kini bergantung pada stabilitas harga dan kondisi geopolitik global.

"Saya berharap dia gembira dan penuh semangat hidup," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diplomat se-Asia Tenggara Berkumpul di Filipina, Desak Selat Hormuz Dibuka

Diplomat se-Asia Tenggara Berkumpul di Filipina, Desak Selat Hormuz Dibuka

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 10:49 WIB

Sosok Prajurit AS Tewas Dirudal Iran, Lulusan S2 dan Masih Berusia 19 Tahun

Sosok Prajurit AS Tewas Dirudal Iran, Lulusan S2 dan Masih Berusia 19 Tahun

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 10:33 WIB

Dunia di Ambang Krisis? Ancaman Blokade Laut Houthi Ancam Pasokan Minyak Global

Dunia di Ambang Krisis? Ancaman Blokade Laut Houthi Ancam Pasokan Minyak Global

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 08:32 WIB

Terkini

Masuk Jajaran 10 Hotel ibis Terbaik Dunia, Ibis Jakarta Raden Saleh Hadirkan Promo Menginap Spesial

Masuk Jajaran 10 Hotel ibis Terbaik Dunia, Ibis Jakarta Raden Saleh Hadirkan Promo Menginap Spesial

Jakarta | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:07 WIB

Pabrik Masih Menganggur Pemerintah Dorong Isuzu Kejar Target Produksi 500 Ribu Unit

Pabrik Masih Menganggur Pemerintah Dorong Isuzu Kejar Target Produksi 500 Ribu Unit

Otomotif | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:06 WIB

PWI Laporkan Hotman Paris, Polisi Mulai Dalami Dugaan Penghinaan Wartawan

PWI Laporkan Hotman Paris, Polisi Mulai Dalami Dugaan Penghinaan Wartawan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:05 WIB

3 Contoh Teks Pidato Hari Anak Nasional 2026 yang Singkat dan Penuh Makna

3 Contoh Teks Pidato Hari Anak Nasional 2026 yang Singkat dan Penuh Makna

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:05 WIB

Usulan Sudah Sampai Pertamina, Harga BBM Pertamax Segera Turun

Usulan Sudah Sampai Pertamina, Harga BBM Pertamax Segera Turun

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:04 WIB

Ditanya Gabung Persib Bandung, Joey Pelupessy Tak Membantah: Kita Lihat Saja

Ditanya Gabung Persib Bandung, Joey Pelupessy Tak Membantah: Kita Lihat Saja

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:03 WIB

Agnes Grey: Novel Klasik yang Mengkritik Pola Asuh dan Kelas Sosial

Agnes Grey: Novel Klasik yang Mengkritik Pola Asuh dan Kelas Sosial

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:00 WIB

Blora Dikepung Tambang Berizin, 13 Perusahaan Kantongi IUP

Blora Dikepung Tambang Berizin, 13 Perusahaan Kantongi IUP

Jawa Tengah | Selasa, 21 Juli 2026 | 10:59 WIB

Tak Lagi Soal Lingkungan: Mengapa Perubahan Iklim Disebut Ancaman bagi Keamanan Nasional Indonesia?

Tak Lagi Soal Lingkungan: Mengapa Perubahan Iklim Disebut Ancaman bagi Keamanan Nasional Indonesia?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 10:58 WIB

Kalender Agustus 2026, Bersiaplah Sambut Libur Tanggal Merah dan Long Weekend

Kalender Agustus 2026, Bersiaplah Sambut Libur Tanggal Merah dan Long Weekend

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 10:57 WIB

×