Rakyat Jepang Setuju Perempuan Jadi Kaisar, Tapi Kenapa Itu Tidak Mungkin Terjadi?

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 21 Juli 2026 | 18:22 WIB
Rakyat Jepang Setuju Perempuan Jadi Kaisar, Tapi Kenapa Itu Tidak Mungkin Terjadi?
Putri Mako, anak Kaisar Jepang (DW)
baca 10 detik
  • Parlemen Jepang mengesahkan revisi undang-undang suksesi yang tetap menutup peluang bagi kaisar perempuan.

  • Aturan baru mengizinkan adopsi kerabat laki-laki demi menjaga garis keturunan pria keluarga kekaisaran.

  • Mayoritas publik Jepang mendukung Putri Aiko, namun pemerintah memilih mempertahankan tradisi konservatif kekaisaran.

Pemerintah di bawah Perdana Menteri Sanae Takaichi tetap meloloskan aturan ini meski diterpa kritik mengenai kemunduran hak gender.

Revisi penting pertama sejak 1947 ini dinilai banyak pihak sebagai bukti pengabaian prinsip kesetaraan universal.

Sven Saaler dari Sophia University di Tokyo menilai perubahan regulasi ini menunjukkan bahwa kesetaraan gender masih belum menjadi prioritas.

"Kemungkinan perempuan menduduki takhta kekaisaran kini justru semakin jauh akibat perubahan aturan ini."

Kritik tajam juga dilayangkan media liberal Asahi Shimbun yang menyoroti klaim klausa suksesi laki-laki tanpa putus selama 2.600 tahun.

Media tersebut menilai silsilah awal kekaisaran lebih banyak dibentuk oleh narasi mitologi ketimbang bukti sejarah yang sahih.

Selain itu, perkembangan monarki moderen di Eropa yang telah mengadopsi kesetaraan hak suksesi dinilai wajar untuk menjaga stabilitas.

Langkah negara-negara Eropa itu dipandang sejalan dengan pengakuan hak politik perempuan setelah era perang dunia.

Sejarawan dari University of Tokyo, Keiko Hongo, mengingatkan bahwa tokoh perempuan pernah memegang peranan krusial dalam sejarah kepemimpinan Jepang.

baca juga

Menurutnya, melegitimasi suksesi lewat garis perempuan jauh lebih masuk akal dibanding memanggil kembali garis keturunan kerabat jauh.

Pandangan kritis turut disampaikan Ketua Partai Demokrat Konstitusional, Shunichi Mizuoka, yang menuntut penghentian sistem patriarki istana.

Ia menegaskan bahwa pola suksesi yang melanggengkan garis keturunan pria bertentangan dengan prinsip kesetaraan gender.

Di sisi lain, kubu konservatif menolak tuduhan bahwa pembatasan suksesi bagi laki-laki merupakan bentuk diskriminasi gender.

Surat kabar Sankei Shimbun menegaskan tradisi suksesi pria adalah warisan sejarah yang harus dijaga keberlangsungannya.

Apalagi, Pangeran Hisahito saat ini menjadi satu-satunya sosok generasi muda laki-laki yang memegang kunci kelanjutan garis kekaisaran.

Profesor hukum tata negara Kokushikan University, Akira Momochi, menilai reformasi hukum ini sudah tepat untuk merawat tradisi.

Momochi berpendapat belum ada urgensi membahas kaisar perempuan karena jalur suksesi dari Naruhito, Akishino, hingga Hisahito sudah sangat jelas.

Dukungan senada datang dari tokoh politik Kenichi Kawamura yang menilai opsi adopsi kerabat lama sebagai langkah realistis.

Namun, Kawamura memberi catatan agar anggota keluarga hasil adopsi tersebut dibekali pendidikan istana sejak usia dini.

Secara pribadi, ia membuka celah darurat bagi Putri Aiko untuk memimpin sementara jika stok pewaris laki-laki benar-benar habis.

"Kaisar adalah simbol seremonial yang mendoakan kemakmuran Jepang, mirip dengan Paus, sehingga harus tetap berada di luar politik," kata Kawamura.

"Saya berharap reformasi ini dapat membantu menciptakan keluarga kekaisaran yang stabil, dihormati, dan dicintai oleh masyarakat Jepang."

Sistem suksesi Kekaisaran Jepang diatur ketat oleh Undang-Undang Keluarga Kekaisaran tahun 1947 yang mewajibkan kaisar berasal dari garis keturunan ayah.

Aturan tersebut juga mengharuskan anggota keluarga perempuan menanggalkan status bangsawan jika menikah dengan rakyat biasa.

Wacana reformasi suksesi sempat menguat pada 2005 melalui rekomendasi panel pimpinan PM Junichiro Koizumi untuk membuka jalan bagi perempuan.

Namun, rekomendasi tersebut dibekukan setelah kelahiran Pangeran Hisahito pada 2006 yang dianggap berhasil meredam ancaman krisis pewaris.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Kota di Jepang yang Cocok untuk Perjalanan Pertama

5 Kota di Jepang yang Cocok untuk Perjalanan Pertama

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:38 WIB

Review Golden Kamuy: Konflik Berdarah Para Narapidana Kelas Kakap di Jepang

Review Golden Kamuy: Konflik Berdarah Para Narapidana Kelas Kakap di Jepang

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:30 WIB

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:19 WIB

Terkini

Penembakan 3 ASN Jayawijaya, Komnas HAM: Tuduhan Intelijen Bukan Alasan Merampas Nyawa

Penembakan 3 ASN Jayawijaya, Komnas HAM: Tuduhan Intelijen Bukan Alasan Merampas Nyawa

News | Senin, 14 September 2026 | 12:24 WIB

Cara Membedakan Garis Berat dan Garis Tinggi pada Segitiga Sama Kaki

Cara Membedakan Garis Berat dan Garis Tinggi pada Segitiga Sama Kaki

Tekno | Senin, 14 September 2026 | 12:24 WIB

Rekomendasi Air Mawar Tanpa Alkohol, Jaga Kelembapan dan Kesegaran Kulit Bebas Iritasi

Rekomendasi Air Mawar Tanpa Alkohol, Jaga Kelembapan dan Kesegaran Kulit Bebas Iritasi

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 12:23 WIB

Betrand Peto Bantah Tudingan Dugaan Pelecehan, Akui Ada Adegan Jambak-jambakan

Betrand Peto Bantah Tudingan Dugaan Pelecehan, Akui Ada Adegan Jambak-jambakan

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 12:23 WIB

Ujian Hubungan Jangka Panjang: Mengapa "Before Midnight" Adalah Film Paling Jujur Tentang Pernikahan

Ujian Hubungan Jangka Panjang: Mengapa "Before Midnight" Adalah Film Paling Jujur Tentang Pernikahan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 12:20 WIB

FORU Mau Rights Issue, Target Raup Rp27,1 Triliun untuk Beli Perusahaan Batu Bara

FORU Mau Rights Issue, Target Raup Rp27,1 Triliun untuk Beli Perusahaan Batu Bara

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 12:17 WIB

Mengapa Mesin Cuci Front Loading Jauh Lebih Hemat Air Dibandingkan Top Loading?

Mengapa Mesin Cuci Front Loading Jauh Lebih Hemat Air Dibandingkan Top Loading?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 12:15 WIB

Dorong Generasi Muda Jadi Pencipta Solusi, Gen Z Impact Fest 2026 Sukses Digelar di UGM

Dorong Generasi Muda Jadi Pencipta Solusi, Gen Z Impact Fest 2026 Sukses Digelar di UGM

News | Senin, 14 September 2026 | 12:13 WIB

Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng

Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng

Jawa Tengah | Senin, 14 September 2026 | 12:10 WIB

Wacana CFD 2 Hari Seminggu, Pramono Anung Mau Dengar Masukan Warga Dulu

Wacana CFD 2 Hari Seminggu, Pramono Anung Mau Dengar Masukan Warga Dulu

News | Senin, 14 September 2026 | 12:07 WIB

×