- Partai Gerindra di Jakarta menyatakan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran tetap solid meskipun sempat tidak duduk berdampingan saat sidang.
- Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pengaturan posisi duduk saat sidang kabinet pada 20 Juli 2026 didasarkan pada kebutuhan teknis teleprompter.
- Partai Gerindra menilai isu keretakan hubungan tersebut sengaja dibangun oleh pihak tertentu untuk memecah kekompakan pemerintahan yang sedang berjalan.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan 1.177 perwira remaja TNI dan Polri yang baru dilantik agar tidak pernah melupakan asal-usul mereka sebagai bagian dari rakyat. Prabowo menegaskan seluruh pendidikan, perlengkapan hingga gaji yang diterima para perwira berasal dari uang rakyat sehingga pengabdian mereka harus sepenuhnya ditujukan untuk masyarakat.
Pesan itu disampaikan Prabowo saat memimpin Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
"Ingatlah selalu saudara lahir dari rakyat, dididik dengan uang rakyat. Pakaian yang kau pakai dari ujung kaki sampai ujung kepala adalah dari rakyat. Makanmu dari rakyat. Gajimu dari rakyat. Mengabdi selalu untuk rakyat. Jadilah pelindung, pengayom, dan pembela rakyat," kata Prabowo.
Presiden menegaskan masyarakat tidak menuntut seorang perwira menjadi sosok yang sempurna. Namun, rakyat mengharapkan aparat yang jujur, adil, serta hadir ketika dibutuhkan.
![Upacara Prasetya Perwira (Praspa) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/7/2025). [Suara.com/Novian]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/07/23/55381-upacara-prasetya-perwira-praspa-di-istana-merdeka-jakarta.jpg)
Karena itu, Prabowo meminta para perwira menjaga kepercayaan masyarakat, setia kepada bangsa dan negara, serta mengabdikan diri demi kepentingan rakyat Indonesia.
Selain menekankan pentingnya mengabdi kepada rakyat, Prabowo juga mengingatkan para perwira untuk menjaga integritas selama menjalankan tugas. Ia meminta mereka tidak menyalahgunakan jabatan, menjauhi korupsi, narkoba, perjudian, maupun berbagai bentuk pelanggaran hukum.
"Integritas adalah kehormatan seorang perwira. Jangan pernah menyalahgunakan jabatan. Jangan pernah tergoda korupsi, penyelewengan. Jangan pernah berkompromi dengan narkoba, judi, atau pelanggaran hukum lainnya," ujarnya.
Prabowo juga menegaskan TNI dan Polri memegang peran vital dalam menjaga kedaulatan negara. Oleh sebab itu, para perwira diminta menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan, terus mengembangkan kemampuan menghadapi ancaman yang semakin kompleks, serta tetap setia kepada rakyat Indonesia.
Dalam upacara tersebut, Prabowo melantik sebanyak 1.177 taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian menjadi perwira remaja. Mereka terdiri atas 512 perwira TNI Angkatan Darat, 229 perwira TNI Angkatan Laut, 154 perwira TNI Angkatan Udara, dan 282 perwira Polri.