- Wakil Menteri Pertanian Sudaryono resmi menggantikan Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional di Jakarta pada 22 Juli 2026.
- Penggantian kepemimpinan ini didasari oleh kedekatan personal yang sangat erat dan hubungan kekeluargaan yang telah terjalin lama di antara keduanya.
- Presiden menunjuk Sudaryono karena ia memiliki rekam jejak panjang dan terlibat aktif dalam mengawal konsep program Makan Bergizi Gratis.
Suara.com - Dinamika kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) mengalami perubahan signifikan. Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono segera resmi mengemban amanah baru sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Nanik S. Deyang.
Di balik pergeseran posisi ini, terungkap sebuah fakta menarik mengenai kedekatan personal yang sangat erat di antara keduanya, yang melampaui sekadar hubungan profesional antarpejabat negara.
Sudaryono secara terbuka mengakui bahwa hubungannya dengan Nanik S. Deyang sudah selayaknya keluarga inti.
Kedekatan ini telah terjalin jauh sebelum keduanya masuk dalam jajaran pemerintahan Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Sudaryono bahkan memiliki panggilan khusus yang menunjukkan betapa kentalnya unsur kekeluargaan di antara mereka.
"Beliau adalah budenya anak-anak saya, beliau adalah kakak saya, kita bukan lagi hubungan karena apakah kepartaian atau hubungan karena Pak Prabowo," kata sudaryono di kantor Kementan, Ragunan, Jakarta Selatan, dikutip Rabu (22/7/2026).
Pernyataan Sudaryono tersebut merespons isyarat yang sebelumnya disampaikan oleh Nanik S. Deyang melalui unggahan di media sosial pada hari yang sama.
Dalam unggahannya, Nanik sempat menyebut bahwa sosok penggantinya di BGN adalah orang dekat yang sudah ia anggap sebagai adik sendiri.
Momen pamitnya Nanik ini bertepatan dengan rencananya untuk bertolak ke luar negeri guna menjalani pengobatan penyakit jantung yang dideritanya.
Sudaryono menjelaskan bahwa ikatan emosionalnya dengan Nanik tidak hanya bersifat personal antara individu, melainkan sudah menyentuh ranah keluarga pribadi.
Ia mengklaim sebagai orang pertama di lingkaran inti Presiden Prabowo Subianto yang mengenal Nanik lebih awal dibandingkan rekan-rekan lainnya.
Hubungan yang sudah lama terbina itu kemudian semakin menguat ketika keduanya dipercaya untuk mengabdi bersama dalam struktur pemerintahan saat ini.
"Itu orang, saya kenal lama ya, saya kira orang Presiden Prabowo yang kenal beliau paling duluan adalah saya, jadi saya sama beliau sangat dekat sekali, sangat dekat," kata Sudaryono.
Di sisi lain, penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN bukan semata-mata didasarkan pada faktor kedekatan personal.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan penjelasan mengenai alasan teknis dan strategis di balik keputusan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Prasetyo, Sudaryono memiliki rekam jejak yang panjang dalam mengawal salah satu program unggulan pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Tentu dengan berbagai dasar dan pertimbangan bahwa selama ini beliau sejak awal mengikuti konsep dari dilahirkannya program makan bergizi gratis ini," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Keterlibatan Sudaryono dalam program MBG disebut telah dimulai sejak tahap awal perencanaan.
Prasetyo menekankan bahwa Sudaryono bukan orang baru dalam merumuskan teknis pelaksanaan program tersebut.
Ia terlibat aktif dalam berbagai diskusi strategis untuk menggagas dan menyusun konsep teknis agar program Makan Bergizi Gratis dapat menjangkau masyarakat secara efektif dan efisien sesuai visi Presiden.
"Beliau juga sejak awal mengikuti dan bersama-sama dengan kami semua berdiskusi menggagas dan mengonsep eh bagaimana teknis pelaksanaan makan bergizi gratis ini. Dan sebagai Wakil Menteri Pertanian tentu saja selama ini Badan Gizi Nasional yang kegiatannya adalah memberikan makan bergizi gratis itu tidak pernah lepas dari tugas beliau di Kementerian Pertanian," ujar dia.
Lebih lanjut, Prasetyo Hadi memaparkan bahwa operasional Badan Gizi Nasional sangat bergantung pada ketersediaan dan stabilitas sumber bahan pangan.
Dalam konteks ini, peran Kementerian Pertanian menjadi sangat krusial sebagai penyokong utama ekosistem pangan nasional.
Penunjukan Sudaryono yang juga menjabat sebagai Wamentan diharapkan dapat menciptakan sinergi yang tanpa sekat antara penyediaan bahan baku dan distribusi makanan bergizi.
"Bagaimanapun juga sumber-sumber bahan baku sumber-sumber bahan pangan yang itu menjadi apa namanya dalam bentuk makanan bergizi gratis untuk para penerima manfaat ini selama ini memang juga disupport dan ditopang menjadi satu ekosistem oleh Kementerian Pertanian di mana Bapak Sudaryono bertugas sebagai Wamentan. Jadi itu beberapa dasar pertimbangannya," tutur Prasetyo.