Rasio Utang Luar Negeri Terhadap PDB di Semester II Masih Aman

Liberty Jemadu

Selasa, 15 September 2026 | 13:35 WIB
Rasio Utang Luar Negeri Terhadap PDB di Semester II Masih Aman
Rasio utang luar negeri Indonesia semester II 2026 stabil di kisaran 30 hingga 31 persen. [Pexels]
baca 10 detik
    • Rasio utang luar negeri Indonesia semester II 2026 stabil di kisaran 30 hingga 31 persen.
    • Struktur utang luar negeri Indonesia didominasi utang jangka panjang sebesar 82,1 persen yang dinilai masih terkendali.
    • Peningkatan kewajiban jangka pendek sektor publik di Bank Indonesia disebabkan oleh naiknya kepemilikan investor asing pada instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia atau SRBI.

Suara.com - Rasio utang luar negeri (ULN) Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) relatif stabil pada semester II 2026 yakni sekitar 30–31 persen terhadap PDB, dengan perkiraan akhir tahun sekitar 30,5–31,0 persen.

Kepala Ekonom PermataBank Josua Pardede mengatakan meski utang luar negeri Indonesia terus tumbuh, tapi rasio ULN terhadap PDB masih aman karena didominasi utang jangka panjang.

“Posisi ini masih tergolong terkendali karena ULN triwulan II sebesar 453,4 miliar dolar AS memang tumbuh 4,4 persen secara tahunan (yoy), tetapi struktur keseluruhannya masih didominasi utang jangka panjang sebesar 82,1 persen. ULN swasta justru masih terkontraksi 0,6 persen dan 75,7 persen ULN swasta berjangka panjang,” kata Josua di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Ia menambahkan bahwa IMF juga menilai rasio sekitar 30 persen masih moderat dan risiko pembiayaan kembali Indonesia relatif terbatas, meskipun ketergantungan terhadap investasi portofolio asing tetap menjadi titik kerentanan.

Menurut Josua, tekanan kenaikan rasio pada semester II dapat berasal dari kebutuhan pembiayaan APBN yang lebih besar dan meningkatnya kepemilikan asing pada surat berharga domestik. Namun, hal tersebut kemungkinan diimbangi pertumbuhan ekonomi nominal serta ULN swasta yang belum menunjukkan ekspansi agresif.

“Strategi pembiayaan pemerintah juga tetap mengutamakan sumber dalam negeri dan mata uang rupiah sehingga risiko valuta asing tidak meningkat sebesar kebutuhan pembiayaan bruto,” katanya.

Dalam hal strukturnya, Josua memperkirakan rasio ULN jangka pendek berdasarkan jangka waktu sisa terhadap cadangan devisa pada Juli 2026 masih akan berada di sekitar 71–74 persen, dengan titik tengah sekitar 72–73 persen, sementara untuk semester II kisaran 68–75 persen sebagai skenario dasar.

Ia menjelaskan perkembangan rasio ULN jangka pendek terhadap cadangan devisa memang perlu diwaspadai, tetapi belum menunjukkan kondisi kerentanan eksternal yang kritis.

Rasio ULN jangka pendek berdasarkan jangka waktu sisa terhadap cadangan devisa relatif terkendali sepanjang 2025 sebelum melonjak pada triwulan II 2026, yakni dari 55,57 persen pada triwulan II 2025, turun menjadi 52,96 persen pada triwulan III dan 49,99 persen pada triwulan IV, kemudian naik menjadi 55,82 persen pada triwulan I 2026 dan melonjak menjadi 72,77 persen pada triwulan II.

baca juga

Sementara itu, rasio ULN terhadap PDB hanya berubah tipis dari 30,51 persen menjadi 30,63 persen. Artinya, menurut Josua, yang perlu diperhatikan saat ini terutama bukan besarnya stok ULN secara keseluruhan, tetapi perubahan struktur jatuh temponya dan kebutuhan valuta asing dalam 12 bulan ke depan.

Jangka waktu sisa memang mengukur seluruh kewajiban yang akan jatuh tempo maksimal satu tahun ke depan, termasuk utang yang semula berjangka panjang tetapi sudah mendekati jatuh tempo, lanjutnya. 

Jika dibedah lebih jauh, lonjakan tersebut sebagian besar berasal dari peningkatan kewajiban jangka pendek sektor publik, khususnya Bank Indonesia (BI), bukan dari lonjakan utang swasta.

Total ULN yang jatuh tempo dalam satu tahun meningkat dari sekitar 84,8 miliar dolar AS pada Juni 2025 menjadi 105,9 miliar dolar AS pada Juni 2026.

Dalam periode yang sama, kewajiban pemerintah dan bank sentral naik dari sekitar 34,5 miliar dolar AS menjadi 51,6 miliar dolar AS, sedangkan swasta naik lebih terbatas dari sekitar 50,3 miliar dolar AS menjadi 54,4 miliar dolar AS.

Pada komponen bank sentral sendiri kenaikannya sekitar 14,3 miliar dolar AS, sehingga menyumbang kira-kira dua pertiga peningkatan ULN jangka pendek berdasarkan jangka waktu sisa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Utang Luar Negeri Membengkak, Sudah Capai Rp8.045 Triliun

Utang Luar Negeri Membengkak, Sudah Capai Rp8.045 Triliun

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 12:32 WIB

Bos BI Akui Cadangan Devisa RI Bakal Terus Meningkat , Bisa Tembus Rp2.606 Triliun

Bos BI Akui Cadangan Devisa RI Bakal Terus Meningkat , Bisa Tembus Rp2.606 Triliun

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 07:37 WIB

Sempat Nyaris Rp17.400, Rupiah Kini Tertekan Gegara Perang AS-Iran

Sempat Nyaris Rp17.400, Rupiah Kini Tertekan Gegara Perang AS-Iran

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:52 WIB

BI Kembalikan Rp440 Triliun GWM Bank, Dorong Kredit ke Sektor Strategis

BI Kembalikan Rp440 Triliun GWM Bank, Dorong Kredit ke Sektor Strategis

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:35 WIB

BI Dorong Transaksi Tanpa Dolar AS dengan India, QR Antarnegara Dipercepat

BI Dorong Transaksi Tanpa Dolar AS dengan India, QR Antarnegara Dipercepat

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:28 WIB

Terkini

Ulasan Trisurya: Ketika Manusia Berhadapan dengan Ancaman dari Luar Bumi

Ulasan Trisurya: Ketika Manusia Berhadapan dengan Ancaman dari Luar Bumi

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Bareskrim Polri-Polrestabes Medan Gerebek THM, Vape Narkoba Disita

Bareskrim Polri-Polrestabes Medan Gerebek THM, Vape Narkoba Disita

Sumut | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:55 WIB

Mengapa Proyek Karbon Biru di Indonesia Masih Sulit Mendapatkan Pendanaan?

Mengapa Proyek Karbon Biru di Indonesia Masih Sulit Mendapatkan Pendanaan?

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:55 WIB

Menggali Mahitala: Merawat Kehidupan, Membangun Kemandirian di Bumi Kawasi

Menggali Mahitala: Merawat Kehidupan, Membangun Kemandirian di Bumi Kawasi

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:52 WIB

Syahrir: Penutupan Ekspor Benih Lobster Tak Cukup Hentikan Penyelundupan

Syahrir: Penutupan Ekspor Benih Lobster Tak Cukup Hentikan Penyelundupan

Sulsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:48 WIB

PLTU Sumut-1 Bisa Bebani Negara Rp4,8 Triliun, Energi Bersih Terbarukan Jadi Solusi?

PLTU Sumut-1 Bisa Bebani Negara Rp4,8 Triliun, Energi Bersih Terbarukan Jadi Solusi?

Sumut | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:45 WIB

A Waffle Lot of Love!: Kisah Persahabatan Manis yang Mengundang Tawa

A Waffle Lot of Love!: Kisah Persahabatan Manis yang Mengundang Tawa

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:45 WIB

Persib Bandung Desak Penyerangan Bus Tim di Rest Area Batang Diusut Tuntas

Persib Bandung Desak Penyerangan Bus Tim di Rest Area Batang Diusut Tuntas

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:41 WIB

Tak Cukup Bicara soal Haid, Remaja Perempuan Perlu Edukasi Kesehatan Reproduksi

Tak Cukup Bicara soal Haid, Remaja Perempuan Perlu Edukasi Kesehatan Reproduksi

Health | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:39 WIB

SIGUMI Diluncurkan di Karangasem, Dorong Kesiapsiagaan Bencana di Kawasan Wisata

SIGUMI Diluncurkan di Karangasem, Dorong Kesiapsiagaan Bencana di Kawasan Wisata

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:34 WIB

×