Tak Hanya Siswa, Bumil dan Busui Diduga Ikut Keracunan MBG di Kulon Progo

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:15 WIB
Tak Hanya Siswa, Bumil dan Busui Diduga Ikut Keracunan MBG di Kulon Progo
Foto sebagai ILUSTRASI: Siswa yang diduga keracunan hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapatkan penanganan di posko penanganan keracunan MBG di SMPN 1 Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (15/10/2025). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa]
baca 10 detik
  • Dinas Kesehatan Kulon Progo mencatat 105 korban keracunan program MBG pada Selasa, 21 Juli 2026.
  • Korban terdiri dari siswa, tenaga kependidikan, ibu hamil, serta ibu menyusui yang mengalami gejala ringan.
  • Dinas Kesehatan masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan makanan tersebut.

Suara.com - Kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kulon Progo tidak hanya menimpa siswa sekolah.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo mencatat ada ibu hamil (bumil) dan ibu menyusui (busui) yang turut mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan yang disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Sampai Selasa 21 Juli pukul 09.30 itu jumlah yang sakit ada 105. Itu terdiri dari 98 siswa, 4 tendik, 1 bumil, dan 2 ibu menyusui," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) kulon Progo, RR Susilaningsih, saat dikonfirmasi awak media, Selasa (21/7/2026).

Susilaningsih menuturkan, keterlibatan ibu hamil dan ibu menyusui dalam kasus ini tidak terlepas dari cakupan layanan SPPG yang tidak hanya menyasar anak sekolah.

Program tersebut juga melayani kelompok 3B, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui melalui jaringan posyandu.

"Karena memang SPPG ini sudah melayani 3B. Jadi busui, bumil, balita, dan anak sekolah," imbuhnya.

Berdasarkan hasil pendataan sementara, nyeri perut menjadi keluhan yang paling dominan, disusul diare dan pusing.

Meski ada ibu hamil yang terdampak, Susilaningsih memastikan kondisi pasien secara umum tidak menunjukkan gejala berat.

Seluruh korban yang memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan masih dapat ditangani secara rawat jalan dan tidak memerlukan tindakan medis intensif seperti pemberian cairan infus.

baca juga

"Dari hasil pemeriksaan belum perlu dilakukan pemberian cairan intravena. Jadi dari penilaian berarti belum ada dehidrasi yang sedang sampai berat," ujarnya.

Disampaikan Kepala Dinkes bahwa pihaknya masih memantau kondisi ibu hamil yang terdampak.

Dinkes juga belum memperoleh informasi pasti mengenai usia kehamilan pasien tersebut sehingga potensi dampaknya terhadap kehamilan masih terus dipantau.

"Ya semoga kalau nyeri perutnya tidak berlebihan kemudian hamilnya sudah masuk di trimester dua ya insyaallah tidak mengakibatkan kontraksi dari rahimnya," imbuhnya.

Selain menelusuri sumber dugaan keracunan, Dinkes masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan untuk memastikan penyebab pasti kejadian.

Sementara itu, investigasi awal menemukan sejumlah faktor risiko yang berpotensi berkontribusi terhadap kasus tersebut.

Mulai dari jeda waktu yang panjang antara proses memasak dan konsumsi makanan, potensi kontaminasi silang saat pengolahan, hingga temuan petugas yang tidak menggunakan alat pelindung diri berdasarkan rekaman CCTV.

Namun Dinkes menegaskan seluruh temuan tersebut masih bersifat dugaan dan belum dapat dijadikan kesimpulan akhir. Termasuk apakah peristiwa keracunan itu berasal dari program MBG atau tidak.

"Untuk pastinya tentu kita seperti biasa menunggu hasil pemeriksaan laboratorium," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nanik S Deyang Mundur dari BGN, Kejagung Nyatakan Bisa Diperiksa Kapan Saja

Nanik S Deyang Mundur dari BGN, Kejagung Nyatakan Bisa Diperiksa Kapan Saja

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 14:55 WIB

'Memang Seharusnya Mundur', Kubu Sony Sonjaya Tegaskan Nanik S Deyang Terlibat Skandal MBG

'Memang Seharusnya Mundur', Kubu Sony Sonjaya Tegaskan Nanik S Deyang Terlibat Skandal MBG

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 12:28 WIB

Bukan Cuma Ganti Figur, DPR Desak Kepala BGN Baru Pengganti Nanik Deyang Berani Desain Ulang MBG

Bukan Cuma Ganti Figur, DPR Desak Kepala BGN Baru Pengganti Nanik Deyang Berani Desain Ulang MBG

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:40 WIB

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:51 WIB

Bukan di Area 51, Festival UFO Justru Digelar di Kulon Progo

Bukan di Area 51, Festival UFO Justru Digelar di Kulon Progo

Foto | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:00 WIB

Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun

Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 06:20 WIB

BGN Tegaskan Motor Listrik SPPG Bukan Barang Korupsi, Bakal Dihibahkan ke Lembaga Lain

BGN Tegaskan Motor Listrik SPPG Bukan Barang Korupsi, Bakal Dihibahkan ke Lembaga Lain

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:45 WIB

Terkini

Kasus Hotman Paris Berlanjut, PWI Serahkan Bukti Tambahan ke Polda Metro Jaya

Kasus Hotman Paris Berlanjut, PWI Serahkan Bukti Tambahan ke Polda Metro Jaya

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:15 WIB

Tak Hanya Siswa, Bumil dan Busui Diduga Ikut Keracunan MBG di Kulon Progo

Tak Hanya Siswa, Bumil dan Busui Diduga Ikut Keracunan MBG di Kulon Progo

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:15 WIB

Ambisi BMW dan Toyota Selamatkan Mesin Bensin Dari Kepunahan Lewat Teknologi Bahan Bakar Terbarukan

Ambisi BMW dan Toyota Selamatkan Mesin Bensin Dari Kepunahan Lewat Teknologi Bahan Bakar Terbarukan

Otomotif | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Anggap Sepele BI Rate, Dampaknya bagi Masyarakat yang Punya Utang Bank

Jangan Anggap Sepele BI Rate, Dampaknya bagi Masyarakat yang Punya Utang Bank

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:11 WIB

#AksiAsri Operasi Semut: Langkah Kecil Menggerakkan Indonesia Asri

#AksiAsri Operasi Semut: Langkah Kecil Menggerakkan Indonesia Asri

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:09 WIB

Fundamental Kuat Bawa BRI Raih Peringkat Elit Perbankan Versi The Banker

Fundamental Kuat Bawa BRI Raih Peringkat Elit Perbankan Versi The Banker

Bri | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:08 WIB

Flyover Bojonggede Hingga Embarkasi Haji, Ini Deretan Proyek Strategis Bogor di 2027

Flyover Bojonggede Hingga Embarkasi Haji, Ini Deretan Proyek Strategis Bogor di 2027

Bogor | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:07 WIB

Duet Militer-Akademisi: Donny Ermawan dan Prof. Yos Sunitiyoso Pimpin Universitas Republik Indonesia

Duet Militer-Akademisi: Donny Ermawan dan Prof. Yos Sunitiyoso Pimpin Universitas Republik Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:06 WIB

Bukan Cuma Latihan, 6 Kebiasaan Sederhana Ini Jadi Rahasia Performa Atlet Profesional

Bukan Cuma Latihan, 6 Kebiasaan Sederhana Ini Jadi Rahasia Performa Atlet Profesional

Health | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:06 WIB

Siswa SMK di Pekanbaru Meninggal usai Kelahi dengan Teman, Kencing Berwarna Hitam

Siswa SMK di Pekanbaru Meninggal usai Kelahi dengan Teman, Kencing Berwarna Hitam

Riau | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:06 WIB

×