- Hj. Dewi Arimbi Soeharto Alamsjah resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum PP WPP dalam Rapimnas 1 di Banten pada 18 Juli 2026.
- Rapimnas 1 WPP yang dibuka oleh Muhamad Mardiono dan Dimyati Natakusumah ini dihadiri 30 Pimpinan Wilayah se-Indonesia.
- Pemilihan kepemimpinan baru ini bertujuan memperkuat posisi tawar perempuan serta mengembalikan kejayaan PPP pada Pemilu 2029 mendatang.
Suara.com - Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 1 Wanita Persatuan Pembangunan (WPP) yang berlangsung di salah satu hotel di Banten, resmi menetapkan Hj. Dewi Arimbi Soeharto Alamsjah sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) WPP periode mendatang.
Keputusan ini diambil dalam forum konsolidasi makro yang dihadiri secara fisik oleh 30 Pimpinan Wilayah (PW) WPP dari berbagai provinsi se-Indonesia pada Sabtu (18/7/2026).
Penetapan ini menandai babak baru bagi organisasi sayap perempuan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam memperkuat posisi tawar perempuan di kancah politik nasional.
Dewi Arimbi bukanlah sosok asing dalam kancah nasional. Ia merupakan putri dari Pahlawan Nasional DR. R. Soeharto serta menantu dari tokoh nasional Alamsjah Ratu Perwira Negara.
Kehadirannya di pucuk pimpinan organisasi sayap perempuan PPP ini dinilai menjadi amunisi baru bagi partai dalam menatap dinamika politik nasional yang kian menantang, sekaligus mempertegas rekam jejak perjuangan yang ia bawa.
Latar belakang keluarga pejuang ini diharapkan mampu memberikan marwah kepemimpinan yang kuat bagi seluruh kader WPP di seluruh pelosok negeri.
Sebelum prosesi pengesahan, agenda Rapimnas telah dibuka sejak Jumat (17/7/2026) oleh Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono bersama Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah.
Sejumlah elite partai turut hadir memberikan dukungan moril dan politis, di antaranya Jabbar Idris, Imam Fauzan, serta Ermalena Muslim.
Kehadiran para petinggi partai ini menunjukkan betapa krusialnya posisi WPP sebagai pilar penyokong kekuatan partai dalam menghadapi kontestasi politik di masa depan.
Tak sekadar suksesi kepemimpinan, forum ini juga diisi dengan sesi sarasehan politik yang menghadirkan narasumber-narasumber berbobot.
Nama-nama seperti Komisioner KPU Betty Epsilon, pakar demokrasi dari Perludem Titi Anggraini, hingga Duta Besar RI untuk Kuwait Lena Mukti didapuk menjadi pemateri untuk membekali para kader dengan wawasan strategi pemenangan.
Tokoh senior PPP Ermalena Muslim juga turut memberikan perspektif mengenai peran strategis perempuan di internal partai, menekankan bahwa peningkatan kapasitas intelektual adalah kunci bagi kader perempuan untuk bersaing secara sehat.
Rapimnas 1 WPP kali ini mengusung tema besar "WPP untuk Harmoni Kejayaan PPP".
Dewi Arimbi menegaskan bahwa partisipasi perempuan di partai kini tidak lagi sebatas formalitas untuk memenuhi kuota 30% keterwakilan gender.
Lebih dari itu, ia memandang WPP sebagai barisan mesin tempur yang solid dan tersebar dari Sabang sampai Merauke, menjadikannya kekuatan nyata bagi partai.
Fokus utama kepemimpinannya adalah memastikan setiap kader memiliki peran aktif dalam pengambilan keputusan strategis, bukan sekadar menjadi pelengkap struktur organisasi.
Dalam sambutannya, Dewi Arimbi menantang seluruh kader untuk solid dan terus bergerak maju demi mengembalikan kejayaan PPP di parlemen pada Pemilu 2029.
Forum ini pun berhasil merumuskan berbagai rekomendasi strategis serta pernyataan sikap resmi sebagai panduan taktis bagi seluruh pengurus di daerah.
Konsolidasi ini diharapkan mampu menyatukan visi dan misi kader perempuan agar selaras dengan target besar partai dalam memperluas basis konstituen, terutama di kalangan pemilih muda dan perempuan urban.
Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono, memberikan dukungan penuh atas terpilihnya Dewi Arimbi.
Dalam pidato politiknya, ia menekankan bahwa peran perempuan dalam WPP harus mampu menyentuh aspek-aspek fundamental kebangsaan secara nyata, bukan sekadar berbasis wacana.
Mardiono meyakini bahwa sentuhan tangan perempuan dalam politik akan membawa dampak yang lebih humanis namun tetap kokoh dalam prinsip.
"Perempuan memiliki posisi yang sangat strategis dalam menopang ketahanan nasional," ujar Mardiono di hadapan peserta Rapimnas.
Ia menginstruksikan seluruh jajaran WPP untuk segera melakukan konsolidasi terstruktur hingga ke tingkat akar rumput (grassroots) guna memastikan basis elektoral partai semakin kokoh.
Menurutnya, ketahanan nasional dimulai dari ketahanan keluarga dan lingkungan terkecil, di mana peran perempuan sangat dominan di sana.
Senada dengan hal itu, Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah menilai sosok Dewi Arimbi memiliki karakter kepemimpinan visioner yang sangat dibutuhkan untuk merespons dinamika politik modern.
Dimyati melihat potensi besar WPP di bawah nakhoda baru untuk menjadi jembatan aspirasi bagi kaum perempuan di daerah, khususnya dalam isu-isu kesejahteraan sosial dan pemberdayaan ekonomi.
Kini, tugas besar sudah menanti Dewi Arimbi di meja kerjanya. Ia berkomitmen untuk segera "tancap gas" dalam melakukan modernisasi sistem kaderisasi berbasis kompetensi, meningkatkan kapasitas literasi politik kaum perempuan, serta memperluas jejaring konstituen di seluruh penjuru Nusantara.
Dengan gaya kepemimpinan yang berorientasi pada hasil, WPP kini dipersiapkan menjadi motor penggerak kebangkitan PPP yang lebih inklusif dan modern, sekaligus membuktikan bahwa perempuan adalah arsitek utama dalam menjaga stabilitas dan ketahanan bangsa melalui jalur politik.