Peneliti FORMAPPI: Publik Belum Sepenuhnya Percaya Kejaksaan Tangani Kasus Eks Jampidsus

Ronald Seger Prabowo

Kamis, 23 Juli 2026 | 10:00 WIB
Peneliti FORMAPPI: Publik Belum Sepenuhnya Percaya Kejaksaan Tangani Kasus Eks Jampidsus
Peneliti Senior Forum Masyarakat Pemerhati Parlemen (FORMAPPI), Lucius Karus, menilai kepercayaan publik terhadap Kejaksaan Agung tengah menghadapi ujian dalam penanganan perkara yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. [Dok Pribadi]
baca 10 detik
  • Peneliti FORMAPPI Lucius Karus menyatakan penanganan kasus mantan Jampidsus Febrie Adriansyah di Jakarta menguji kepercayaan publik.
  • Keraguan masyarakat muncul karena sebagian penyidik Pidsus pernah bekerja di bawah kepemimpinan Febrie Adriansyah sebelumnya.
  • Kasus ini diharapkan menjadi momentum reformasi hukum dan penguatan komitmen negara dalam agenda pemberantasan korupsi.

Suara.com - Peneliti Senior Forum Masyarakat Pemerhati Parlemen (FORMAPPI), Lucius Karus, menilai kepercayaan publik terhadap Kejaksaan Agung tengah menghadapi ujian dalam penanganan perkara yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.

Pernyataan tersebut disampaikan Lucius dalam kegiatan public review bertajuk "Melacak Tindak Pidana Pencucian Uang dalam Kasus Eks Jampidsus: Urgensi Pengungkapan Aliran Uang Kejahatan dan Aktor Intelektual" yang digelar di Jakarta Pusat.

Menurut Lucius, muncul keraguan di kalangan masyarakat terhadap independensi Kejaksaan dalam menangani perkara tersebut karena sebagian penyidik di lingkungan Tindak Pidana Khusus (Pidsus) pernah bekerja di bawah kepemimpinan Febrie Adriansyah.

"Publik terus mengawal dan menunggu sejauh mana Kejaksaan mampu mengungkap, membongkar, dan menuntaskan perkara yang melibatkan Febrie Adriansyah. Namun, publik juga tidak sepenuhnya percaya terhadap Kejaksaan dalam menangani kasus ini karena penyidik, khususnya di Pidsus, merupakan mantan anak buahnya," ujar Lucius dalam pernyataan yang diterima, Kamis (23/7/2026)

Ia menambahkan, berdasarkan catatan FORMAPPI, upaya pemberantasan korupsi di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya, menurut dia, adalah adanya pembiaran terhadap persoalan yang dinilai bersifat sistemik.

Lucius mencontohkan, dalam beberapa tahun terakhir DPR membahas sejumlah rancangan undang-undang yang menurutnya lebih mencerminkan kepentingan tertentu dibandingkan kepentingan publik secara luas.

Selain itu, ia juga menyoroti kepatuhan pejabat negara dalam menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Menurutnya, masih terdapat pejabat yang belum tertib dalam melaporkan harta kekayaannya sehingga dapat menyulitkan aparat penegak hukum dalam menelusuri dugaan tindak pidana pencucian uang.

"Ketika berhadapan dengan perkara korupsi, aparat penegak hukum akan mengalami kesulitan melacak tindak pidana pencucian uang apabila asal-usul harta kekayaan pejabat tidak dilaporkan secara transparan," katanya.

Lucius berharap perkara yang melibatkan mantan Jampidsus tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat reformasi hukum, termasuk penyempurnaan regulasi dan peningkatan komitmen negara dalam pemberantasan korupsi.

baca juga

"Kasus ini harus menjadi langkah reformasi untuk perbaikan hukum, perbaikan undang-undang, hingga memperkuat komitmen negara dalam agenda pemberantasan korupsi," ujarnya.

Kegiatan public review tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Pakar Hukum Pidana Saleh Gawi, praktisi hukum Rusdiansyah, Peneliti FORMAPPI Lucius Karus, serta Peneliti Kebijakan Publik Gian Kasogi. Acara itu juga diikuti oleh mahasiswa, peneliti, praktisi hukum, dan masyarakat umum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nasib Kasus Febrie Adriansyah Kini di Tangan Kuntadi, Akankan Diusut Tuntas?

Nasib Kasus Febrie Adriansyah Kini di Tangan Kuntadi, Akankan Diusut Tuntas?

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:45 WIB

Kasus TPPU Memasuki Babak Baru: Eks Jampidsus Masuk Daftar Panggil, Kejagung Terbitkan Sprindik ke-4

Kasus TPPU Memasuki Babak Baru: Eks Jampidsus Masuk Daftar Panggil, Kejagung Terbitkan Sprindik ke-4

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:58 WIB

Kejagung Rotasi Pejabat, Rinaldi Umar Ditunjuk Jadi Direktur Penyidikan Jampidsus

Kejagung Rotasi Pejabat, Rinaldi Umar Ditunjuk Jadi Direktur Penyidikan Jampidsus

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 21:29 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×